Kemenpar Promosikan Borobudur Lewat Monk Dan Jurnalis Thai Serta Vietnam

0
44

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menyongsong Hari Raya Waisak, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan Familirization Trip (Famtrip) Vesak Day 2562 BE dengan mengundang 16 Pemuka Agama Budha (Monk) dan media (jurnalis) dari Thailand dan Vietnam berkunjung ke Candi Borobudur, pusat perayaan Waisak umat Budha di Indonesia.

Kegiatan perjalanan wisata pengenalan (famtrip) obyek wisata di kawasan Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah dan Yogyakarta,  berlangsung selama 6 hari mulai hari ini,  27 Mei hingga 1 Juni 2018.

Famtrip ini upaya mempromosikan pariwisata Indonesia melalui perayaan Waisak 2018 (2562 BE) yang dirayakan oleh umat Buddha di Indonesia dan dari seluruh dunia yang di pusatkan di Kompleks Candi Borobudur pada 29 Mei 2018 mendatang” kata Prof.DR. I Gde Pitana, M.Sc,  Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, hari ini.

Menurut dia, kegiatan famtrip yang diselenggarakan saat perayaan Hari Waisak 2562 BE sebagai upaya mempromosikan Candi Borobudur dan sekitarnya kepada para monk dan pengikutnya, komunitas umat Buddha, dan para jurnalis dari Thailand dan Vietnam guna meningkatkan kunjungan umat Budha sebagai wisman datang ke Indonesia.

Kegiatan famtrip diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar bekerjasama dengan KBRI Hanoi, Vietnam serta perwakilan Bhante dari Indonesia. Mereka terdiri dari 6 jurnalis, 9 monk dari Thailand dan Vienam, dan satu pendamping dari KBRI Hanoi.

“Peserta Famtrip akan mengunjungi obyek wisata di sekitar Borobudur Magelang dan Yogyakarta antara lain; Candi Borobudur, Prambanan, Sewu, dan Ratu Boko, Desa Wisata Candirejo, Omah Kecebong Tourism Village, Keraton dan Taman Sari Yogyakarta, serta Malioboro,” kata I Gde Pitana.

Saat perayaan Waisak, mereka dapat mengikuti prosesi arak-arakan dari pelataran Candi Mendut yang terbagi dalam tiga tahapan yaitu; Pertama, pengambilan air berkat dari mata air (umbul) Jumprit di Kabupaten Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan.

Kedua, ritual Pindapatta, yaitu pemberian dana makanan kepada para bhikkhu/bhiksu oleh masyarakat (umat) untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan. Ketiga, ritual Samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama. Penentuan bulan purnama berdasarkan perhitungan falak sehingga puncak purnama bisa terjadi pada siang hari.

Seperti diketahui Pemerintah mengembangkan 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) untuk dijadikan sebagai ‘Bali Baru’.Dari 10 DPP yang dikembangkan, diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar fokus pada 4 DPP yakni; Borobudur, Danau Toba, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Ke-10 DPP tersebut yakni; Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Gunung Bromo-Tengger-Gunung Semeru (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara) dan Tanjung Kelayang (Belitung).

Untuk engembangan destinasi prioritas pariwisata Borobodur, dengan ikon Candi Borobudur sebagai mahakarya budaya dunia yang diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia, Pemerintah (Kemenpar) telah membentuk Badan Otorita Borobudur.

Melalui Badan Otorita diharapkan akan berkembang menjadi destinasi kelas dunia dengan target pada 2019 mendatangkan 2 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), jelas Pitana.

Kegiatan famtrip ini juga telah dilakukan tahun 2017  lalu sehingga para peserta melalui jalur profesinya masing-masing ke depab akan mempromosikan terus Borobudur

 

LEAVE A REPLY