Kuartal I 2016, Hotel di Jakarta Hadapi Tantangan Berat

0
583
Hotel di Jakarta (Foto: www.thousandwonders.net)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Selama tiga bulan pertama tahun 2016, perhotelan di Jakarta menghadapi tantangan berat. Tingkat hunian rerata atau average occupancy rate (AOR) merosot signifikan sebesar 14,6 persen, menjadi 50,6 persen. Kinerja ini terburuk sejak 2013.

Kemerosotan terdalam dialami hotel-hotel di kawasan central business district (CBD) Jakarta sebesar 16,4 persen menjadi hanya 49,9 persen. Demikian halnya kinerja AOR di luar CBD Jakarta yang turun 13,4 persen menjadi 51,0 persen. Demikian laporan resmi hasil riset Colliers Internasional Indonesia, pada Ahad (10/04/2016).

Berdasarkan klasifikasi atau kelas bintang, kinerja hotel mewah di CBD Jakarta tercatat mengalami penurunan 18,2 persen menjadi hanya 47,0 persen.

Hal serupa terjadi di hotel-hotel mewah di luar CBD Jakarta. Bahkan, kinerjanya lebih parah, anjlok 24,5 persen dari sebelumnya 62,9 persen menjadi 47,5 persen. Sementara kinerja hotel kelas atas atau upper class tercatat tergelincir 11,5 persen menjadi 55,6 persen.

Sebaliknya dengan kinerja tarif rerata harian atau average daily rate (ADR). Hotel-hotel Jakarta memperlihatkan kinerja pertumbuhan 2,0 persen dari 80,59 dollar AS menjadi 82,18 dollar AS.

ADR hotel di luar CBD Jakarta naik signifikan 5,9 persen menjadi 59,97 dollar AS, sedangkan di dalam CBD justru turun 2,3 persen menjadi 120,28 dollar AS. Jika dipetakan dalam klasifikasi, ADR hotel emwah di pusat bisnis drop 7,7 persen meenjadi 175,74 persen.

Kendati lebih rendah dibanding kuartal IV-2015, namun kinerja ADR hotel kelas atas-atas (upper class) sedikit lebih baik, yakni hanya turun tipis 1,4 persen menjadi 119,17 dollar AS.

Sementara hotel kelas atas bertahan di tarif 75,61 dollar AS, dan hotel kelas menengah atas mengalami kejatuhan 7,7 persen menjadi 59,92 dollar AS.

Kinerja sebaliknya ditunjukkan hotel-hotel di luar CBD. ADR hotel kelas atas-atas merangsek 11,2 persen menjadi 86,38 dollar AS. Demikian halnya dengan ADR hotel kelas atas yang melonjak 10,8 persen menjadi 63,32 dollar AS.

Selain itu, riset Colliers International Indonesia mengungkap bisnis hotel di Jakarta, kini dikuasai jaringan bisnis perhotelan yang berbasis di Perancis. Accor Hotels mendominasi pasar Jakarta. Hingga kuartal I-2016, Accor meraup 28 persen pasar dari total 42.535 kamar dengan enam merek andalannya yakni Pullman, Grand Mercure, Mercure, Novotel, ibis, dan All Seasons.

Posisi kedua, ditempati Archipelago International dan Santika Hotels masing-masing dengan market share 24 persen. Keduanya meramaikan pasar hotel Jakarta dengan merek-mereka Aston, NEOHotel, Favehotel, Santika Premier, Santika, dan Amaris.

Menyusul Swiss-belhotel Hotels sebanyak 9 persen dengan merek Ciputra Hotel, Swiss-belhotel, Swiss-belresidences, dan Swiss-belinn. Peringkat empat dan lima ada InterContinental Hotel Group (IHG) dan Tauzia Hotels masing-masing 8 persen dan 7 persen. Keduanya mengandalkan Crown Plaza, Holiday Inn, Holiday Inn Express, Harris, dan Pop!hotel. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY