Kunjungan Wisata Yogya Belum Terpengaruh Kenaikan Harga Migas

0
690

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kenaikan harga Migas seperti naiknya harga gas elpiji 12 kilogram, kenaikan harga BBM dan kenaikan tarif dasar listrik, ternyata tidak punya pengaruh banyak pada sektor pariwisata di Yogyakarta, khususnya wisata Pantai di Kabupaten Bantul, DIY.

Dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2014 sebesar Rp9,8 miliar, hingga awal Desember 2014 sudah mampu diraih Rp8,6 miliar, artinya tinggal Rp600 juta lagi mampu memenuhi target PAD dari sektor pariwisata.

“Saya rasa tidak ada pengaruhnya kenaikan BBM dan lainnya. Semakin banyak pendapatan asli daerah semakin banyak wisatawan yang datang,” kata Bambang Legowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Bantul, DIY, kepada VIVAnews, Selasa (16/12/2014).

“Ibarat orang lagi stres justru mencari pelarian berwisata dari pada memikirkan kebutuhan hidup yang naik terus,” tambahnya seperti dilansir laman Vivanews.co.id

Diperkirakan dampak dari berbagai kenaikan gas elpiji hingga BBM bersubsidi baru akan dirasakan tahun 2015 mendatang karena kebanyakan wisatawan yang datang ditahun 2014 sudah melakukan kontrak dengan biro wisata sebelum BBM naik.

“Jadi istilahnya jika rugi yang menanggung biro wisata karena terikat kontrak. Namun biasanya ada negosiasi penyesuaian tarif sehingga saling menguntungkan antara biro wisata dan wisatawannya,” jelasnya.

Diakui Bambang, terbanyak tujuan wisata ke Bantul adalah ke Pantai Parangtritis yang diperkirakan mencapai 80 persen wisatawan sehingga PAD dari obyek wisata Pantai Parangtritis paling tinggi.

“Kita juga telah membuat bangunan yang menjadi ciri khas pantai Parangtritis dan kini banyak wisatawan yang berfoto di icon baru Pantai Parangtritis tersebut,” terangnya. ****

LEAVE A REPLY