Kemenpar Selenggarakan Sosialisasi Penggunaan Media Sosial Untuk Tingkatkan Promosi Pariwisata RI

0
88

Mumus Muslim, Sesdep DP3N Kemenpar ( duduk/ tengah) bersama sebagian peserta sosialisasi 

BEKASI, bisniswisata.co.id: Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu terus meningkatkan kinerja, pengetahuan, dan mengoptimalkan penggunaan media sosial yang dimilikinya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sehari-hari, kata Mumus Muslim, Seketaris Deputi Bidang Pengembanan Pemasaran Pariwisata Nusantara ( DP3N), hari ini ( 16/10).

Berbicara ketika membuka Sosialisasi Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Publikasi & Keterbukaan Informasi Publik di Hotel Aston Imperial Bekasi, Mumus mengharapkan para karyawan di DP3N dapat menggali informasi yang disampaikan nara sumber.

“Optimalkan kehadiran para nara sumber dan berdayakan akun medsos masing-masing untuk membantu pemerintah mencapai target kunjungan 20 juta Wisman pada 2019,” kata Mumus Muslim.

Pihaknya mengundang sedikitnya 4 nara sumber dalam kegiatan yang berlangsung selama 16-18 November 2017. Pada hari pertama, wartawan senior Dra Hilda Sabri Sulistyo MM membahas Kiat Pegawai Negri Sipil ( PNS) Mengoptimalkan Media Sosialnya.

Nara sumber lainnya adalah Dr Rulli Nasrullah Msi atau yang akrab dipanggil Kang Arul membahas Penggunaan Vlog Di Aplikasi Handphone Untuk Penyebaran Informasi. Sedangkan Junior Respati Eka Putro  berbicara soal Penggunaan Medsos Dalam Mempromosikan Pariwisata Indonesia.

Pembicara lainnya adalah Dr M. Iqbal Alamsyah AK, MA yang juga  Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar. Dia  memberikan wawasan bagi peserta mengenai Keterbukaan Informasi Publik Di Era Digital.

Ida Fahmiwati, Kabag Kepegawaian, Hukum dan Umum DP3N, Kemenpar mengatakan kegiatan ini melibatkan 46 peserta baik dari satuan kerjanya sendiri maupun dari bidang lainnya. Diharapkan dengan

“ Tahun 2018 Kemenpar menyiapkan 100 kegiatan di berbagai daerah yang menjadi calender of event sepanjang tahun.  Melalui akun media sosial masing-masing para pegawai bisa mengoptimalkan promosi pariwisata Indonesia pula,” ujar Ida Fahmiwati.

Hilda Sabri Sulistyo pada kesempatan itu mengatakan PNS sebagai abdi negara yang statusnya dijamin dan diatur undang-undang perlu memahami bahwa jejaring sosial adalah bagian dari masyarakat.

Kebebasan merupakan pencarian utama para pengguna media sosial. Namun setiap hal yang dilakukan oleh pegawai memiliki konsekuensi bagi diri dan organisasinya. Oleh karena itu kehadiran media sosial mulai dari Whatsapps Group, Instagram, Facebook, Twitter dan lainnya lebih bermanfaat bila digunakan untuk mempromosikan obyek-obyek wisata di Indonesia.

“ Kalau staff maupun pimpinan melakukan perjalanan dinas ke luar kota manfaatkan untuk mempromosikan obyek  wisata yang dikunjungi. Kalau selfie di facebook ambil background yang indah dan tulis caption yang bagus sehingga yang melihat tergiur untuk datang,” katanya.

Aktivitas di berbagai media sosial melahirkan banyak blogger, citizen journalist yang membuat berita. Masyarakat terlatih  membuat tulisan, foto, atau video yang melaporkan suatu kejadian dan menyebarkannya lewat media sosial.

“PNS dilingkungan DP3N diharapkan meningkatkan kapasitas menulis dan membuat foto sehingga dalam akun media sosialnya masing-masing dapat ikut mempromosikan 100 calender of event yang ada,” tambahnya.

Dengan demikian meskipun bukan bertugas di bidang Humas tetap bisa mendorong pergerakan wisatawan nusantara maupun mancanegara dengan memposting acara inti di berbagai daerah jauh-jauh hari sebelum event berlangsung.

Dia kiga mengingatkan bahwa penggunaan media sosial oleh pegawai dapat memunculkan risiko bagi organisasi. Hal inilah yang perlu dipikirkan dan dirumuskan solusinya di sektor publik.

“Pemimpin pemerintahan tidak bisa secara pasif hanya berharap bahwa seluruh individu pemerintahan akan secara otomatis menjadi pengguna internet yang bijak. Oleh karena harus bijak mengoptimalkan medsos dan utamakan untuk promosi pariwisata Indonesia” kata Hilda.

LEAVE A REPLY