Kota Semarang Promosi Pariwisata Lewat Olahraga Triathlon

0
306
Para peserta ITU Coaching Course saat usai mengikuti latihan outdoor

SEMARANG, test.test.bisniswisata.co.id: Kota Semarang yang memiliki banyak gedung kuno dengan arsitektur gaya Eropa Abad 17 sangat menarik untuk menjadi destinasi obyek wisata bersejarah. Apalagi kota yang mendapat julukan ‘Little Netherland’ ini juga memiliki banyak pantai yang indah dan menawan untuk dinikmati saat pemandangan matahari terbenam pada waktu sore.

“Kota Semarang ini unik, tipografinya ada perbukitan dan pantai. Ini kekayaan yang harus dipromosikan menjadi obyek wisata alam yang menarik. Terutama untuk cabang olahraga triathlon yang membutuhkan venue di laut, alam perbukitan yang menarik, dan kota yang indah,” kata Mark Sungkar, Ketua Umum Federasi Triathlon Indonesia (FTI).

Dipilihnya Kota Semarang sebagai tempat ITU Coaching Course dan event triathlon internasional, menurut dia, karena kota ini potensial dan punya magnet pariwisata. ”Sebab triathlon itu sport tourism. Sehingga triathlon yang merupakan cabang olahraga gabungan renang, bersepeda dan lari ini bisa menjadi daya tarik pariwisata,” tuturnya.

Pelaksanaan ITU Coaching Course level 1 yang difasilitasi FTI – ITU (International Triathlon Union) di Kota Semarang pekan lalu, kata Mark, untuk memberikan pelatihan dengan materi teknik dasar renang, bersepeda dan lari dalam cabang olahraga triathlon.

”Renang dalam triathlon menempuh jarak jauh 1,5 km, jadi berbeda dengan renang biasa. Butuh kecepatan, dan tidak boleh berhenti. Juga bersepeda yang menempuh jarak 40 km, letak sepatu harus sudah di pedal. Untuk lari yang menempuh sejauh 10 km pun berbeda dengan atletik. Dalam olahraga triathlon yang berjarak total 50,5 km itu harus ditempuh selama 1 jam. Jadi benar-benar butuh endurance tinggi,” ungkap dia.

Mark Sungkar menjelaskan ITU Coaching Course level 1 ini diikuti peserta dari 18 negara, a.l. Malaysia, Korea Selatan, Hong Kong, Thailand, Singapura, Filipina, Belanda dan Indonesia. ”Sebetulnya Iran ingin ikut serta, tapi karena terlambat mengurus visa, akhirnya batal. Kursus kepelatihan level 1 ini diikuti para pelatih dan asisten pelatih guna mendapatkan sertifikat ITU. Mereka nantinya bisa mengajarkan ilmunya kepada pelatih lain di negaranya,” ucap ayah aktris Sheerin Sungkar ini.

Kursus kepelatihan untuk olahraga triathlon yang dilatih oleh seorang pelatih profesional dari Australia dan Filipina ini, dihadiri Ki Wookyong (ITU-ASTC Sport Development Facilitator), Lukman Niode (Sport Director SATLAK PRIMA), serta sejumlah pengurus FTI Prov. Jateng.

The lead ITU facilitator, Peter Clifford, mengatakan kursus kepelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu kepelatihan, “Dan saya harapkan mereka dapat mencapai keahlian dalam melatih dan memberikan jaminan (berprestasi) kepada para atlet yang dibinanya,” ujarnya.

Namun tujuan yang lebih penting dalam pengembangan kepelatihan ini, tegas Clifford, untuk pencapaian prestasi olahraga triathlon yang bisa berkembang cepat. Selama mereka mengikuti kursus kepelatihan ini mereka diajarkan mulai dari teori dan praktik yang dapat membentuk kecepatan gerak yang dibutuhkan dalam melatih atlet.

“Saya kagum melihat bakat mereka saat mengikuti kursus ini, mereka berkembang dan lebih baik dalam mengikuti latihan setiap sesi. Mereka menggairahkan saya untuk melanjutkan tanggung jawab saya sebagai fasilitator dalam pendidikan kepelatihan ITU,” ujarnya. (Arief Rahman Media)

LEAVE A REPLY