Saat Liburan Kok Mendadak Sakit?

0
718

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Hari-hari biasa, memang jarang sakit. Sayang, saat menjelang liburan, tiba-tiba penyakit berdatangan seperi migrain, infeksi pernafasan atau demam tinggi dan lainnya.

Akademisi asal Belanda menemukan satu dari 30 orang menjadi tidak sehat secara mendadak, setelah mereka berhenti bekerja dan mencoba rileks, baik saat mengisi libur panjang maupun akhir pekan. Fenomena itu bahkan ada namanya ; “sakit di waktu senggang”.

Apa saja penyebabnya? Berikut alasan yang diungkapkan para ahli dan bagaimana cara menghentikannya seperti dilansir dari Daily Mail, Ahad (06/09/2015):

1. Stres Akibat pekerjaan

Tubuh secara konstan memproduksi hormon stres adrenalin dan kortisol, yang mengatur sistem vaskular, kesiapsiagaan dan siklus tidur kita. Mereka juga mampu menghilangkan rasa sakit-artinya sakit apa pun tidak akan terasa dan menekan sistem kekebalan tubuh.

Neil Shah, direktur Stress Management Society, mengatakan minggu-minggu sebelum kita liburan terkenal sangat membuat stres. Level kortisol dan adrenalin naik, sehingga saat kita rileks, sistem kekebalan tubuh kita berada di kondisi surut yang paling rendah dan sangat rentan oleh serangan serangga.

Hasil penelitian dari Belanda menunjukkan 8 dari 10 orang menderita masalah itu, lalu sembuh saat menemukan pekerjaan yang tingkat stresnya kurang. “Jadi kurangi stres dengan perencanaan sebelumnya. Mulai mengorganisir sebulan sebelum berlibur, delegasikan dan wujudkan tugas-tugas yang banyak dan menunggu dikerjakan sampai selesai liburan,” sarannya.

2. Tetap terhubung smartphone

Anda mungkin iseng-iseng menggunakan HP untuk mengecek skor pertandingan sepak bola, atau karena memiliki alasan agar tetap terhubung dengan keluarga di rumah. “Bahayanya, Anda akan terganggu media sosial dan lebih buruknya, email-email pekerjaan menyebabkan level stress Anda naik lagi,” kata Shah.

Studi menunjukkan penggunaan smartphone berlebihan bisa menyebabkan palpitasi atau kondisi detak jantung yang cepat atau tidak menentu, tekanan darah tinggi dan insomnia. Bagi yang benar-benar ketergantungan, hanya terpisahkan dari alat komunikasinya saja bisa menyebabkan kepanikan.

Coba kunci telepon di tempat yang aman dan periksa pesan-pesan hanya sekali sehari. “Mungkin butuh beberapa hari untuk menyapih Anda dari kabar-kabar, email dan media sosial, namun kesehatan mental dan fisik Anda akan sangat diuntungkan jika melakukan itu,” sarannya.

3. Kebersihan di tempat wisata

Beberapa dari kita yakin,jika sistem pencernaan kita siap pergi ke pantai untuk melindungi perut dari mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Studi independen terbaru menemukan pelancong yang minum kapsul prebiotik selama seminggu sebelum perjalanan dan selama liburan mengalami pengurangan masalah pencernaan yang signifikan.

4. Diet

Biasanya, menjelang liburan kita ingin diet untuk tampil mempesona saat berlibur. Namun hal itu berbahaya bagi tubuh. “Diet yang sangat rendah kalori mulai 800 hingga 1.200 sehari membuat tubuh berpikir, itu adalah situasi kelaparan dan mulai stres, yang kemudian merusak fungsi kekebalan tubuh,” kata Elaine Allerton, pakar diet dan juru bicara Asosiasi Diet Inggris.

Saat Anda pergi ke luar negeri, Anda akan cepat terpapar bakteri dan virus baru dan dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh, Anda akan lebih rentan terhadap bakteri dan virus, khususnya bakteri yang menyebabkan keracunan makanan. “alih-alih diet ketat, berinvestasilah dalam memilih baju-baju yang cantik dan berjanjilah akan mengadopsi diet seimbang setahun penuh untuk memastikan lingkar pinggang dan sistem imun tetap sehat.” papar Elaine.

5. Kebanyakan makan

Survey menunjukkan, hari pertama liburan saja, orang Inggris makan banyak, 5.756 kalori (lebih dari dia kalinya batas yang direkomendasikan). Bagi mereka yang berpesiar, akan memakan dengan lahap 1.000 kalori ekstra setiap harinya.

Dalam jangka pendek, pesta mabuk-mabukan itu akan menyebabkan ketidaknyamanan tapi kerusakanny bukanlah sementara: sebuah studi di tahun 2010 menemukan bahwa mereka yang mnungkatkan asupan kalori harian 79 persen selama emoat minggu akan menambah bert badan 14 pon, dan enam bulan kemudian hanya separuh yang hilang selain kebiasaan makan yang kembali normal.

Coba untuk tidak mengasosiasikan liburan dengan makan banyak. “Pilih makanan pembuka atau puding tapi jangan dua-duanya. Tolak roti dalam keranjang dan jangan makan makanan berat di malam hari.” sambung Elaine.

6. Dehidrasi

Udara di dalam kabin pesawat biasanya memiliki tingkat kelembapan 10-20 per sen- jauh lebih rendah dibanding tipikal kenyamanan kelembapan di dalam ruangan yakni 30-65 per sen. Artinya kehilangan air dalam pernafasan dan pembentukan urin (50 ml, gas kecil setiap setengah jam) tidaklah diganti melalui penyerapan melalui kulit. Dehidrasi menyebabkan stres pada lambung, kram otot dan bahkan meningkatkan tekanan darah.

Kalau itu berlanjut saat liburan, akan mengarah pada kelelahan panas, yang berkembang pada stroke jantung. “Jika Anda cukup terhidrasi maka urin akan berwarna kuning pucat. Warna lebih gelap artinya Anda butuh lebih banyak minum.” ucapnya.

7. Tidak olahraga

Melanjutkan olah raga selama bepergian akan meningkatkan kemampuan mengatasi jet lag dan membantu merevitalisasi sistem kekebalan tubuh untuk melindungi dari serangga di kabin pesawat dan selama liburan,” kata Dr Dale Esliger, dosen senior di Universitas Loughborough. “Cobalah melakukan sesuatu yang bersifat fisik segera setelah sampai: tenis atau golf atau olah raga air. Waktu liburan adalah kesempatan yang sempurna untuk menjadi lebih aktif dari pada biasanya.” tambahnya.

8. Migran

Migrain adalah kondisi akibat sakit kepala sebelah yang luar biasa, biasanya dikombinasikan dengan mual dan masalah pandangan. Stres, perubahan cuaca, gangguan pola makan, kurang tidur adalah pemicunya. Pastikan Anda memiliki obat yang jenis dan jumlahnya pas saat liburan. Coba tetap disiplin saat waktu tidur rutin, makan teratur, tetap terhidrasi, olah raga rinfan, mengenakan topi dan kava mata hitam, kata Wendy Thomas, chief executive riset dana sosial Migraine Trust.

9. Jetlag

Bersamaan siklus tidur yang terganggu, simptom jet lag termasuk mual, gangguan pencernaan, konstipasi, diare karena hormon bertanggung jawab pada siklus tidur dan bangun terkait secara rumit dengan sistem pencernaan kita. “Segeralah menyesuaikan dengan waktu lokal dan coba bangun pada waktu yang sama setiap hari,” kata Professor Kevin Morgan, direktur di unit riset klinikal tidur di Loughborough. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY