Komunitas Pecinta Pantai & Bali Hotel Association Bersih-bersih Pantai

0
1088
Bersih-bersih pantai di Bali (foto_satuharapan.com)

MANGUPURA, test.test.bisniswisata.co.id: Sekitar 800 orang relawan dari Komunitas Pencinta Pantai, Quiksilver Indonesia, Yayasan ROLE Bali, Enviro Pallets dan para perwakilan dari 70 hotel yang tergabung dalam Bali Hotel Association membersihkan sampah di pantai wisata Pantai Seminyak, Pantai Tuban, Pantai Kuta, Pantai Nusa Dua, Pantai Sanur, Pantai Tanah Lot, dan sungai di Ubud. Sekitar 750 Kilogram sampah berhasil dikumpulkan. Kegiatan bersih-bersih sampah pantai ini, berakitan kegiatan International Coastal Cleanup 2015 ke 30.

Sejak tahun 1986, International Coastal Cleanup telah dilaksanakan dan menjadi gerakan terbesar dari para sukarelawan untuk mewujudkan kepedulian terhadap kelestarian laut di berbagai negara. Selama 29 tahun terakhir, International Coastal Cleanup menginspirasi jutaan relawan serta pelaku industri mancanegara untuk mengambil tindakan dengan membersihkan, menghitung dan mengumpulkan sampah berdasarkan kategori masing-masing seperti puntung rokok, plastik, serta bekas kemasan minuman yang banyak ditemukan di pantai. Hal tersebut dilakukan untuk menganalisa jenis sampah dan mencari tahu bagaimana cara mengurangi banyaknya sampah tersebut.

“Sering waktu, kami ingin terus mengembangkan program ini, Bali Beach Cleanup (BBCU), dan membangun kesadaran masyarakat bahwa setiap individu dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan pantai di mana pun ia tinggal. Hal inilah yang mendorong kami untuk berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk bersama-sama membersihkan sepanjang garis pantai Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran dan Sanur dalam kegiatan International Coastal Cleanup 2015 ini,’ ujar Indah Triyanti, pengerak kebersihan pantai dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (21/09/2015).

Di lingkup internasional, terdapat lebih dari 600.000 partisipan yang turut serta secara sukarela di 92 negara, dan telah berhasil mengumpukan lebih dari 12,3 juta sampah dari pelaksanaan International Coastal Clean Up sebelumnya.

Kegiatan bersih-bersih pantai di Kuta Selatan misalnya, dimulai pukul 7.30 Wita diikuti para relawan dari berbagai hotel, restoran, dan tempat hiburan yang tergabung dalam naungan SKBBA beserta para pedagang lokal dan siswa sekolah di wilayah Kuta Selatan. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok untuk bergerak bersama-sama sambil mengumpulkan dan mengelompokkan jenis sampah yang ditemukan di sepanjang pantai.

Setelah berburu sampah selama sekitar 90 menit, seluruh sampah yang terkumpul selanjutnya ditimbang di sekitar area Patra Jasa Bali Resort, Kuta, dan mencampai 328.84 kg. Data sampah kemudian diserahkan ke Bali Hotel Association untuk digabungkan dengan data dari anggota BHA lainnya di seluruh Bali. Hal ini merupakan wujud dukungan industri pariwisata Bali terhadap Ocean Conservancy yang mengumpulkan data tentang sampah dari seluruh dunia.

Data ini digunakan oleh “Ocean Trash Index” (OTI) untuk meningkatkan kepedulian dan mengidentifikasi tempat dengan temuan sampah yang tidak biasa serta mendukung agar dibuat kebijakan untuk mengurangi polusi di air dan lautan. “Ini merupakan kontribusi nyata kami untuk membantu pelestarian lingkungan hidup. Kami berkomitmen untuk menjaga Pantai Kuta Selatan sebagai tempat wisata yang cantik bagi seluruh wisatawan,” ujar Robert Kelsall, Ketua SKBBA, sembari mengingatkan pentingnya membuang sampah pada tempat yang telah disediakan untuk mendukung pariwisata Bali.

Kegiatan bersih-bersih pantai ini dilaksanakan secara rutin, terutama saat musim hujan, di mana sampah sering menjadi masalah. Puncak acara tersebut dimeriahkan dengan senam aerobik bersama untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan sebagai ucapan terima kasih kepada seluruh relawan. SKBBA merupakan asosiasi hotel, restoran, dan pusat hiburan yang bertujuan untuk mengembangkan industri pariwisata di area Pantai Kuta Selatan. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY