Kasus First Travel Bayangi Pelaku Umroh & Haji Di Islamic Tourism Expo

0
45

Suasana Islamic Tourism Expo  di mal Kota Kasablanka 10-12 Oktober 2017

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kalangan Tour & Travel Umroh dan Haji ikut merasakan dampak dari kasus dugaan penipuan dan penggelapan terhadap puluhan ribu calon jamaah haji PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

“ Dampaknya terasa bagi kami karena minat untuk wisata ibadah terutama umroh menurun gara-gara kasus First Travel. Jadi untuk musim umroh yang sekarang sudah mulai di buka lagi hingga Juli 2018 pertumbuhan jemaah kami targetkan hanya 10%,” kata Amin Ahmad dari Balubaid Tour & Travel Umroh dan Haji, hari ini.

Dijumpai di area Islamic Tourism Expo 2017 yang digelar di mal Kota Kasablanka 10-12 Oktober 2017, Amin mengatakan untuk membangun kepercayaan masyarakat pada penyelenggara umroh dan haji maka pihaknya berpartisipasi pada event ini.

“ Lewat pameran di Islamic Tourism Expo kami bisa langsung bertemu konsumen dan para industri wisata pengelola jasa umroh dan haji dari Saudi Arabia dan mancanegara lainnya,”

Untuk periode umroh akhir tahun dan 2018 pihaknya menggandeng ustadz Wijayanto sebagai pembimbing jemaah untuk program 9 hari dengan biaya sekitar Rp 25, 6 juta/ orang.

“Untuk ustadz Wijayanto baru tahun ini kami berkolaborasi. Setelah bisnis ini tercemar dengan kasus First Travel maka kami harus mampu membangkitkan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu pertumbuhan jemaah yang ingin umroh bersama kami diharapkan bisa lebih dari 10%,” kata Amin Ahmad yang nampak berhati-hati sekali berhadapan dengan pers.

Itu sebabnya untuk umroh dia juga mengedukasi pengunjung yang datang ke booth dengan 5 kepastian yaitu cek dan recek kepastian izin travelnya, pasti jadwal berangkatnya, pasti terbangnya, pasti hotelnya dan pasti visanya.

Berbeda dengan Amin Ahmad yang pesimistis dengan pertumbuhan jemaah umroh, Evie Agus, Direktur Aishah Tour & Travel justru tetap optimistis meski bisnis umroh dan haji tercoreng kasus First Travel.

“Saya justru menilai kasus First Travel menjadi pembelajaran semua pihak termasuk calon jemaah untuk lebih teliti membeli paket-paket umroh. Kami yakin periode 2018 tetap tumbuh positif diatas 20% karena kebutuhan beribadah ke tanah suci itu tetap tinggi,” kata Evie Agus.

Selama pameran ini, ujarnya, pihaknya menawarkan keberangkatan 20 November 2017 dan 10 Desember 2017 dengan harga berkisar Rp 18- Rp 20 juta. Untuk reguler berangkat 8 Desember mendatang berkisar Rp 21-Rp 31 Juta.

“Nah super promonya adalah Umroh Magfirah untuk keberangkatan Febuari-Maret 2018 yang kami tawarkan dengan harga Rp 15,6 juta/ orang. Angka yang kami tawarkan ini membuat pengunjung jadi sensitif ingat harga First Travel,”

Hal itu suatu bukti bahwa konsumen kini lebih teliti dan kasus itu menjadi pembelajaran bagi semua pihak terutama yang terjun di bisnis travel haji dan umroh untuk istiqomah membantu calon jemaah bersujud dibaitullah.

Evie Agus ( kiri ) menawarkan paket umroh dan haji dan bisnis catering Bin Marta untuk melayani konsumsi jemaah di Tanah Suci

Pihaknya mampu menawarkan harga super promo karena didukung holding company yang memiliki bisnis dari hulu hingga hilir dalam menangani jemaah di tanah suci mulai dari pengurusan visa, tour & travel, land arrangement hingga catering.

“Pengunjung lihat harga saja langsung spontan bilang kita nggak ditipu kan bu ? traumatik gara-gara First Travel benar-benar berdampak nasional tapi setelah dijelaskan bahwa kami punya holding company dan anak-anak perusahaan sendiri sehingga bisa melayani jasa dari hulu dan hilir maka kepercayaan itu kami dapatkan, “ kata Evie Agus.

Evie menambahkan bisnis land arrangement yang sudah digeluti 15 tahun, bisnis catering jemaah dibawah usaha Bin Marta yang sudah ditekuni selama 5 tahun bahkan dalam musim haji lalu melayani sedikitnya 20 ribu jemaah dari Kementrian Agama RI menjadi jaminan bagi jemaah bahwa pihaknya akan selalu memberikan pelayanan terbaik, tegasnya.

“Kepercayaan dari jemaah dan calon jenaah justru yang membuat usaha kami eksis jadi Inshaa Allah kami mampu menjakankan amanah,”

LEAVE A REPLY