Kuliner Khas Semarang yang Merangsang

0
1418

SEMARANG, test.test.bisniswisata.co.id: Semarang kaline banjir, sepenggal lirik lagu ini begitu populer. Malah, menjadi “slogan” yang akhirnya melekat dengan kota Semarang. Padahal “Semarang kaline banjir” merupakan bagian dari lirik lagu yang dipopulerkan penyanyi keroncong Waljinah dengan judul yang sebenarnya adalah Jangkrik Genggong.

Namun di balik itu semua, Semarang menyimpan segudang kuliner yang merangsang dilidah, memiliki cita rasa yang khas dan layak dicoba untuk dinimati. Jangan pernah meninggalkan kota Semarang sebelum mencicipi aneka kuliner yang beraneka ragam, bercita rasa khas dan tradisional.

Nah, jika berwisata ke Semarang, jangan hanya menikmati panorama peninggalan Belanda Lawang Sewu, Kota Lama, Klenteng Sam Poo Kong, Pantai Marina, Museum Ronggowarsito, Gereja Katedral dan Majis Agung namun sekali-kali mampir di Jalan Pahlawan Semarang yang merupan sebuah jalan yang dapat bersantai untuk menyantap beberapa kuliner Semarang.

Atau Alun-alun Semarang di Simpang Lima yang juga menjajakan kuliner khas Semarang. Di malam hari, jalan ini menjadi kawasan wisata baru yang ramai dengan pengunjung, terlebih di akhir pekan.

Inilah beberapa kuliner khas Semarang:

1. Bandeng Presto

Salah satu oleh-oleh terkenal dari Semarang ini banyak dijajakan di deretan toko sepanjang Jalan Pandanaran. Salah satu yang terkenal ialan Bandeng Juwana. Bandeng presto ialah bandeng yang dimasak dalam panci bertekanan tinggi (presto). Dikemas dalam kemasan kedap udara, bandeng presto bisa awet berminggu-minggu jika disimpan dalam kulkas. Biasanya, bandeng presto digoreng begitu saja atau dibalut telur.


2. Lumpia Semarang

Lumpia Gang Lombok bisa jadi warung lunpia tertua. Warungnya terletak di dekat Klenteng Tay Kak Sie, sekitaran Pasar Johar Semarang. Mereka menyediakan dua jenis lunpia, basah dan goreng. Kulit lumpia terasa lembut dengan isian yang padat. Paduan rebung muda, udang dan telor terasa pas dan tidak berbau, enak dinikmati bersama saus dan daun bawang segar.
Satu lunpia dibanderol 10 ribu rupiah. Warung ini buka mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Tapi pada musim liburan atau akhir pekan, tidak jarang warung tutup sekitar pukul 13.00 -14.00 WIB saking banyaknya peminat.

3. Tahu Gimbal

Pedagang tahu gimbal di Semarang banyak terdapat di sekitaran Taman KB, depan SMA 1 Semarang, Jalan Menteri Supeno. Pilihan lain di sekitaran Masjid Baiturrahman, Simpang Lima Semarang. Namun sajian Tahu Gimbal yang terkenal ada di Plampitan. Buka siang hari dan tutup pukul 21.00 WIB. Harga rata-rata 8000-10.000 rupiah.
Racikan tahu gimbal terdiri dari potongan tahu goreng, lontong, tauge, telur ceplok, rajangan kubis mentah dan gimbal. Gimbal sendiri berwujud bakwan udang. Kemudian, campuran bahan itu diguyur saus kacang petis udang.


4. Wingko Babad

Penganan khas Semarang ini dikemas dalam besek atau kardus kotak, biasanya muat 20 bungkus. Wingko sendiri merupakan jajanan yang terbuat dari ulenan beras ketan dan kelapa yang dibakar. Rasanya gurih dan awet 2-5 hari walau dibuat tanpa bahan pengawet. Anda akan menemukan banyak wingko babat bermerek Dryana ataupun NN. Meniko. Selain di Jalan Pandanaran, wingko babat ada di Jalan Cenderawasih dengan merek ’Cap Kereta Api’, D Muljono.
D. Muljono merupakan pionir usaha wingko di Semarang. Dia berasal dari desa Babad, Jawa Timur. Dari situlah nama Wingko Babad berasal. Bersama istrinya, D. Muljono merintis bisnis ini sejak 1946. Satu bungkus wingko dijual dengan harga 2000 rupiah.


