Komunitas Seni Bulungan Lelang Lukisan Untuk Dukung Kegiatan Seni Remaja

0
102

Team 7 Bulungan ( KSB) penyelenggara kegiatan bersama pendukung acara

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Komunitas Seni Bulungan dan Masterpiece Auction sekenggarakan lelang lukisan untuk membangkitkan semangat berkesenian di Gelanggang Remaja Jakarta Selatan, kata Wita Dahlan, juru bicara Team 7 Bulungan, penyelenggara kegiatan.

“ Lelang berlangsung hari Minggu, 27 Agustus 2017. Kami harapkan kehadiran para kolektor, industri perhotelan yang banyak membutuhkan karya seni serta perusahaan-perusahaan yang peduli pada karya cipta pelukis Indonesia untuk memajang karya seni mereka,” kata Wita Dahlan, juru bicara Team 7 Bulungan, penyelenggara kegiatan.

Bekerjasama dengan Komunitas Seni Bulungan (KSB) menyertakan lukisan-lukisan para perupa dari Sanggar Lukis Garajas, bagian dari KSB. Sejumlah penggiat seni dari Komunitas Seni Bulungan – penyair, sastrawan, perupa, wartawan, pekerja film, dan pemain teater – tampak memenuhi ruang pameran Masterpiece Auction sore, 26 Agustus. Mereka mendukung kegiatan lelang ditempat yang sama.

Diskusi awali kegiatan sehari sebelum lelang

Wita mengatakan pihaknya mengundang para kolektor dan peminat lukisan dan masyarakat umum yang dikemas dalam sebuah acara diskusi, hiburan dan pembacsan puisi oleh para tokoh seniman yang tergabung dalam Komunitas Seni Bulungan.

Acara digelar menghadirkan kritikus dan penulis buku-buku seni rupa, Agus Dermawan T. Dalam pemaparannya “Historiografi Pelukis untuk Sinema”. Agus antara lain membahas kisah hidup beberapa pelukis ternama di dunia termasuk dua maestro Indonesia, Raden Saleh dan Basuki Abdullah.

“Kisah hidup mereka amat layak difilmkan. Sejarah menengarai, pada umumnya kisah hidup para pelukis terkenal memiliki nuansa human interest yang kental, dengan di dalamnya melibatkan kompleksitas persoalan keluarga, sosial, budaya, ekonomi bahkan politik.”

Pemaparan Agus seakan diamini oleh Tino Saroengalo, penggiat film, aktor dan produsen film, yang membahas “Film sebagai Seni rupa Bergerak”. Tino adalah peraih penghargaan pada Festival Film Asia Pacific dan Piala Citra untuk film dokumenternya, yang juga anggota Komunitas Seni Bulungan.

Dia mengingatkan bahwa film bisa dibilang berhasil menggabungkan berbagai unsur kesenian menjadi satu kesatuan yang bisa dinikmati untuk memenuhi selera manusia akan kebutuhan hiburan.

Berbagai unsur kesenian bisa ditampilkan di dalam film, mulai dari yang berwujud hingga bunyi-bunyian yang tidak berwujud. “Film tidak hanya bisa dibilang sebagai seni rupa bergerak tapi mungkin seni rupa yang paling lengkap sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan oleh pembuat filmnya.” kata Tino.

Lukisan karya sejumlah pelukis Sanggar Garajas di Masterpiece 

Lelang yang diselenggarakan oleh Masterpiece Auction, kali ini ada karya dari 7 perupa Garajas yang disertakan, setelah lulus dari proses seleksi. Beberapa karya perupa Garajas berhasil terjual pada lelang di bulan-bulan sebelumnya.

Sebagian dari hasil penjualan lukisan akan dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kegiatan yang akan membangkitkan semangat berkesenian di Gelanggang Remaja Jakarta Selatan.

Inisiatif ini timbul dari kekhawatiran terhadap semakin kendurnya minat remaja akhir-akhir ini dalam berkesenian. Nina dari management Masterpiece dalam sambutan pembukaannya mengatakan bangga mendukung kegiatan penggalangan dana demi kebaikan para remaja ini.

“Menarik sekali mendengar seni rupa dibahas dari perspektif berbeda kali ini” kesan Nina.

Diskusi diramaikan juga dengan pembacaan puisi oleh beberapa penggiat budaya dan pertunjukan musik oleh grup pemusik jalanan yang telah dimentori para anggota senior KSB.

Yudhistira ANM Massardi, sastrawan dan wartawan senior, membacakan sebuah puisi dari kumpulan puisinya yang akan terbit dalam waktu dekat. Semua penampilan ini merupakan representasi dari berbagai kegiatan seni yang diharapkan akan marak kembali di kalangan remaja kelak, kara Wita Dahlan.

 

 

LEAVE A REPLY