CIREBON, Bisniswisatasa.co.id: Selama libur panjang akhir pekan dan sekolah kemarin sejumlah objek wisata di Kota Cirebon banyak dikunjungi wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi, yakni Keraton Kasepuhan Cirebon.

Selain menjadi objek wisata sejarah, di keraton tersebut juga sedang berlangsung momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tingkat kunjungan pun mencapai 500 persen pada masa libur sekolah, tahun baru, dan muludan dibandingkan hari biasa.

“Dalam kondisi normal, jumlah pengunjung Keraton Kasepuhan rata-rata mencapai 1.000 orang per hari. Namun, sejak masa libur sekolah yang berbarengan dengan momen muludan, jumlah pengunjungpun terus meningkat setiap harinya,” ujar Sultan Sepuh ke 14 Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat disela acara Upacara Agung Panjang Jimat Maulud Nabi di Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (3/1/15).

Maulud (Muludan) mengacu pada semacam pasar rakyat yang digelar di sekitar Keraton Kasepuhan, yang berlangsung sejak sebulan sebelum tradisi Panjang Jimat pada 3 Januari 2015.

“Muludan berpotensi ekonomi besar dengan prediksi perputaran uang mencapai Rp7,5 miliar selama satu bulan pelaksanakannya. Di muludan, terdapat sekitar 1.000 pedagang, yang berdagang beraneka barang, mulai dari produk fashion, makanan, alat-alat rumah tangga, mainan, hingga arena permainan,” ungkapnya.

Untuk memudahkan pengunjung yang masuk ke Keraton Kasepuhan Cirebon, sebagai pembaruan database agar lebih efekti dan efisien, cara konvensional pemakaian tiket kertas sebagai tanda masuk ke kawasan Keraton akan diganti dengan penggunaan tiket elektronik (E-ticketing).

E-ticketing merupakan bentuk pembaruan di bidang teknologi yang akan diberlakukan di kawasan-kawasan wisata. Keraton Kasepuhan menjadi salah satunya dan menjadi keraton pertama yang memberlakukan sistem ini atas kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia.

Sultan Sepuh ke 14 Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat (kiri) bersama Menpar Arief Yahya pada acara Upacara Agung Panjang Jimat Maulud Nabi di Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (3/1/15). (Foto. evi)
Sultan Sepuh ke 14 Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat (kiri) bersama Menpar Arief Yahya pada acara Upacara Agung Panjang Jimat Maulud Nabi di Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (3/1/15). (Foto. evi)

Sistem E-ticketing merupakan ide lama dari Telkom untuk mengenalkan berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia secara online. Ide ini kemudian diteruskan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang dahulu Dirut Telkom.

Bentuk E-ticketing ini juga akan dibarengi dengan promosi digital berupa website dan E-commerce “Royal Kasepuhan Cirebon” yang menampilkan informasi lengkap mengenai Keraton Kasepuhan Cirebon.

Tidak hanya itu, Keraton Kasepuhan Cirebon juga akan dilengkapi fasilitas WiFi gratis bagi pengunjung.

Selain akan diuji coba dengan menempatkan E-ticketing pada pintu masuk Keraton Kasepuhan Cirebon, dua pintu masuk destinasi wisata Cirebon yang akan menggunakan E-ticketing, yaitu Gua Sunyaragi dan Makam Sunan Gunung Jati.

“Salah satu promosi yang lebih mudah dijangkau ialah promosi digital. Saat ini eranya digital, dan karena kebanyakan pengguna digital anak muda, kami harap endorsement promosi digital dapat dilakukan oleh 80 persen anak-anak muda,” ujarnya.

Sultan mengatakan ini juga menunjukkan bahwa cagar budaya tak boleh alergi dengan teknologi. Nantinya, mereka diharapkan dapat mempengaruhi dan meyakinkan banyak orang untuk tertarik dengan budaya Indonesia.

“Saya yakin anak muda dapat mempengaruhi orang banyak, tak hanya kalangannya saja tapi juga orang tua,” ungkapnya.

Uji coba penggunaan E-ticketing untuk memasuki wilayah Keraton Kasepuhan telah dilakukan selama tiga bulan belakangan ini dengan harga tiket masuk Rp15.000, sedangkan peluncurannnya akan dilakukan dalam waktu dekat pada bulan ini juga bersamaan dengan website dan E-commerce sebagai bentuk promosi digital.

“Selain menempatkan sistem ini di Cirebon, rencananya kami akan mengembangkannya ke destinasi wisata Riau, Palu, dan Medan,” tambah CEO PATA Indonesia Chapter, Poernomo Siswoprasetijo kepada Bisnisniswisata.co.id. (evi)

LEAVE A REPLY