Karawo, Kain Khas Gorontalo Tampil di New York Fashion Week

0
129
Kain Karawo (Foto: CNNIndonesia.com)

NEW YORK, Bisniswisata.co.id: Karawo, kain sulam khas Gorontalo, Sulawesi Utara (Sulut) ditampilkan dalam pagelaran bergengsi New York Fashion Week (NYFW) di Crowne Plaza Times Square Manhattan New York, Amerika Serikat pada Ahad (10/9/2017).

Karawo dibawa desainer Agus Lahinta ke pekan mode tersebut. Lewat akun Instagramnya, Creative Director & Founder of Rumah Karawo ini bersyukur karyanya bisa dinikmati publik yang lebih luas. Dalam video yang berdurasi 1 menit tersebut, Agus Lahinta merekam karya-karyanya dari belakang panggung yang tengah diperagakan para model di atas catwalk.

“Part yang bikin saya terharu, campur aduk di backstage menyaksikan akhirnya Karawo Gorontalo bisa berada di panggung fashion dunia Couture New York Fashion Week 2017,” ungkap Agus dalam postingan di intragramnya, seperti dikutip laman Kompas.com, Selasa (12/09/2017).

“Menyaksikan bagaimana akhirnya mereka dari berbagai negara tahu itu Gorontalo, kenal (juga) dengan kain sulaman Kawaro jadi mengenal proses pembuatannya yang rumit, mengenal obyek-obyek wisata di Gorontalo yang saya tuangkan dalam motif-motif Kawaro untuk design saya ini. Alhamdulillah, semoga Kawaro, sulaman khas dari Gorontalo makin terkenal. Amin YRA,” katanya di Intragram.

Karawo artinya “sulaman dengan tangan”. Orang-orang di luar Gorontalo mengenalnya dengan sebutan Kerawang. Kain sulam karawo bukan kain sulam biasa. Tingkat kesulitan membuat sulaman karawo ini, tinggi serta memerlukan ketelitian dan ketekunan luar biasa untuk membuatnya. Untuk sehelai sulaman karawo berukuran 20 cm x 20 cm saja, misalnya, perlu waktu sebulan untuk menyelesaikannya.

Seni membuat Kerawang atau Karawo disebut Makarawo dan telah diturunkan dari generasi ke generasi sejak masa kerajaan Gorontalo masih berjaya. Keindahan motif, keunikan cara pengerjaan, dan kualitas yang bagus membuat Kerawang atau Karawo bernilai tinggi.

Dibandingkan kain nusantara lainnya, Karawo memang kurang menggema ke seantero tanah air. Ajang New York Fashion Week ini diharapkan bisa menjadi tonggak kejayaan kain Karawo.

Selain desainer Agus Lahinta, desainer lainnya Yurita Puji juga mempersembahkan kain karawo. Seolah tak mau kalah, Yurita Puji unjuk gigi dalam Couture Fashion Week New York 2017.

Couture Fashion Week merupakan ajang yang didirikan oleh Andres Aquino pada 2005. Tak hanya berisi pagelaran busana, CFWNY pun dimeriahkan pameran seni serta pertunjukan. Kedua desainer Indoesia menampilkan koleksi 24 set. Terdiri dari nuansa broken white, hitam, serta nude.

Tampilnya desainer Indonesia dalam ajang internasional, tentu akan membawa fashion Indonesia semakin dikenal luas. Hal ini membuktikan bahwa desainer Indonesia memiliki talenta luar biasa, serta kemampuan rancang busana yang mumpuni. (*/KMP)

LEAVE A REPLY