Komunitas Skateboarder Berekreasi di Belantara Beton Kota

0
36
Komunitas Senayan Skateboarder Berekreasi (Foto: insurgent distribution - WordPress.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bermukim di “belantara beton” kota Jakarta tidak membuat segelintir orang kehabisan ide untuk berekreasi. Itulah filosofi yang dianut penggemar olahraga ekstrem papan seluncur (skateboard) di kota Jakarta.

Bagi komunitas skateboard di Indonesia, nama Senayan Skateboarder tidak akan asing lagi. Komunitas ini sudah ada sejak tahun 1990-an, tepatnya tahun 1994. Anggotanya yang dulu muda kini sudah banyak yang beranak pinak. Tapi regenerasi masih terus dilakukan.

Bisa dikatakan komunitas ini adalah pelopor sekaligus penanggung jawab meriahnya kancah olahraga skateboard di Indonesia. “Sebenarnya tahun 1980-an juga sudah ada, tapi itu cuma buat orang-orang kaya aja sih,” ujar Johan Tambunan, salah satu “sesepuh” di komunitas Senayan Skateboarder, seperti dilansir laman CNNIndonesia, Sabtu (30/06/2018).

Pria yang akrab disapa Joni itu menuturkan eksistensi komunitas ini bukan tanpa pasang surut. Ia mengaku pernah ada masanya kegiatan Senayan Skateborder mati karena kesibukan para anggotanya. Hal itu terjadi sekitar tahun 2001.

Namun seiring dengan berkembangnya zaman dan bertambahnya arena bermain skateboard, komunitas ini akhirnya hidup kembali dengan semangat yang sama yakni tekun menggeluti segala teknik bermain skateboard.

Ia mengenang tahun 1990-an teknologi tidak ada apa-apanya jika dibanding saat ini, namun hal itu tidak menyurutkan niat para pecinta papan seluncur. “Zaman saya dulu belajarnya dari majalah, dari sana kami lihat posisi kaki para pemain profesional dari luar negeri. Atau kalau ada yang punya pemutar VHS, kami nonton bareng sambil ngebahas. Jadi kami dulu belajarnya bareng-bareng,” kata Joni.

Namun intinya balik lagi ke mental pemainnya, tekun apa tidak. Kalau cuma gaya-gayaan ya gak bakalan bisa, walau sekarang media belajarnya sudah canggih. Untuk bergabung dengan Senayan Skateboarder, Joni melanjutkan, cukup datang dan bawa skateboard, jelasnya.

Menurutnya membawa papan itu menjerumus wajib, karena hal itu terkait dengan kebiasaan setiap pemain yang berbeda-beda. “Skateboard gak pakai syarat dan skateboard gak pakai politik. Di atas skateboard kita semua sama,” ujar Joni.

Terkait olahraga skateboard yang masuk sebagai cabang olahraga di ajang Asian Games 2018, Joni menyambutnya dengan gembira.

Joni mengatakan perkembangan olahraga ini menuju ke arah yang semakin baik, hal itu terlihat dari adanya kaum hawa yang terpilih sebagai atlet untuk kontingen Indonesia pada tahun ini. “Zaman saya dulu gak ada tuh cewek main skateboard, sekarang banyak banget,” kata Joni. (NDY)

LEAVE A REPLY