Kemenpar Gelar Pembekalan Kepariwisataan Bagi Jurnalis

0
740
Peserta pelatihan foto bersama Prof I Gede Pitana di Hotel Salak Heritage Bogor, Minggu malam (12/4/15). Foto. Marchel

BOGOR, Bisniswisata.co.id: Dilatarbelakangi oleh kondisi belum maksimalnya pemberitaan mengenai pariwisata yang ada di media; baik media cetak ataupun media elektronik, serta seringnya pergantian petugas/wartawan yang bertugas pada forum wartawan (Forwarpar) di Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian Pariwisata menggelar kegiatan Pembekalan Kepariwisataan Bagi Jurnalis.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Salak Heritage, Bogor selama 4 hari (12-15/4/15) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepariwisataan bagi para wartawan dan meningkatnya pemberitaan pariwisata di media cetak ataupun elektronik serta untuk meningkatkan silaturahmi antara Kemenpar dengan Forwarpar.

Kegiatan yang dihadiri 40 media ini dibagi menjadi dua hari pelatihan di kelas, dan sehari orientasi lapangan.

Dari kiri ke kanan, Ketua Panitia Pembekalan Kepariwisataan Bagi Jurnalis, Prof I Gede Pitana, dan Praktisi Pariwisata, Arifin Hutabarat. (Foto Marcel)
Dari kiri ke kanan, Ketua Panitia Pembekalan Kepariwisataan Bagi Jurnalis, Prof I Gede Pitana, dan Praktisi Pariwisata, Arifin Hutabarat. (Foto Marcel)

Orientasi lapangan dilakukan dengan mengadakan kunjungan ke Kawasan Wisata Gunung Salak Endah, Pura Parahyangan Agung Jagatkartha, dan Kampung Budaya Sunda Sindang Barang.

“Kita ingin meletakkan media massa sebagai pilar penting di pemerintahan, media massa sumber informasi yang dipercaya masyarakat. Jika ada surat kaleng maka masyarakat tidak berpengaruh tetapi yang ada di media massa sangat mempengaruhi. Media massa punya fungsi sebagai media control,” ujar Kabadan PSD Pariwisata, Prof I Gede Pitana saat membuka acara Pembekalan Kepariwisataan Bagi Jurnalis di Hotel Salak Heritage, Bogor, Minggu malam (12/4/15).

Pitana mengatakan, “Begitu besar peran media massa dalam pembangunan pariwisata, berharap dengan adanya pelatihan ini maka kalian akan bisa punya bahan up date sehingga yang ditulis menjadi berita yang balance”.

Fungsi media massa menurutnya bukan sebatas memberikan kebaikan tetapi lebih kepada informatif, dimana fakta serta kebijakan jelas untuk dipublikasikan sehingga masyarakat dengan mudah mendapatkan informas.

Dikatakannya lebih lanjut, tugas dari jurnalis bukan provokatif tetapi melakukan edukatif, mendidik masyarakat kita agar bisa mengetahui apa yang benar dan mengkritisi hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan pemerintah.

“Mudah-mudahan kalian mempunyai perspektif serta paradigma atas pemberitaan soal pariwisata Indonesia yang bersifat promotif. Media massa merupakan sumber informasi yang dipercaya masyarakat, media massa memiliki tugas untuk memberikan pemberitaan yang sifatnya lebih positif,” ungkapnya.

MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) bukan sesuatu yang datang dari langit, MEA merupakan kesepakatan yang disepakati sejak 2002 dan 2007 dipercepat menjadi tahun 2015 dan dimulai 1 januari 2016. MEA sudah berlangsung sejak lama. Bebas visa sudah berlaku, Terakhir Myanmar sudah bebas visa di 2013.

Kedua soal investasi, Indonesia merupakan negara terbuka soal investasi untuk asing. Keterbukaan dengan ASEAN bukan karena tiba-tiba, investasi boleh dilakukan orang asing dan dilakukan sejak 2013.

Dengan adanya masyarakat ekonomi ASEAN akan semakin luas, masyarakat domestik 250 juta jiwa dan di 2016 akan mengalami peningkatan yakni 600 juta, dan untuk pariwisata dilihat secara index, Indonesia masih dibawah Singapura, Malaysia, dan Brunei.

“Tetapi Indonesia masih diatas Thailand, Vietnam, dan Filipina. Indonesia punya variasi tinggi, kita gunakan ASEAN Comment Competensi Standart for Tourism Professionals untuk menjadikan pertukaran pekerjaan.
Semua dipengaruhi Indonesia, ini menjadi modal dasar buat Indonesia. Kita akan gencar melakukan peningkatan pekerja Indonesia yang ditargetkan 25.000 orang yang akan dapat sertifikasi,” ungkap Pitana.

Pariwisata adalah sektor paling siap soal tenaga kerja dan hanya ada 32 jenis jabatan dari enam divisi pada tiga sektor utama yakni hotel, restoran, dan travel agent. (evi)

LEAVE A REPLY