Kebersihan Toilet Tingkatkan Daya Saing Pariwisata

0
957
Toilet bersih di destinasi wisata batam (foto: gogo2Batam.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kebersihan salah unsur penentu meningkatkan daya saing industri pariwisata Indonesia. Sayangnya dalam hal kebersihan sanitasi, Indonesia masih menempati peringkat ke 40 dari 100 negara di dunia. Untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi yang bersih dan nyaman, Kementerian Pariwisata tentu tidak bisa bekerja sendiri, termasuk dalam mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2020.

Upaya menjadikan Indonesia bersih mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti APKLINDO (Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia) dan APLI (Asosiasi Profesi Laundry Indonesia) yang berkomitmen akan memberikan pelatihan serta sertifikasi bagi pelaku industri pariwisata Indonesia.

“Kedua asosiasi juga berkomitmen untuk menindaklanjuti permintaan Kementerian Pariwisata untuk ikut mendorong lahirnya bisnis UMKM di bidang kebersihan dan laundry. Sehingga kebersihan tidak lagi menjadi masalah tapi menjadi peluang usaha bagi masyarakat yang jeli,” papar Ketua APKLINDO, H.M Shiddiq SP dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi test.test.bisniswisata.co.id di Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Disisi lain, lanjut Shiddiq, pertumbuhan ekonomi mendorong perubahan gaya hidup di kota-kota besar Indonesia. Semakin berkurangnya waktu di rumah dan kelangkaan tenaga pembantu rumah tangga, sementara kesadaran pentingnya kebersihan dan sanitasi meningkat, sehingga menciptakan paradigma baru di sektor kebersihan dan laundry. Perubahan gaya hidup ini menciptakan kesempatan usaha baru di sektor kebersihan dan laundry.

“Saat ini jasa cleaning service residensial berkembang di sekitar Jakarta, terutama di wilayah pemukiman padat kelas
menengah. Hal ini juga terutama dipicu oleh pertumbuhan apartemen yang lahannya terbatas dengan sumber daya manusia yang makin terbatas juga,” katanya.

APKLINDO memprediksi kini semakin banyak perusahaan cleaning service residensial yang biasanya dikelola secara internal oleh pengelola gedung. Artinya kesempatan mengembangkan bisnis ini masih terbuka. Tren ini turut memberi tantangan bagi APKLINDO untuk membuat standar dan sertifikasi bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa cleaning service sehingga kepuasan konsumen lebih terjamin.

Karena itu, bentuk dukungan APKLINDO dan APLI terhadap kemajuan pariwisata Indonesia, dengan menyelenggarakan pameran terbesar di ASEAN untuk teknologi dan solusi di bidang kebersihan dan laundry yaitu EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY bersama PT Media Artha Sentosa. Pameran akan diselenggarakan pada 26-28 Maret 2015, yang rencananya dibuka Menteri Pariwisata Arief Yahya.

EXPO CLEAN merupakan pameran dagang yang menampilkan berbagai produk kebersihan mulai dari kebersihan komersil,
kebersihan industri, kebersihan publik, hingga kebersihan rumah dan pribadi. Sedangkan EXPO LAUNDRY adalah pameran dagang yang menampilkan berbagai produk dan mesin laundry. EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY yang kedua akan diselenggarakan pada 26-28 Maret 2015 di Jakarta International Expo, Kemayoran.

EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY perdana di tahun 2014 lalu berhasil menarik hampir 4000 pengunjung dan lebih dari 100 peserta pameran. Pameran ini juga menjadi pijakan bagi Indonesia dalam menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asia. Para pelaku bisnis cleaning service dan laundry serta pengguna jasanya dapat bertukar informasi dan mendapat harga terbaik dalam pameran dagang ini, yang pada akhirnya akan menguntungkan konsumen.

Tahun ini pameran menghadirkan 150 peserta pameran dari dalam dan luar negeri. Pameran ini diharapkan menarik hingga 6000 pengunjung dari berbagai kalangan seperti pengelola gedung, hotel, sekolah, dan rumah sakit. Kehadiran Kaercher Indonesia sebagai principal partner EXPO CLEAN juga menambah kemeriahan pameran ini sebagai perusahaan terkemuka dunia dalam teknologi dan solusi kebersihan.

Managing Director Kaercher Indonesia, Roland Staehler, mengatakan sebuah kehormatan dapat menjadi principal partner bagi EXPO CLEAN. Hal ini memberi peluang bagi kami untuk memperkenalkan berbagai standar dan teknologi kebersihan yang belum masuk ke Indonesia.

“Kami berharap pameran EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY dapat menginspirasi para pengelola kebersihan dan laundry untuk memberi layanan yang lebih baik dan efisien. Dengan demikian Indonesia akan memiliki standar kebersihan yang semakin baik,” kata penyelenggara pameran, Direktur PT Media Artha Sentosa, Teddy Halim.

Ketua Asosiasi Profesi Laundry Indonesia (APLI), Wasono Raharjo menambahkan Laundry adalah industri yang padat modal. Mesin laundry dan bahan baku seperti listrik dan air menggunakan sekitar 60% dari kapasitas modal sedangkan sisanya adalah untuk tenaga manusia dan biaya lainnya. “Kami sangat terbantu dengan adanya EXPO LAUNDRY sehingga dapat mengejar informasi dan teknologi laundry terbaru untuk menekan biaya,” lontarnya.

Saat ini ada 3500 anggota APKLINDO yang tersebar di seluruh Nusantara, mereka akan menghadiri pameran EXPO CLEAN sekaligus mengikuti workshop-workshop sesuai kepentingan mereka yang diselenggarakan bersamaan dengan pameran.

Pada pameran laundry, hampir semua pemain kelas dunia untuk tekonologi mesin hadir seperti Kannegiesser, Jensen, Milnor, Image, Electrolux, Primus, Unimac, Girbau, dan Sailstar. Pemain dunia untuk layanan, dan bahan kimia seperti Ecolab, Sealed Air Diversey, Seitz, iClean juga hadir lagi. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.