Kumuh, Kotor, Jalan Rusak Warnai Wisata Kuliner Kampung Ujung

0
400
Kuliner ikan laut di Labuan Bajo

LABUAN BAJO, Bisniswisata.co.id: “Welcome Culinary Center Kampung Ujung, Labuan Bajo, West Manggarai”. Itulah tulisan berbahasa Inggris di pintu gerbang, tempat menyambut tamu yang sebagian besar turis asing, hendak menyantap ikan bakar sambil menikmati matahari terbenam.

Dari tempat itu pula, mereka dapat menyaksikan kegiatan di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagian lain yang datang ke tempat itu, adalah wisatawan lokal.

Tom, seorang turis asal Inggris, tampak begitu lahap menghabiskan ikan kerapu bakar besar dan cumi bakar dengan sambal yang pedas ditambah lalapan berupa terung goreng, mentimun, kacang panjang, dan daun kemangi. “No problem”, kata Tom saat ditanya apakah tak bermasalah dengan sambal pedas. Umumnya masyarakat Eropa kurang suka sambal, karena rasa pedasnya mampu mengalahkan makanan utama.

Dengan warna kulit merah terbakar matahari, tanpa mandi lagi di hotel, pemuda Inggris itu langsung datang ke Kampung Ujung untuk menikmati ikan bakar. Dia melakukan trip wisata ke Pulau Padar, kemudian melihat komodo di Pulau Komodo, berlanjut menikmati Pantai Ungu (pink beach) yang diakhiri dengan snorkeling.

Masih satu meja panjang dengan Tom, ada dua turis asal China juga dengan kulit merah terbakar matahari, tampak asyik menikmati ikan bakar ukuran besar, cumi goreng, ditemani sambal pedas, dan lalapan, serta minuman bir. “Hampir tiap malam, wisata kuliner Kampung Ujung dipenuhi turis asing,” kata Astri, salah seorang pengelola tempat makan di Kampung Ujung.

Walaupun deretan tenda makan di Kampung Ujung tampak kumuh dan kotor, tampaknya hal itu tidak mengurangi minat turis asing menjejali tempat wisata kuliner di Labuan Bajo.

Daya tarik utama turis asing menikmati ikan bakar di Kampung Ujung karena ikan-ikan yang dibakar merupakan ikan segar. Dibeli di pasar ikan pagi hari kemudian dijual dan dibakar sore hingga malam harinya.

“Kami semua pedagang makanan di sini menjual ikan bakar segar yang dibeli pagi tadi di pasar. Ikan yang tidak laku, besoknya langsung dijadikan ikan asin untuk dijual di pasar,” kata Ahmad, warga Labuan Bajo, asal Bugis.

Wisata kuliner Kampung Ujung yang memenuhi sepanjang Jalan Ir Sukarno-Hatta Labuan Bajo, sebagian besar menyajikan menu utama ikan bakar dan ikan kuah asam. Kawasan tersebut, sebagian besar dipenuhi turis mancanegara.

Bagi yang bosan ikan bakar, ada juga menu ayam goreng dengan sambal lalapan, serta nasi goreng.

Warga setempat menjajakan berbagai tangkapan hasil laut, di antaranya ikan kerapu, kakap merah, bawal, kueh, cumi, dan udang segar, serta ikan kuah asam. Berbagai minuman jus buah, seperti jus jeruk, avokad, dan lainnya juga dijual di tempat itu.

Sebagian besar turis memesan menu ikan bakar, tetapi banyak juga memesan ikan goreng, “Jika tamu ramai, pendapatan warung makanan laut di sini bisa mencapai Rp6 juta per malam dan jika sepi sedikitnya pendapatan kami sekitar Rp3 juta per malam,” ucap Astri.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Theodorus Suardi mengatakan bisnis kuliner Kampung Ujung yang dilakoni masyarakat setempat merupakan salah satu dampak positif dari wisata bahari Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Wisata kuliner Kampung Ujung, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, berada di Jalan Sukarno-Hatta, berada di pantai tepatnya di samping pelabuhan pelayaran rakyat dan pelabuhan kapal Labuan Bajo.

Para turis yang menikmati ikan bakar di Kampung Ujung bisa menyantap lezatnya makanan dan minuman sambil menikmati tenggelamnya sang surya yang selalu indah, serta melihat kegiatan pelabuhan.

Wisata kuliner Kampung Ujung dimulai setiap pukul 17.00 Wita hingga tengah malam. “Jadi para turis menikmati ikan bakar sambal melihat keindahan matahari tenggelam yang membuat langit merah merona serta bagus untuk berfoto. Inilah daya tarik wisata kuliner di sini,” kata Ahmad.

Walaupun lingkungan wisata kuliner Kampung Ujung terkesan kumuh, kurang bersih, ditambah jalannya kurang bagus, hal itu tidak mengurangi minat para tamu untuk datang. Sebagian besar turis asing datang dan menikmati lezatnya makanan hasil laut yang masih segar dengan keindahan pemandangan laut dan pelabuhan.

Hampir semua warung makan di tempat itu tidak dilengkapi dengan sarana air bersih. Tidak ada saluran air bersih untuk mencuci piring dan gelas. “Salah satu kesulitan di Manggarai Barat selama ini adalah minimnya pasokan air bersih,” kata Theodorus seperti diunduh laman Antaranews, Kamis (27/04/2017).

Sumber air bersih masyarakat Manggarai Barat berasal dari air pegunungan dari kabupaten tetangga di Pulau Flores itu. Debit airnya sangat deras dengan volume besar sehingga sering membuat pipa-pipa saluran air pecah.

Begitu juga dengan infrastruktur jalan di kawasan Pelabuhan Labuan Bajo yang kurang baik, menimbulkan debu beterbangan hingga menerpa tempat wisata kuliner Kampung Ujung. “Kami akan terus meningkatkan berbagai infrastruktur ekonomi untuk mendukung sektor pariwisata Labuan Bajo dan Komodo,” katanya. (*/ano)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.