Keteledoran Penyebab Tabrakan Pesawat Batik Air & Trans Nusa

0
342
Tabrakan Batik Air dengan TransNusa

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Tabrakan pesawat Batik Air dan Trans Nusa di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Senin (4/4/2016) petang, akibat keteledoran yang sangat serius dan harus diusut tuntas.Insiden itu menandakan tidak adanya koordinasi antara petugas air traffic control (ATC) dan petugas darat yang sedang menarik pesawat Trans Nusa ke hanggar.

“Ini juga bukti bahwa tingkat keselamatan penerbangan di Indonesia masih rendah. YLKI meminta Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengusut tuntas kejadian ini serta mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang teledor,” papar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Selasa (5/4/2016).

Selain itu, sambung dia, Kementerian Perhubungan pun didesak memberikan sanksi tegas kepada petugas yang terlibat dalam insiden. “Termasuk kepada manajemen Bandara Halim Perdanakusuma.” tegasnya.

Pengamat transportasi penerbangan sekaligus mantan Kepala Staf TNI-AU, Marsekal (Purn) Chappy Hakim, berpendapat insiden itu tidak bisa dihindari karena Bandara Halim Perdana-kusuma tidak memiliki taxiway atau jalan penghubung yang berfungsi sebagai tempat antre pesawat sebelum lepas landas. “Bandara Halim Perdanakusuma dipaksa untuk mengakomodasi perjalanan komersial, padahal tidak memenuhi persyaratan. Tabrakan hanya soal waktu. Beruntung tidak ada korban jiwa,” tutur Chappy.

Kemenhub menyatakan tabrakan antara pesawat Trans Nusa jenis ATR reg PK-TNJ dan Batik Air jenis Boeing 737-800 reg PK-LBS rute HLP-UPG (Makassar) terjadi sekitar pukul 19.55 WIB di Bandara Halim Perdana Kusama Jakarta, Senin (4/4), terjadi ketika pesawat Batik Air lepas landas, di saat bersamaan pesawat Trans Nusa yang berada di landasan pacu tengah ditarik menuju hanggar.

Pesawat ATR mengalami kerusakan di ekor dan sayap bagian kiri, sedangkan pesawat Batik Air yang membawa 49 penumpang dan 7 crew mengalami kerusakan di ujung sayap sebelah kiri. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, papar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub JA Barata

Manajer Public Relation Angkasa Pura II Haerul Anwar saat dimintai keterangan terkait koordinasi ATC dengan petugas pemindahan pesawat Trans Nusa mengatakan hal itu masih diselidiki. Dirut Lion Air Group Edward Sirait menyatakan, “Terkait apa yang terjadi, kita menunggu hasil penyelidikan lembaga berwenang.”

Public Relations Manager Lion Air Group Andy M Saladin menyebutkan, pesawat dengan rute Halim Perdanakusuma – Ujung Pandang dengan registrasi PK-LBS itu sudah dijinkan untuk take off oleh menara pengawas atau ATC. “Sewaktu melakukan proses take off bersenggolan dengan pesawat TransNusa yang saat itu sedang ditarik oleh traktor (karena sedang dalam proses pemindahan),” tulis Andy.

Insiden itu membuat pilot yang bertugas memutuskan untuk membatalkan take off guna memastikan keselamatan penumpang. “Dipastikan semua penumpang dan crew dalam keadaan selamat dan akan diterbangkan menggunakan pesawat pengganti dengan registrasi yg lain,” kata Andy. (*/e)

LEAVE A REPLY