Kapolda Sulbar Punya Visi Mamuju Jadi Surga Wisata

0
75

MAMUJU, bisniswisata.co.id: Mamuju surga wisata menjadi visi dari Kapolda Sulawesi Barat ( Sulbar),  Brigjen Pol Drs. Baharuddin Djafar, M.Si. Untuk itu penerapan 7 Sapta Pesona dilakukannya dengan menciptakan rasa aman baik dikalangan warga maupun wisatawan.

Berbicara saat menjamu ustad kondang dari Jakarta yaitu Ustadz Subki Al Bughury dan timnya sekaligus diskusi informal soal pariwisata, Kapolda menegaskan dalam hal pariwisata siapa yang punya inisiatif silahkan total action.

Pengembangan pariwisata membutuhkan dukungan dari para stakesholders termasuk jajaran Kapolda Sulawesi Barat. Oleh karena itu visinya membangun provinsi muda yang dipimpinnya ini utamanya masalah pendidikan, kesehatan dan pariwisata.

Meski Sulbar sudah punya cetak biru pengembangan pariwisata namun kalau menunggu kucuran dana dan sosialisasi maka orang jawa bilang Kesuwen alias kelamaan. Potensi wisata alam Mamuju saja sebagai ibukota Sulawesi Barat sudah besar tinggal menatanya dengan fasilitas standar sarana dan prasarana seperti ruang toilet dan lainnya.

“ Obyek wisata kami tersebar mulai dari Pulau Karampuang yang di depan mata hanya 15 menit dari tengah kota Mamuju hingga obyek wisata lainnya di kabupaten Mamasa dan obyek wisata lainnya,” kata Baharuddin Djafar.

“Kami sedang membangun toilet sebagai bantuan untuk Pemda Sulbar agar wisatawan yang datang bisa menggunakan fasilitas itu serta mengganti pakaian jika mau snorkling atau diving (menyelam) “ kata Baharuddin Djafar,

Kapolda Sulbar, Baharuddin Djafar ( ke empat dari kanan) beserta uztad Subky dan tim perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan Provinsi.

Untuk mengembangkan pariwisata, pihaknya berinisiatif melaksanakan 7 Sapta Pesona yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah dan Kenangan. Unsur Aman selama ini dilakukannya dengan melakukan pendekatan spiritual seperti sholat subuh berjamaah di Mesjid Raya Suada Mamuju tiap Sabtu.

“Kami menggelar Tabligh akbar bersama Ustadz Subki Al Bughury pada Senin ( 14/ 5)  utamanya adalah menerapkan unsur Aman. Acara yang di gelar oleh Kepolisian daerah sulawesi barat dan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kab. Mamuju selain  menyambut bulan suci Ramadhan dan Pilkada serentak juga untuk mengajak masyarakat menjaga rasa persatuan dan kesatuan.

Acara Tabligh Akbar juga di dahului sholat ashar berjamah dan sholat  Ghoib untuk para arwah yang menjadi korban gerakan teroris baik di Makko Brimob, Jakarta maupun korban bom di Gereja di Surabaya.

Kapolda Sulbar menambahkan bahwa tujuan melaksanakan tabligh akbar ini tiada lain untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Sulbar melalui kegiatan keagamaan.

“ Pendekatan spiritual melalui keagamaan untuk membangun persatuan dan kesatuan umat baik dalam menegakkan sariat agama maupun dalam membangun komitmen sosial menjaga ketertiban, rasa aman dan  menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi di Sulawesi Barat mendatang,” tambah Baharuddin Djafar.

Uztad Subki  pada kesempatan makan malam dan diskusi informal di restoran Cici bersama perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata Provinsi dan jajaran Mapolda Sulbar a.l Kombespol Dra Dien Ishartini, Karo SDM, mengaku mendapatkan pencerahan dan ilmu baru dari visi pariwisata yang justru dimiliki oleh seorang Kapolda Sulbar.

“ Masya Allah, alhamdulilah tambah ilmu ada 7 Sapta Pesona: Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah dan Kenangan. Kalau semua Kapolda bisa seperti ini makmurlah masyarakat kita apalagi pemgetahuan agamanya Kapolda sudah melebihi uztad,” kata Subki.

Pada pertemuan informal itu, Kapolda menyatakan komitmennya untuk membantu Pemda Sulbar mengembangkan pariwisata apalagi dari hasil temuan tentang potensi wisatanya tak kalah dengan Bali, destinasi wisata utama.

“Dukungan stakesholder sangat penting. Pariwisata bukan hanya urusan Dinas Pariwisata Provinsi ataupun Kabupaten tapi melibatkan semua sektor lainnya. Jadi marilah kita berinisiatif dan action untuk mengentaskan ketertinggalan dalam hal pendidikan, kesehatan dan pariwisata,” kata Kapolda Brigjen Pol Drs. Baharuddin Djafar, M.Si. mengakhiri pertemuan.

Diskusi informal pariwisata secara garis besar membahas kesiapan SDM di Sulawesi Barat ini yang dituntut bekerja dengan hati, melibatkan segenap jiwa untuk membangunan provinsi baru dengan segala kekurangannya.

LEAVE A REPLY