Komunitas PPSSC Sukabumi Lepasliarkan Penyu Sisik

0
254
Penyu sisik dilepasliarkan

SUKABUMI, Bisniswisata.co.id: Penyu salah satu hewan purba yang masih hidup hingga kini. Ilmuwan memprediksi, penyu seusia dinosaurus, ada sejak zaman Jura (145 – 208 juta tahun lalu). Saat ini di dunia, ada 7 jenis kura-kura laut yang masih bertahan hidup bahkan terancam punah, diantaranya penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

Komunitas Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) Sukabumi bangga lantaran masih ada warga yang sadar dan peduli untuk mengembalikan seekor penyu sisik. “Kami kemarin menerima penyerahan sekor penyu dari warga Nagrak, Kabupaten Sukabumi,” terang relawan PPSC Sukabumi Ariel Solehudin kepada wartawan Kamis (6/7/2017).

Ariel melanjutkan, penyu sisik ini diserahkan warga karena mengetahui satwa jenis ini dilidungi dan terancam punah. Penyu sisik yang berukuran lumayan besar ini segera dilepasliarkan ke habitat asalnya di sekitar Pantai Loji, Kecamatan Simpenan, Sukabumi.
Pelepasliaran penyu ini dilakukan pada Kamis dengan dikoordinasikan bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Warga yang menyerahkan penyu, Ganda Sasmita menerangkan, penyu tersebut diperoleh anak dan teman-temannya pada saat berwisata di Pantai Cibangban, Kecamatan Cisolok, Sukabumi pada tiga hari yang lalu.

“Saya terkejut ketika anak saya membawa pulang itu dan segera berkoordinasi untuk menyerahkan kepada petugas agar bisa segera dilepasliarkan ke habitatnya,” cetus dia.

Pada saat di rumahnya, Ganda berupaya menjaga keselamatan penyu sisik agar bisa diserahterimakan dalam keadaan sehat. “Harapan saya penyu ini bisa kembali ke habitat asalnya sehingga bisa berkembang biak,” harapnya.

Penyu, satwa laut dengan sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Karena bernapas dengan paru-paru, satwa vertebrata dari kelas reptilia ini harus sesekali naik ke permukaan air untuk bernapas, meski sepanjang hidupnya berada di dalam laut.

Satwa pengelana laut ini dapat bermigrasi dengan jarak yang sangat jauh, yaitu bisa menempuh 3.000 kilometer dalam 58 – 73 hari.
Seperti kura-kura laut lainnya, penyu sisik memiliki bentuk tubuh yang datar. Rata-rata penyu sisik dewasa dapat tumbuh sampai satu meter dan berat sekitar 80 kg. Penyu sisik terbesar yang pernah ditangkap memiliki berat 127 kg.

Penyu sisik mempunyai karakter khas dibanding penyu lain yaitu bentuk kepala yang memanjang dengan rahang yang cukup besar dan memiliki mulut yang meruncing menyerupai paruh burung elang, sehingga dinamakan hawksbill turtle.

Cangkang penyu, atau karapaks, memiliki susunan latar belakang kuning dengan kombinasi garis-garis terang dan gelap yang tak beraturan yang didominasi oleh warna hitam dan bintik-bintik berwarna cokelat. Warna karapas penyu sisik yang bervariasi dan cantik menjadi salah satu alasan utama perburuan penyu sisik.

Salah satu karakteristik penyu sisik sangat mudah terlihat adalah susunan skat menghiasi karapaksnya. Karapaks penyu sisik memiliki lima skat tengah dan empat pasang skat lateral, dengan bagian belakang skat saling tumpang tindih, sehingga pinggiran belakang karapaksnya terlihat bergerigi, mirip dengan tepi gergaji atau pisau bistik.

Bentuk sisiknya yang tumpang tindih/over lapping (imbricate) seperti sisik ikan maka orang menamainya penyu sisik. Karapaks penyu tersebut diketahui dapat mencapai panjang satu meter.

Penyu sisik dapat ditemukan di beberapa tempat yang umumnya berada di daerah tropis Samudra Hindia, Pasifik, dan Atlantik. Dari seluruh spesies penyu, E. imbricata adalah satu-satunya spesies yang paling terikat dengan perairan tropis yang hangat. Dua subpopulasi utama yang diketahui adalah subpopulasi Atlantik dan Indo-Pasifik.

Untuk subpopulasi Indo-Pasifik, penyu sisik umumnya terdapat di pesisir timur Afrika, termasuk laut yang berada di sekitar Madagaskar dan kelompok pulau-pulau terdekat, dan di seluruh pesisir selatan Asia, termasuk Teluk Persia, Laut Merah, dan pesisir anak benua India dan Asia Tenggara.

Mereka muncul di sepanjang Kepulauan Melayu dan sebelah utara Australia. Di Pasifik, penyu sisik hanya terdapat di wilayah samudra tropis dan subtropis. Di bagian barat, hewan tersebut terdapat di sebelah barat daya Semenanjung Korea dan Kepulauan Jepang sampai sebelah utara Selandia Baru.

Penyu sisik dewasa biasanya ditemukan di terumbu karang tropis, beristirahat di gua-gua dan sekitaran terumbu karang sepanjang hari. Sebagai spesies yang bermigrasi sangat jauh, mereka dapat mendiami berbagai habitat, dari samudra terbuka sampai laguna dan rawa hutan bakau di muara. Seperti penyu muda lainnya, mereka digolongkan sebagai pelagik sempurna, yang tetap berada di laut sampai masa dewasa.

Penyu sisik kawin sebanyak dua kali dalam setahun di laguna terpencil yang berada di lepas pantai tempat mereka bersarang di pulau-pulau yang terpantau oleh kelompoknya. Musim berkembang biak penyu sisik Atlantik belangsung pada bulan April sampai November. Populasi Samudra Hindia, seperti populasi penyu sisik Seychelles, berkembang biak dari bulan September sampai Februari.

Setelah kawin, penyu sisik betina akan menyeret tubuhnya sampai ke pantai saat malam hari. Penyu betina membersihkan area di sekelilingnya dan membuat lubang yang digunakan untuk menyimpan telur dengan menggunakan sirip belakangnya, kemudian mengeluarkan telur-telur tersebut dari tubuhnya dan menutupinya dengan pasir. Penyu sisik selalu memilih kawasan pantai yang gelap, sunyi dan berpasir untuk bertelur. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY