Ancaman Terorisme, Tempat Wisata Bali Bisa Deteksi Dini

0
256
Bom bali pertama

NUSA DUA, test.test.bisniswisata.co.id: Kapolda Bali Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto meminta pengelola tempat wisata di Bali termasuk hotel dan restoran, untuk bisa mendeteksi dini ancaman terorisme. Berbagai upaya bisa dilakukan dari mulai melatih tenaga pengamanan hingga menyiapkan sarana pendukung.

“Satuan pengamanan harus dilatih perlu deteksi dini untuk setiap kondisi yang patut diduga berpotensi membuat gangguan,” kata Sugeng dalam sebuah seminar penanggulangan terorisme di hotel dan restoran di Nusa Dua, Bali, Minggu (23/4).

Kepolisian siap membantu hotel dan restoran bila membutuhkan pelatihan untuk satuan pengamanan dalam upaya pencegahan tindakan teror. Dengan adanya tenaga keamanan yang terlatih, diharapkan petugas tidak lengah dalam memeriksa setiap pengunjung termasuk tamu yang menginap di hotel.

Kapolda mengimbau setiap hotel dan restoran dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTV dan pendeteksi logam di setiap pintu masuk. Jika petugas keamanan terlatih untuk mencegah aksi teror, keberadaan CCTV bisa membantu polisi mengungkap perkara kejahatan.

Selama ini, CCTV banyak membantu kinerja kepolisian mengungkap permasalahan salah satunya peristiwa peledakan bom di hotel JW Mariot di Jakarta.

Pengelola hotel dan restoran juga diharapkan mendayagunakan aparat keamanan adat Bali atau pecalang untuk membantu pengamanan wilayah, katanya seperti dikutip laman Antara.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antispasi terhadap aksi terorisme dan aksi kejahatan lain mengingat sebagai daerah tujuan wisata dunia, isu keamanan sangat rentan bagi Bali.

Bali sudah dua kali diguncang aksi teror. Tragedi Bom Bali I terjadi pada tahun 2002. Bom meledak di du tempat hiburan malam yang menewaskan 202 orang. Sementar tragedi Bom Bali II terjadi pada tahun 2005. Saat itu bom meledak di tiga tempat di Kuta dan Jimbaran. Sebanyak 23 orang tewas dalam ledakan tersebut. (*/a)

LEAVE A REPLY