5. Tahu Pong

Tahu Pong enak dicamil, berwujud tahu goreng garing dan gurih, yang dalamnya kosong (kopong). Karena itu dinamai tahu pong. Di Semarang, penjual tahu pong terkenal ada di Jalan Gajah Mada. Tempat ini mudah dicapai dari Simpang Lima, berjarak dua kali perempatan lampu merah.
Tahu Pong enak dimakan saat panas, dicocol petis udang yang encer, berteman acar dan ulegan kasar cabai hijau. Biasanya tahu pong disajikan dengan gimbal udang dan telur bulat yang digoreng. Kemudian dimakan dengan cocolan petis tersebut. Harga satu porsi berisi 6 tahu pong 6000 rupiah. Tapi jika ingin versi lengkap tahu pong, gimbal udang dan telor, siapkan 12 ribu rupiah untuk seporsinya.


6. Pisang Plenet

Mumpung masih di seputaran Gajah Mada, sempatkan mencoba pisang plenet. Dalam bahasa Jawa, plenet berarti penyet. Diplenet berarti dipenyet atau ditekan. Pisang dibakar di atas bara api hingga layu dan berwarna kecokelatan, lalu diplenet menggunakan papan kecil seperti talenan. Kemudian pisang dioles margarin. Ada tiga pilihan rasa, yaitu meises, selai nanas dan gula putih. Selanjutnya, satu pisang plenet lainnya ditangkupkan, seperti sandwich.
Untuk pisang plenet, digunakan pisang kepok raja yang benar-benar manis dan berwarna kuning. Satu porsi pisang plenet dijual dengan harga 6000 rupiah.

7. Es Cong Lik

Es puter khas Semarang ini terkenal karena cita rasa buah yang segar. Es Cong Lik tersedia di Warung Semawis, Pecinan, Semarang. Ada juga penjual Es Cong Lik di depan RS Telogo Rejo ataupun di Simpang Lima, di samping Hotel Citraland. Porsinya kecil, sekitar 1-2 scoop es. Harga rata-rata 9.000-12.000 rupiah.
Cong Lik sendiri berasal dari kata “Kacung Cilik” atau pembantu kecil. Sebab pemilik es puter ini, Sukimin, saat kanak-kanak dulu pernah menjadi pelayan orang Jepang yang tinggal di Hotel Jansen, Semarang.


8. Kue Lekker Paimo

Jauh sebelum ragam crepes melanda mal ibu kota, Semarang sudah punya kue lekker. Yang terkenal ialah kue lekker Paimo. Sudah beroperasi sejak 1978 di lapak kaki lima depan SMA Kolose Loyola, Jalan Karanganyar Semarang. Tidak terlalu jauh dari Rumah Sakit Telogorejo, Semarang.
Yang istimewa dari kue lekker Paimo ialah sambal pedas dan isiannya. Kalau biasanya kue lekker tersaji tipis dengan isian gula pasir, meises ataupun potongan pisang, maka kue lekker Paimo tersaji dalam dua ketebalan.

9. Mie Kopyok

Makanan yang dijual di pagi hari ini berupa mie kuning dicampur tauge dan remah karak atau gendar, semacam kerupuk dari nasi. Kemudian, disiram kuah berupa air bawang putih, ditaburi daun seledri dan bawang goreng lalu diberi kecap manis.
Meski membuat mie kopyok sangat mudah, biasanya orang Semarang suka beli di salah satu penjual yang terkenal, Mie Kopyok Pak Dhuwur. Warung tenda sederhana ini terletak di Jalan Tanjung, di belakang kantor PLN. Harganya cuma 7000 rupiah saja.


10. Nasi Ayam Semarang

Nasi yang digunakan ialah nasi gurih, berlauk suwiran daging ayam, sambal goreng labu dan krecek, dilengkapi tahu bacem ataupun tahu putih dan kuning, serta telur pindang yang kecokelatan. Racikan itu kemudian diguyur kuah santan kuning yang gurih. Agar tambah sedap, lengkapi dengan sambal dan kerupuk. Jika suka, santap bersama sate jerohan yang tersedia.
Nasi ayam ada yang disajikan langsung dipincuk daun pisang, ataupun piring dengan alas daun pisang. Beberapa warung nasi ayam yang bisa dicoba ialah Nasi Ayam Bu Wido di Jalan Melati Selatan, Nasi Ayam Bu Nyoto di Jl MT Haryono (buka malam hari), serta Nasi Ayam Karangkojo di depan RS Telogorejo, Simpang Lima. Harganya 10 ribu rupiah, dengan krupuk gratis semau Anda. *****

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.