Kirab budaya syukuran rakyat wujudkan pula bentuk revolusi mental

0
555
Kirab budaya sambut Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kirab budaya Syukuran Rakyat menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang berlangsung seputar bunderan Hotel Indonesia hingga Istana Negara sekaligus merupakan implementasi dari revolusi mental, dimana masyarakat harus menjaga kebersihan.

Ketua Panitia Syukuran Rakyat Abdee “Slank” Negara mengatakan para relawan beramai-ramai memegang kantong plastik hijau memberikan contoh untuk langsung memungut sampah yang ada di depan mata dan masyarakat juga diharapkan membawa kantong sampahnya masing-masing,” ujarnya.

Gerakan relawan untuk membersihkan area yang dilewati kirab akan menjadi bentuk implementasi revolusi mental masyarakat dimulai dengan hal-halyang kecil, membersihkan sampah-sampah yang ditimbulkan dari berkumpulnya ratusan ribu warga masyarakat yang berpartisipasi pada kirab yang menjadi bagian dari Gerakan Rakyat Dua Puluh Oktober (Geruduk), harapnya.

Seperti konser Salam Dua Jari yang lalu, ratusan ribu rakyat yang berkumpul akan menimbulkan sampah dari botol minuman, makanan dan sampah plastik lainnya. Oleh karena itu di Syukuran Rakyat kali ini, pihaknya berharap para relawan membantu gerakan kebersihan.

Ratusan ribu masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia menyambut kedatangan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Masyarakat menyaksikan sedikitnya 38 kelompok budaya dari berbagai komunitas mengikuti kirab mulai dari Bundaran Hotel Indonesia hingga ke Monas.

Abdee mengungkapkan bahwa komunitas dan posisinya dalam kirab budaya tersebut yakni marching band Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Reog Ponorogo asal Jawa Timur, Penari Papua dan Papua Barat, Hadrah dari Jaringan Kyai Tradisional Indonesia, Tari Sumedang.

Berikutnya, Tarian Banten dari Komunitas Seniman Banten, Tarian Nusa Tenggara Timur, Enggrang dari Jakarta Games Society, Perkusi, Pantomim, Manusia Batu, Kebaya, Badut, Kirab Musik Bambu, Miss Waria, Tarian Kabaret, Pakaian Adat Karo.

Tampil pula Barongsai dari Himpunan Indonesia Tionghoa, Pakaian Wali Songo, Karnaval Batik, Kostum Reog Ponorogo, Kostum Garuda Indonesia, dan Penari Tor-tor di belakangnya adalah kereta kuda yang membawa Presiden Terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla .

Kirab dan pawai budaya dari Bundaran Hotel Indonesia menuju  di Istana Negara kereta kuda nyaris berjalan di tempat karena padatnya masyarakat sepanjang jalan yang ingin menyapa dan bersalaman langsung dengan presiden baru mereka.

Pemimpin baru diiringi kuda pengawal kereta, Bendera Indonesia, Andong dan Putri Indonesia, Andong dan Abang None, Andong dan Artis Ibukota, komunitas sepeda bambu, sepeda low rider, sepeda onthel, konvoi sepeda, marching band, genderang pinggang, pasukan jerami, pemulung, dan ditutup marching band.Rombongan bergerak pelan diikuti oleh ribuan relawan yang berjalan kaki.

Mereka berkonvoi menuju  Monas diikuti oleh becak-becak yang dihias dengan bendera merah putih dan kereta kuda langsung membawa Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Istana Negara untuk lepas-sambut dengan mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Di Monas, warga kemudian menuju panggung utama sambil  menunggu kedatangan Presiden dan Wapres bergabung kembali bersama rakyat naik ke  atas panggung, memberikan pidato kerakyatan, doa bersama, potong tumpeng untuk wong cilik diiringi bedug, penyerahan sertifikat MURI dan menyaksikan konser musik (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY