Kapolda Sulbar: Status Siaga Hilang, Segera Pulihkan Sektor Pariwisata

0
35

Kunjungan wisman di Bali, penggerak ekonomi daerah 

MAMUJU, bisniswisata.co.id: Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar. MSi mendukung sikap Kapolda Metro Jaya mencabut status siaga satu terkait rangkaian serangan bom di Surabaya, Jawa Timur agar sektor pariwisata yang menjadi andalan pemerintah segera pulih.

“Keputusan  Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis mencabut status siaga satu tentunya dengan dukungan Kapolri, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Keputusan ini saya nilai tepat karena aksi terorisme tidak cukup dilawan dengan menulis #KamiTidakTakut di dunia maya,” kata Baharuddin Djafar.

Status siaga dan tagar yang menjadi trending topik itu harus dilengkapi dengan keterlibatan aktif  masyarakat secara langsung untuk mencegah terorisme sehingga tidak ada lagi rentetan bom. 

Dia mengaku prihatin atas reaksi dunia internasional terutama adanya 14 negara yang telah mengeluarkan travel advise yakni Inggris, Polandia, Perancis, Irlandia dan Swiss. Sedangkan 9 negara lainnya adalah Amerika, Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Kanada, Filipina dan Brazil

Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar. MSi

“Bagi yang punya akun di media sosial, Twitter, facebook, YouTube, instagram ikut mengawasi  foto-foto dan video-video propaganda, video amatiran, yang bersifat glorifikasi teroris, membela, memuji-muji, menyebarkan propaganda terorisme. Kemudian laporkan agar akun-akun itu ditutup,” tambahnya.

Banyak cara lainnya yang bisa dilakukan oleh masyarakat terutama dari kalangan pelaku dan pengelola pariwisata yang tinggal di 10 destinasi unggulan untuk selalu menerapkan 7 Sapta Pesona: Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah-Tamah dan Kenangan sehingga wisatawan akan terus mengalir ke daerahnya.

Menurut Kapolda Baharuddin Djafar, pariwisata Indonesia bukan saja tanggung jawab Kementerian Pariwisata tapi menjadi tanggung jawab semua elemen, khususnya pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas. Lima unsur itu harus kompak mendukung pariwisata yang kondusif.

Pihaknya sendiri juga pro-aktif mengajak Dispar, Dishub Provinsi dan instansi terkait untuk menyatukan visi dan misi terutama dalam menerapkan 7 Sapta Pesona,  mengajak komunitas dan masyarakat Sulbar untuk mengunjungi obyek-obyek wisata bahari seperti Pulau Karampuang persis di seberang Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat.

Kepala Kepolisian yang up date dengan perkembangan pariwisata ditanah air ini berharap kalangan  Pentahelix percaya diri bahwa sektor itu bisa segera pulih dengan penanganan dan informasi yang  tepat.

“Saya masih ingat ketika erupsi Gunung Agung Bali tahun lalu akhirnya berdampak pada pariwisata dan tidak terpenuhi target kunjungan wisman karena kurang cepat menangani kepulangan wisman yang hanya bertumpu lewat udara,”

Menurut dia, solusi memulangkan wisman lewat ferry ke Banyuwangi lalu dilanjutkan dengan perjalanan udara dan rekayasa akses transportasi  lainnya patut dilakukan dengan masukan dari kalangan Pentahelix sehingga situasi kacau di bandara tidak keburu terekspos media internasional.

Baharuddin yang giat menggerakkan masyarakat Sulbar untuk sholat subuh di mesjid dilanjutkan Mi”Oro Siola ( duduk bersama) menambahkan masyarakat jangan larut dalam duka cita dan segera melakukan aksi nyata sehingga Indonesia segera terbebas dari travel advise negara-negara sahabat.

Pria yang berpengalaman dalam bidang intel dan jabatan terakhir sebelum menjadi Kapolda Sulbar adalah  sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdikpol Polri ini optimistis iklim keamanan segera stabil dan pariwisata Indonesia bisa meraih kunjungan 17 juta wisman.

LEAVE A REPLY