Kunjungi Karst Rammang-rammang, Wapres JK Keluhkan Kebersihan

0
245
Wapres JK dan keluarga menikmati destinasi wisata alam karst Rammang-rammang

MAROS SULSEL, Bisniswisata.co.id: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersama Ny Mufidah Kalla, juga anak, menantu dan cucu menghabiskan libur panjang dengan mengunjungi destinasi wisata alam Karst Rammang-rammang Desa Salenrang, Maros, Sulawesi Selatan, (Sulsel) Senin (1/5/2017).

Rombongan menyusuri sungai dengan menggunakan perahu tradisional, sembali menikmati panorama karst Rammang-rammang Maros yang disebut-sebut sebagai karst terbesar kedua di dunia.

Wapres JK dalam kunjungannya mengaku bangga, senang dengan keindahan alam karst Rammang-ramang, hanya saja masih ada beberapa fasilitas yang perlu dilengkapi dan diperbaiki. “Ini harus dikelola dengan baik, karst ini sudah ribuan tahun, sedikit diperbaiki makan akan sangat bagus untuk pariwisata,” ujar JK saat beristirahat di Kampung Berua, di area Rammang Rammang.

Juga perlu ditambah seperti perahu beratap, perbaikan jalan, penambahan bungallow, dan tower BTS. Bukan hanya itu, Wapres berharap kebersihan di Rammang-rammang dapat dijaga demi kelestarian objek wisata andalan Kabupaten Maros . “Kebersihan juga harus diperhatikan supaya orang-orang tertarik datang. Orang kota kan ingin objek wisata lain, ingin lihat alam,” ujarnya seperti dilansir laman Tribun Timur.

JK juga berharap masyarakat di sekitar Rammang Rammang dapat diberdayakan termasuk penggunaan dana desa untuk pengembamgan potensi wisata.

Rammang-rammang adalah sebuah tempat di gugusan pegunungan karst Maros-Pangkep. Letaknya di desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, sekitar 40 km di sebelah utara Kota Makassar.

Rammang-rammang di Maros menyajikan pesona pegunungan karst yang begitu luas. Kawasan ini merupakan pegunungan batu kapur . Rammang-rammang menghadirkan keindahan pegunungan karst yang begitu luas, dengan sungai dan area sawah yang cantik.

Selain menyajikan pegunungan kapur, pemandangan matahari terbit juga menjadi incaran para turis. Agar tak terlewat menikmati matahari terbit, sebaiknya datang pagi-pagi. Rammang-rammang bisa dikunjungi sejak subuh bagi para penikmat sunrise.

Berwisata ke Rammang-rammang disarankan pagi hari, karena pada siang hari matahari bersinar terik. Untuk menikmati keindahan karst, turis harus menggunakan perahu. Juga tersedia perahu untuk mengantarkan turis ke Kampung. Harga sewa perahu berbeda tergantung dengan muatan maksimalnya.

Rammang-rammang terdiri pegunungan batu Karst yang dibelah oleh sungai Pute. Pada ujung sungai jika berjalan sampai di ujung Kampung Berua ada Telaga Bidadari dan juga Gua Bulu’ Barakka dan Gua Pasaung.

Kawasan ini semakin indah dengan latar kampung petani di sekitar pegunungan karst, maka disarankan untuk mengunjungi tempat ini saat sawah sedang hijau. Diantara bentangan sawah ini juga terdapat beberapa pohon lontar yang menambah indahnya pemandangan.

Agar bisa lebih maksimal wisata di Ramang-ramang, ada enam tips bisa disimak sebelum memulai petualangan:

01. Berangkat pagi

Selain menyajikan pegunungan kapur yang keren, pemandangan sunrise juga tersaji dengan indahnya di Rammang-rammang. Agar tak terlewat menikmati matahari terbit, sebaiknya datang pagi-pagi. Tempat wisata ini memang sudah bisa dikunjungi sejak subuh bagi para penikmat sunrise. Dengan datang pagi, punyai lebih banyak waktu untuk jelajah Rammang-rammang dengan cuaca yang adem. Ketika siang datang, matahari bersinar dengan begitu teriknya.

02. Siapkan uang tunai

Sebelum berangkat, sediakan uang tunai yang nantinya akan dipergunakan untuk membayar sewa perahu. Salah satu spot menikmati alam Rammang-rammang adalah di Kampung Berua yang memang harus dicapai dengan perahu. Harga sewa perahu berbeda tergantung dengan muatan maksimalnya. Perahu untuk 1-4 orang harga sewa pulang pergi dari dermaga awal ke Kampung Berua Rp 200 ribu per perahu. Untuk yang muat hingga 7 orang Rp 250 ribu, sedangkan yang cukup untuk lebih dari 10 orang Rp 300 ribu. Kalau kamu datang beramai-ramai akan lebih asyik. Karena bisa patungan untuk bayar ongkos perahu.

03. Kenakan sepatu atau sandal gunung
Setelah tiba di Kampung Berua, bisa trekking di sekitaran pegunungan batu kapur. Pada beberapa sisi, harus melewati jalan setapak di sela-sela area sawah. Beberapa sisi jalan itu basah dan licin. Sebaiknya jangan pakai sandal jepit. Gunakanlah sepatu atau sandal gunung agar trekking jadi lebih nyaman dan mengurangi kemungkinan terpeleset.

04. Pakai topi dan sunblock

Jelajah hingga siang hari, seringkali cuaca terasa begitu panas. Untuk melindungi kulit dari sinar matahari, gunakan sunblock secukupnya sebelum mulai menjelajah. Topi dan kacamata hitam juga bisa digunakan agar wisata semakin nyaman. Buat yang lupa bawa topi jangan khawatir. Tersedia jasa penyewaan topi caping ala petani untuk wisatawan. Harga per topinya sekitar Rp 3.000.

05. Bawa tisu atau handuk kecil

Trekking sambil ditemani matahari yang bersinar terik tentu membuat peluh bercucuran. Jangan lupa bawa tisu atau handuk untuk mengelap keringat. Selain itu, air minum botolan juga sebaiknya dibawa agar tidak dehidrasi. Yang penting, jangan buang sampah botolnya sembarangan ya.

06. Menikmati sajian lokal dengan view karst

Usai seru-seruan trekking, bisa mampir ke Rammang-rammang Cafe. Letaknya di tepi sungai yang tak jauh dari dermaga keberangkatan. Di sini bisa menikmati menu lokal di restoran terbuka, dengan latar pegunungan kapur yang eksotis. Selamat menjelajah. (*/bbs)

LEAVE A REPLY