Kunjungan Turis Tiongkok ke Korsel Anjlok 40 Persen

0
203
OByek Wisata Junhae Gunhangie Korea Selatan

BEIJING, Bisniswisata.co.id: Sistem rudal pertahanan milik Amerika di Korea Selatan atau yang dikenal dengan Terminal Hight Altitude Area Defensi (THAAD) ternyata membuat pemerintah China marah.

Seperti dikutip ChannelNews Asia, Selasa (25/4/2017) kasus ini telah membuat pemerintah China melarang kelompok wisata asal China untuk berkunjung ke Korsel sejak 15 Maret.

Dilaporkan sejak aksi boikot itu diterapkan, jumlah pengunjung ke negara tersebut pun merosot 40%, kata data statistik. Meski demikian, Washington dan Seoul menampik tuduhan China dengan mengatakan THAAD adalah murni untuk tujuan defensif. Namun Beijing tetap khawatir terminal itu dapat merusak penghalang nuklirnya.

Tercatat jumlah wisatawan pada bulan lalu turun menjadi 360.000 dibandingkan tahun lalu yakni sekitar 600.000. Total pengunjung turun 11,2% (yoy) menjadi 1,23juta, kata Korea Organization Tourism (KTO).

Lotte Duty Free juga telah melaporkan penjualan ke pelanggan China turun 40% sejak larangan itu diberlakukan.Penurunan wisatawan China juga telah menimbulkan efek pada sejumlah toko di Korea Selatan, yang mencatat penurunan 70% dari total penjualan, kata juru bicara Lotte.

Raksasa ritel Korea Selatan tersebut harus menutup 85 dari 99 gerainya di China setelah Korsel setuju untuk menyediakan lapangan golf di Korea Selatan untuk pembangunan THAAD. Akumulasi kerugian dari aksi boikot oleh pemerintah China ini diperkirakan mencapai US$1 miliar pada semester pertama 2017. (*/cna)

LEAVE A REPLY