Komunitas Pecinta Alam Kembangkan Wisata Lintas Alam

0
214
Wisata alam Situ Cibeuerum

GARUT, Bisniswisata.co.id: Komunitas masyarakat pencinta alam tergabung dalam Jenggala mengembangkan wisata lintas alam yang dipadukan dengan beberapa kegiatan dasar semi militer di hutan Situ Cibeurum, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Wisata olahraga halang rintang berbasis alam dan lingkungan dipadukan dengan beberapa kegiatan dasar militer, merupakan hal yang baru. Ternyata peminatnya cukup banyak. Karena itu kita kembangkan menjadi daya tarik wisata olahraga dan mencintai alam,” papar Ketua Pelaksana Jenggala Mudtrek Lintas Alam Halang Rintang, Dikdik Hendrajaya, seperti dikutip laman Antara, Ahad (23/07/2017).

Dijelaskan, Situ Cibeureum merupakan danau di daerah Samarang Garut, memiliki beberapa tingkatan sesuai ketinggian tempatnya. Sejauh ini potensi situ hanya dimanfaatkan untuk Perkemahan disekitar danau yang dapat menampung sekitar 100 orang.

Daya tarik dari Kawasan Situ Cibeureum ini adalah adanya Camping Ground, Trek Downhill Mountain Bike, dan Pemandangan Alamnya yang asri. Juga ada ekowisata yang edukatif tentang proses sadapan getah pinus, proses pemanenan tanaman kopi, dan pembuatan persemaian kayu.

Kawasan wisata Situ Cibeureum terdapat di petak 21 dan 23 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tarogong BKPH Leles, lokasi tersebut dikelilingi oleh hutan alam dan hutan pinus. Lokasinya relatif dekat dengan tempat wisata yang lain, seperti lokasi Konservasi Elang Jawa yang dikelola BKSDA. Dilokasi ini terdapat 7 buah situ (danau) akan tetapi yang baru dilakukan pembukaan baru 2 lokasi situ.

Melihat kondisi itu, Situ Cibeureum sangat cocok untuk dikembangkan wisata alam. “Sebagai langkah awal pengembangan, kami mengadakan perlombaan halang lintas di medan berlumpur atau disebut Mudtrek,” papat Dikdik.

Lomba lintas alam bertemakan Mudrek Lintas Alam Halang Rintang. Nantinya, kegiatan olahraga lintas alam itu akan diselenggarakan 26 Agustus 2017. Diperkirakan seribuan peserta akan meramaikan kegiatan itu. “Kami sengaja mengemas agar para peserta bisa menikmati kesegaran alam dan sulit untuk melupakannya, sehingga rindu untuk melakukannya lagi,” tambahnya.

Kegiatan mudtrek atau trek lumpur baru pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Garut. Ia meyakini seluruh lintasan berlumpur dan berbagai halang rintangan akan menambah keseruan peserta. Terdapat jalur sejauh lima kilometer akan dilalui peserta kurang lebih selama 3,5 jam dengan bermacam rintangan, yakni menyeberangi lumpur dengan tali, melewati jaring laba-laba, merayap di lumpur, sampai permainan zigzag bambu dan seluncuran lumpur.

“Kegiatan yang kami selenggarakan ini bukan lomba, tapi ajang senang-senang, tidak ada hadiahnya, tapi diakhir lomba ada doorprize yang akan diberikan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut terbuka untuk umum yang akan dibagi menjadi 350 kelompok, setiap kelompok beranggotakan tiga orang dengan batas usia minimal 16 tahun. Pendaftaran Jenggala Mudtrek di Garut mulai 17 Juli hingga 20 Agustus 2017 dengan biaya pendaftaran Rp300 ribu per kelompok. (*/BBS)

LEAVE A REPLY