Komersialisasi Bandara Pondok Cabe Dikaji

0
500
Bandara Pondok Cabe (Foto: http://cdn.sindonews.net)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Rencana komersialisasi bandara Pondok Cabe, di Tangerang Selatan yang ditargetkan beroperasi tahun 2016, masih harus dikaji oleh regulator. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, pemberian izin operasional penuh bandara Pondok Cabe harus melewati kajian yang kompherensif dengan mengutamakan faktor keselamatan.

“Apalagi, kami belum menerima pengajuan secara resmi dari PT Pertamina selaku pengelola resmi bandara untuk komersialisasi. Kalau sudah ada permintaan resmi, kami akan kaji secara mendalam terlebih dahulu sebelum membuat keputusan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Suprasetyo.

Pemerintah, lanjut dia, memang terus berupaya untuk mengurangi beban pergerakan pergerakan lalu lintas pesawat dan penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, yang terlampau padat. Namun demikian tidak serta-merta pemerintah akan gegabah mengeluarkan izin komersialisasi bandara Pondok Cabe.

“Saya evaluasi dulu, mungkin atau tidak untuk penerbangan komersial? Kalau tidak, bilang tidak. Kalau bisa, bilang bisa. Kalau tidak memenuhi persyaratan teknis, ya kami tidak akan membukanya. Faktor safety adalah yang utama,” Suprasetyo menegaskan.

Direktur Navigasi Penerbangan Kemenhub, Novie Riyanto mengungkapkan, jika Pertamina berminat untuk mengoperasikan secara komersial, pengajuan proposal juga harus melampirkan kajian ruang udara, seperti yang pernah disyaratkan Kemenhub untuk PT Maja Raya Indah Semesta ketika mengajukan usulan pembangunan bandara di Lebak.

Kajian ruang udara itu akan dipelajari lebih lanjut oleh pihaknya dengan menerapkan skema perhitungan yang obyektif. “Kami itu hitung-hitungannya jelas, ada parameternya dan mengutamakan safety. Jadi, bisa dibuktikan,” ujar Novie.

Pengamat industri penerbangan, Arista Atmadjati mengungkapkan, rencana komersialisasi bandara Pondok Cabe agar segera dicari solusi terbaiknya. Persoalan di Indonesia, kapasitas terminal di bandara sudah tidak mampu menampung penumpang pesawat yang terus bertumbuh tiap tahun, khususnya di bandara internasional Soekarno-Hatta.

“Karenanya kita butuh bandara pendukung. Apalagi pesawat ATR 72-500 yang akan digunakan Garuda utilisasi masih rendah. Nah, pembukaan bandara ini menjadi peluang untuk terbang dari Jakarta ke second city misal Lubuk Linggau, Lampung, Pangkalan Bun, Cilacap dan Bandung. Dengan kondisi Soekarno-Hatta dan Halim yang sibuk, tak heran melirik Pondok Cabe,” kata Arista seperti dikutip laman Sinarharapan.co, Ahad (06/12/2015)

Ditambah lagi panjang runway memadai sepanjang 2.200 meter. Hanya tinggal “upgrade” terminal saja. Maskapai Garuda Indonesia sendiri menargetkan bisa menerbangi delapan kota di Indonesia dari Bandara Pondok Cabe Tangsel pada Februari atau Maret tahun depan. (*/e)

LEAVE A REPLY