Kawasan Wisata Sanur, Kembangkan Kepariwisataan Berbasis Digital

0
723

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id,– INDUSTRI pariwisata Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pilar pertumbuhan ekonomi. Dalam pasar besar industri jasa plesir tersebut 70 persen pasar adalah pasar digital. Untuk itu produsen jasa kepariwisataan sudah selayaknya mengimbangi permintaan pasar dengan memanfaatkan teknologi digital.
‘’Dan Sanur layak dijadikan percontohan,’’ jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya serangkaian perhelatan Sanur Village Festival ( SVF ) ke sepuluh yang digelar Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) 26 – 30 Agustus 2015 dengan tema “ Dasa Warsa ” di lapangan Mainsonette, Sanur.

Pada malam pembukaan, YPS atas nama masyarakat Sanur menyerahkan penghargaan khusus bagi tokoh kepariwisataan Indonesia, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kabinet Presiden Gus Dur dan Megawati, I Gede Ardika. Apresiasi diberikan atas komitmen I Gede Ardika dalam pembentukan Yayasan Pembangunan Sanur dan Pembina penyelenggaraan Sanur Village Festival (SVF).

‘’Sanur, bagi saya adalah ruang mengekspresikan kepariwisataan berbasis masyarakat baik secara konsep mau pun realitas perkembangannya. Saya berharap Sanur tetap pada jati dirinya tanpa ‘’tertinggal’’ dari perkembangan,’’ ungkap Gede Ardika.

Seperti diungkapkan Ketua YPS yang juga Ketua Penyelenggara SVF, IB Gede Sidharta Putra, pada tahun ke 10 penyelenggaraan SVF, Sanur tetap pada komitmen membangun bernapaskan budaya. Sinergi pemerintah, adat dan masyarakat menjadi kendali bagi Sanur secara holistic mengantisipasi derasnya laju pembangunan Bali.

Tanpa kehilangan jati diri yang berkarakter, Sanur juga mempersiapkan diri sebagai model pembangunan kampung digital. Hal ini juga ditegaskan Direktur Enterprise & Business Services Telkom, Muhammad Awaluddin, Telkom mendukung Sanur menjadi salah satu destinasi dunia dengan kampung digitalnya. Serta mewujudkan target pemerintah untuk mendatangkan wisatawan mancanegara melalui penyediaan infrastruktur ICT (Information and Communication Technologies) dan integrated digital tourism.

‘’Tidak berarti Telkom melupakan daerah pariwisata terpencil. Kita perlu waktu membangun insfrastruktur sehingga connectivity nya lebih baik,’’ jelasnya berkaitan pengembangan digital UKM kepariwisataan di destinasi perintis.

Infrastruktur dan Konten

Menurut GM Witel Bali Selatan I Gusti Bagus Ranuh, pengembangan kawasan digital melalui fully implemented infrastruktur ICT dalam SVF kali ini meliputi pergelaran infrastruktur Wifi dengan teknologi Fiber Optik pada semua lokasi penyelenggaraan SVF 2015, termasuk penyediaan high speed internet access untuk media center.

“ Dukungan Telkom dalam SVF 2015 ini, tidak hanya pengembangan digital dalam hal infrastruktur tapi juga meliputi pengembangan konten digital dengan peluncuran kampung UKM digital yang kami bentuk di pasar Sindu Sanur.” ujar Ranuh.
Inovasi Telkom dalam peluncuran Kampung UKM Digital merupakan bagian dalam mendukung program pemerintah untuk kemajuan UKM Indonesia termasuk para UKM yang ada di kawasan Sanur yang merupakan destinasi wisata pertama di Bali yang berwawasan budaya, aman dan menyatu dengan masyarakat.

Kampung UKM Digital adalah lokasi cluster yang didalamnya terdapat kumpulan UKM yang memanfaatkan teknologi digital secara komprehensif dan terintegrasi di dalam pengembangan produksi, pengelolaan administrasi, pemasaran dan bisnis, sehingga para pelaku UKM yang ada semakin maju, mandiri dan modern. Ranuh mengungkapkan dengan memanfaatkan solusi ICT, pelaku UKM yang berada di Kampung UKM Digital kawasan Sanur tersebut dapat memperluas pasar dan pembeli, karena pemesanan dan pembelian dapat dilakukan secara online. Dalam mentransformasi dari sistem pemasaran off-line menjadi on-line atau pemanfaatan internet, Telkom menyediakan Broadband Learning Center ( BLC ) Pasar Sindu Sanur sebagai media pelatihan penggunaan ICT bagi pelaku usaha di Kampung UKM Digital.

“ Pengembangan digital lainnya dalam event ini, kami akan mendukung penampilan produk – produk UKM, produk lokal Sanur lainnya, hotel dan restaurant serta etalase komunitas lintas produk Bali dan kearifan lokal Sanur pada aplikasi mobile Hi Bali.” ujar Ranuh. Aplikasi Hi Bali ini dijelaskan Ranuh adalah aplikasi konten digital yang dapat diakses melalui gadget mobile ( handphone ) berbasis android dan iOS yang bertujuan untuk mempromosikan Bali dengan budaya lokalnya sebagai daya tarik wisatawan mancanegara yang adapat di lihat seluruh dunia. “ Pelaku UKM di lokasi Kampung UKM Digital juga dapat memanfaatkan aplikasi Hi Bali ini untuk pemasaran produk -produknya secara online.” tambahnya. * dwi/bisniswisata.co@gmail.com

LEAVE A REPLY