Kemenpar Optimis Songsong Target Spektakuler

0
258
Wisatawan asing main angklung di Saung Udjo Bandung (Foto: www.tribunnews.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat spektakuler. Sepanjang tahun 2017 ditetapkan sebesar 15 juta wisman, dengan asumsi perolehan devisa US$ 14,9 miliar. Dan tahun 2019 meningkat menjadi 20 juta wisman yang menghasilkan devisa Rp 280 triliun.

“Pencapaian target harus optimis untuk diraihnya. Untuk itu, stategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan. Juga melakukan terobosan baru serta mengamati kondisi pasar di luar negeri,” papar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kemenpar, I Gde Pitana di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, untuk marketing strategy gunakan pendekatan DOT (Destination, Original, dan Time), promotion strategy dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), dan media strategy dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk promosikan Wonderful Indonesia.

Strategi pemasaran dengan pendekatan DOT difokuskan pada 10 Bali Baru yang 3A-nya sudah siap, Aksesbilitas, Amenitas, Atraksi. Diantaranya Great Jakarta; Great Bali; Great Kepri; Joglosemar (Yogyakarta,Solo, dan Semarang); Bunaken – Wakatobi RajaAmpat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.

Target pasar utamanya Tiongkok, Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang. Lima negara ini memberikan kontributor wisman terbesar bagi Indonesia. “Tiga bulan pertama Januari, Februari, Maret 2017, kita mentargetkan 3 juta wisman atau 1 juta wisman setiap bulan dengan kontribusi terbesar dari 5 negara ini sebagai pasar utama,” paparnya.

Sebagai perbandingan Januari dan Februari 2017 target wisman dari Tiongkok masing-masing sebesar 154.000 dan 218.000 atau tertinggi, dengan asumsi pada dua bulan tersebut merupakan musim liburan panjang hari raya Imlek sehingga jumlah kunjungan wisman dari China meningkat.

Sementara Maret dan berikutnya target sedikit diturunkan (Maret menjadi 130.000) dengan pertimbangan karena pasca-Imlek kedatangan wisman Tiongkok akan kembali berjalan seperti biasa.

Dilanjutkan, tahun 2017 ini akan lebih fokus pada kegiatan hard selling. “Setelah dua tahun terakhir ini kami fokus membangun branding Wonderful Indonesia, pada tahun ini akan lebih fokus pada kegiatan hardselling dan kerjasama dengan airlines dan wholesalers.

Sebagai gambaran, untuk membidik pasar di kawasan Asia Pasifik (Tiongkok, Australia, Jepang, Korea, India dan pasar lainnya) Deputi BP3M lebih banyak melakukan kegiatan hardselling berupa pameran dan misi penjualan (sales mission).

Pada Januari-Desember 2017 disiapkan 54 kegiatan hardselling berupa 30 kegiatan pameran dan misi 24 misi penjualan, sedangkan untuk promosi yakni dengan mengikuti festival sebanyak 30 kegiatan dan fam trip sebanyak 51 kegiatan.

Kegiatan pameran di pasar kawasan Asia Pasifik yang telah dilaksanakan pada Februari 2017 antara lain; SATTE Delhi (India); AIME Melbourn (Australia), dan OTM Mumbai (India), sedangkan pada Maret adalah pameran IT& CM Shanghai (China) yang akan berlangsung pada 21-23 Maret mendatang. Pola serupa juga diterapkan untuk kegiatan pemeraran di pasar Eropa, Timteng, Amerika, dan Afrika.

“Baru-baru ini kami ikut di ITB Berlin yang berlangsung pada 8-12 Maret 2017. Kami mencatat sukses sebagai The Best Exhibitor 2017 di pameran pariwisata terbesar di dunia itu. Terima kasih atas segala supportnya,” kata dia.
Sebelumnya, lanjut Pitana, dahului dengan serangkaian sales mission ke tiga kota di tiga negara Eropa Barat (Amsterdam, Paris, dan Munich) pada 1-3 Maret. Kegiatan ini menjadi maksimal dalam menggarap pasar Eropa.

Pada Maret 2017, sambung dia, juga tengah berlangsung (14-17 Maret 2017) pameran Seatrade Cruise Global di Miami, AS. Delegasi Indonesia dalam pemeran ini menyertakan Tim Percepatan Bahari.

Untuk menggarap pasar Eropa, Timteng, Amerika, dan Afrika, akan mengikuti sebanyak 21 kegiatan pameran (B to B dan B to C) yang masing-masing berlangsung pada Januari sebanyak 5 pameran; Februari (2 pameran); Maret (3 pameran); April (2 pameran); Juli (1 pemeran); Agustus (1 pameran); September (1 pameran); Oktober (2 pameran), dan November (4 pameran).

Di antara 21 kegiatan pameran internasional tersebut sebagai pameran terbesar adalah ITB Berlin, WTM London, dan ATM Dubai. “Pada pameran di ITB Berlin yang berlangsung pada 1-3 Maret 2017 baru lalu, Indonesia mendapat penghargaan sebagai Best Exhibitor of Asia/Australia/Oceania,” tutupnya. (end)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.