Komunitas Seni Bulungan & Museum Seni Rupa Gelar Jakarta @ Now

0
58

 

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Komunitas Seni Bulungan menggali proses kreativitas  kaum muda melalui lomba lukis sketsa Jakarta @Now dan menghasilkan lima pemenang yang berhasil menyisihkan 100 peserta, kata Wita Maharajo Dahlan, panitia penyelenggara, hari ini.

Menggandeng Musium Seni Rupa dan Keramik bersama Sanggar Lukis Garajas, pihaknya menetapkan Elvina Risha, Juara 1, Phiencent, Juara 2, Daffa Syariq, Juara 3, Dionie Nasywa, Juara Harapan 1 dan Magenta Muda, sebagai Juara Harapan 2.

“Para pemenang mendapatkan hadiah uang, trophy, sertifikat dan alat lukis, mereka mengalahkan hampir 100 peserta tingkat SLTP-SLTA dari sekolah-sekolah di Jakarta dan seputarnya” kata Wita dari Komunitas Seni Bulungan.

Lomba diadakan pada tanggal 24 Juni lalu dan peserta diarahkan untuk membuat sketsa dari bangunan-bangunan di seputar Kawasan Kota Tua dengan berbagai aktivitasnya.

Sebelum lomba, peserta diberikan workshop kilat mengenai pemahaman dan seluk-beluk pembuatan sketsa.  “Tidak semua peserta memahami apa itu sketsa, sebagian masih membuat karyanya sebagai “painting”, bukan sketsa,’ ujar Jan Praba, salah satu juri.  

Meski begitu, banyak sekali karya bagus yang masuk, dan ini dibuat dalam waktu 2 jam-an saja.  Ternyata ada banyak talenta di kalangan kawula muda di luar sana.

“Jadi tinggal bagaimana kita membantu mereka menggali kreativitas dan skill mereka.”   imbuh Wita Maharajo-Dahlan, panitia dari pihak Sanggar Lukis Garajas.

Menurut dia, kegiatan yang diselenggarakannya  ini bukan sekedar mengadakan lomba tapi merupakan serangkaian acara sejak 24 Juni hingga 1 Juli 2018.

Kegiatannya a.l diskusi “Menggali Proses Kreativitas Seni Rupa di Zaman Now”  di Museum Seni Rupa dan Keramik yang ditujukan kepada para guru seni rupa dan pembina sanggar lukis.  Setelah diskusi diharapkan peserta memperoleh inspirasi baru dalam memancing kreativitas anak didiknya.  

Setelah itu disusul oleh  workshop menggambar komik yang digelar bagi siswa Sekolah Master Depok.  Seperti kita ketahui Sekolah gratis Master Depok yang didirikan di tahun 2000 di Jl. Margonda Raya adalah sekolah yang menampung anak jalanan dan kaum dhuafa untuk menuntut ilmu tanpa dikenakan biaya.

Keseruan dan suara-suara girang meningkahi workshop yang diikuti oleh 45 anak dari keluarga-keluarga yang kurang beruntung ini.  Anak-anak antusias mendapat bimbingan langsung dari para pelukis senior dari Sanggar Garajas bagaimana tekhnik membuat komik.

“Kegiatan kami yang masih  berlangsung hingga 1 juli 2018 adalah pameran lukisan anggota Sanggar Garajas lintas generasi bertajuk Pameran Seni Rupa “Jakarta @Now” yang digelar oleh Museum Seni Rupa & Keramik bekerjasama dengan Sanggar Lukis Garajas-Komunitas Seni Bulungan,” jelas Wita.  

Pameran  ini dibuka oleh Kepala Infobang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Alberto Ali.  Di antara hadirin hadir perupa senior Ipe Ma’aruf, Ketua Garajas Lukman Hakim, penulis dan penyair Yudhistira ANM Massardi dan entertainer Ijul Jiunk yang juga merupakan anggota Garajas.

Peserta pameran apresiatif ini merupakan anggota Garajas dari berbagai angkatan dan aliran, termasuk karya-karya perupa yang telah memiliki tempat sendiri di kalangan kolektor seperti Probo, Yos Soesilo, Irenk Halimun dan DN Koestolo.

Menyikapi pengunjung yang membludak, Esti Utama, Kepala Unit Pengelola Museum Seni, mengungkapkan kegembiraannya, “Memang ini yang kami inginkan, mendekatkan Museum kepada masyarakat dan mendekatkan juga perupa kepada masyarakat,” ungjap Esti.

Dia mengaku keguatan ini menumbuhkan harapan positif  apalagi antusias pengunjung tinggi bukan hanya mengamati, memotret lukisan dan membuat swa-foto dengan latar belakang lukisan.

“Ini membuktikan bahwa masyarakat awam siap meng-apresiasi seni rupa dan pada akhirnya akan memotivasi mereka juga untuk ikut berkarya.” kata Esti Utama.

Tentang Sanggar Lukis Garajas dan Komunitas Seni Bulungan, adalah para pemerhati dan praktisi seni yang berkreasi di Gelanggang Remaja Bulungan, Kebayoran Baru, dimana kini alumninya sudah menjadi para profesional, pejabat pemerintah dan seniman seperti Jan Praba yang kini menjabat sebagai Presiden Persatuan Kartunis Indonesia.

Sanggar Garajas didirikan 44 tahun yang lalu oleh Dimaz Pras.  Bersama sekelompok kecil pelajar mereka memulai aktifitasnya di Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (GRJS) yang lebih dikenal sebagai “Gelanggang Remaja Bulungan.”

Pada beberapa dekade itu berbagai kegiatan untuk remaja berlangsung penuh semangat di GRJS Bulungan: teater, tari, lukis, vokal group dll, selain olahraga.  Garajas terus berkembang dan menelurkan banyak perupa kondang, sebut saja beberapa a.l. Dimaz Pras (ilustrator Femina), Si Jon (ilustrator Gadis), Probo, Firdaus Alamhudi, S. Yadi, Loegiono, Yos Soesilo, DN Koestolo, Roy Genggam,), May Soebiakto (iconic sketcher Garajas).

Dari remaja yang menggeluti berbagai bidang seni di GRJS Bulungan tahun 1970-1990-an kemudia lahir komunitas para aktivis seni “Komunitas Seni Bulungan”.  Mereka adalah para penulis, jurnalis, perupa, aktor, novelis, pekerja film, entertainer, pekerja teater.

Komunitas Seni Bukungan inilah,  dimana Garajas merupakan bagian tak terpisahkan darinya, bersepakat untuk  merevitalisasi semangat kreativitas dan berkegiatan seni dari-dan-untuk-oleh remaja masa kini melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.

 

LEAVE A REPLY