Korupsi di Kemenbudpar, Jero Wacik Diperiksa KPK

0
448
Bekas Menbudpar Jad tersangka Korupsi (foto: http://borneomagazine.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kasus pemerasaan di Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), yang ditangani penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali bergulir. Kamis (9/4/2015), KPK menjadwalkan pemeriksaan bekas Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di Kemenbudpar.

Terkait kasus yang menjeratnya, polistisi Partai Demokrat menggugat praderadilan KPK soal penetapannya sebagai tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi. Jero yang juga merupakan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu dijerat KPK dalam kasus dugaan pemerasan di Kementerian ESDM dan dugaan pemerasan di Kemenbudpar.

“Meski Jero Wacik (JW) tengah mengajukan praperadilan, namun penyidikan kasus ini tetap berjalan. Hari ini, JW diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka di Kemenbudpar,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/4/2015).

Dalam panggilan sebelumnya, lanjut dia, Jero tak memenuhi panggilan pemeriksaan dengan alasan menunggu proses praperadilan. Namun, KPK menganggap alasan Jero Wacik mangkir dari panggilan itu tidak masuk akal.

Karena itu, lanjut Priharsa, penyidik berwenang melakukan upaya hukum, salah satunya dengan panggil paksa jika Jero kembali mangkir. “Ada kewenangan-kewenangan penyidik di dalam KUHAP yang dipertimbangkan dilakukan panggilan,” kata
Priharsa.

Kasus Kemenbudpar, dugaan korupsi yang dilakukan Jero Wacik saat menjabat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2008-2011, terkait penggunaan anggaran untuk memperkaya diri atau orang lain saat masih menjabat sebagai Menbudpar. KPK menaksir kerugian negara yang disebabkan Jero senilai Rp 7 miliar.

Perbuatan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU No 31 tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001, dengan ancaman hukuman selama 20 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar.

“Ditetapkan status tersangka mantan Menbudpar itu, berdasarkan laporan masyarakat juga hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan penyidik, selama JW diperiksa KPK,” jelasnya.

Selain kasus korupsi di Kementrian yang menanganai pariwisata dan kebuadayaan, KPK juga menetapkan Jero sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di Kementerian ESDM. Dalam kasus tersebut, penetapan Jero sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan di Sekretariat Jenderal ESDM yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal ESDM Waryono Karno.

Selama menjadi Menteri ESDM, Jero melalui Waryono dan bawahannya yang lain diduga memeras sejumlah rekanan pengadaan di kementerian tersebut. Terhitung sejak tahun 2011 hingga 2013, menurut KPK, total uang yang diperoleh Jero dari pemerasan itu mencapai Rp 9,9 miliar. (endy)

LEAVE A REPLY