Kompetisi Kopi, Magnet Baru Wisatawan ke Bondowoso

0
315
Agro wisata kopi

BONDOWOSO, Bisniswisata.co.id: Kompetisi roasting atau penyangraian dan brewing teknik menyeduh kopi menjadi magnet baru pariwisata Bondowoso Jawa Timur, sekaligus menaikkan branding komoditas kopi lokal di wilayah Bondowoso ke pasar global.

“Kopi Indonesia, termasuk Bondowoso punya magnet besar menjadi kekuatan pariwisata. Kopi dikonsumsi di seluruh dunia, sedang semua daerah di Indonesia punya kopi-kopi unggulan. Ketika demand dan supplay sudah ada, tinggal mengkoneksi dengan manajemen yang bagus,” kata Bupati Bodowoso Amin Said Husni dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Bisniswisata.co.id di Jakarta, Kamis (31/08/2017).

Bupati Bondowoso yakin Festival Kopi Nusantara itu menjadi atraksi pariwisata Bondowoso. Terbukti sejak Jumat (25/8) ketika acara dibuka banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri, khususnya mereka penghobi kopi sengaja datang ke Bondowoso. “Festival ini salah satu cara menaikkan branding kopi agar jadi produk kelas dunia, harus ditangani dengan pendekatan yang serius dan konsisten,”.

Kompetisi tersebut diikuti oleh 60 pegiat kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Selama ini Bupati Amin Said Husni telah membuat branding Bondowoso sebagai Republik Kopi (BRK). Karena itu, festival dan kompetisi ini semakin populer bagi para penikmat kopi. Jenis kopi dari Bondowoso paling banyak digemari yakni kopi Arabika Java ijen raung yang merupakan asli kopi Bondowoso.

Kompetisi berlangsung semalam, dengan suasana sejuk udara Bondowoso membuat para pengunjung benar-benar merasakan nikmatnya kopi dengan kesejukan alam Bondowoso. Bahkan para pengunjung yang hadir bisa langsung mencoba berbagai cita rasa kopi dari berbagai daerah.

Selain kopi arabika java ijen raung, ada kopi robusta bogor, arabika flores, arabika garut, arabika toraja, arabika lin tong Sumut, arabika gayo, dan berbagai kopi lainnya. Dari hasil kompetisi untuk roasting dan brewing selama tiga hari itu, Bondowoso menempatkan kopi arabikanya sebagai terbaik kedua setelah kopi arabika dari Banjarnegara, Jawa Tengah.

Sedangkan untuk peringkat tiga diraih arabika dari Bandung. Sedangkan Specialty Coffee Competition juaranya diraih peserta dari Sumba-NTB, Roasting Competiting direbut Adit Yashita, dan Brewing dan Blending Competition juaranya diraih Wahyu Aribowo.

“kami ingin pembinaan kopi Bondowoso semakin baik dari waktu ke waktu. Dengan kopi, Bondowoso memiliki branding wisata tersendiri, yakni sebagai Republik Kopi. Kami terus melakukan pembinaan dari hulu sampai ke hilir seperti melakukan pembinaan UKM. “Mulai melatih pengemasan kopi untuk produk merchandise,” ujarnya.

Selain itu, di ranah hilir juga, saat ini sudah tumbuh puluhan kafe di Bondowoso yang menyajikan kopi terbaik dari kebunnya secara langsung. Mau coba? (Redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY