Kerek Devisa Pariwisata, Insentif LCC Dirancang

0
37
Pesawat Lepas Landas (Foto: Pixabay)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merancang insentif yang akan diberikan kepada maskapai penerbangan bertarif rendah sebagai strategi untuk memupuk devisa dari pariwisata.

“Pemerintah tengah merancang insentif bagi maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC). LCC menjadi sasaran karena operator penerbangan harus tetap efisien,” papar Menhub Budi Karya Sumadi pada Indonesia Development Forum (IDF) 2018 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Dilanjutkan, insentif itu mencakup tiga hal. Pertama, memperluas jaringan dan operasional maskapai Low Cost Carrier (LCC) nasional agar fleksibilitas mereka ke berbagai tempat di seluruh Indonesia berjalan baik.

Kedua, menurunkan harga avtur yang menurut Budi harganya lebih mahal 20% di Indonesia dari harga internasional. Soal ini, Menteri Perhubungan (Menhub) akan berbicara dengan PT Pertamina (Persero) agar menurunkan harga avtur sebagai rangkaian kebijakan antisipasi terhadap perang dagang yang tengah memanas.

Ketiga, menghitung ulang tarif LCC. “Kami sudah bahas dengan INACA [Indonesia National Air Carriers Association] tentang apa konsep yang akan kami lakukan berkaitan dengan LCC. LCC ini penting,” kata Budi.

Pemerintah menyiapkan strategi yang mampu memperkuat ekspor atau aktivitas yang menghasilkan devisa. Rapat terbatas tentang perang dagang di Istana Bogor, Jawa Barat pada Senin (9/7) membahas strategi itu, antara lain dengan memaksimalkan industri pariwisata yang mampu menghasilkan devisa lewat pengembangan bandara dan LCC.

“Kami juga menekankan para operator penerbangan harus efisien sehingga menentukan batas bawah, segala sesuatu dengan mereka, harus kami bahas secara integrated. Jangan kita membuat suatu peraturan yang nanti justru memberi bumerang bagi industri itu sendiri,” tambahnya.

Sebelumnya, usai rapat tertutup selama hampir 4 jam yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Senin (9/7/2018), Pemerintah mengumumkan sejumlah rencana kebijakan untuk merespons perang dagang.

Usai rapat tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang didampingi oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong memberikan keterangan kepada pers.

Airlangga mengatakan, salah satu kebijakan yang tengah disiapkan adalah berkaitan dengan insentif untuk LCC yang dinilai bisa mengerek peningkatan wisatawan guna meraup devisa. (END)

LEAVE A REPLY