Kapal Pesiar jadi Strategi Promosi Sabang ke Internasonal

0
434
Kapal pesiar bersandar di Sabang

SABANG, test.test.bisniswisata.co.id: Pulau Weh salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Sayangnya popularitas kalah jauh dibanding Bali, Flores, Raja Ampat. Karenanya diperlukan strategi baru untuk kenalkan sekaligus promosikan Sabang ke dunia internasional.

Strategi itu muncul lewat Sabang Marine Festival, dimana para pemilik kapal pesiar atau yachter dari seluruh dunia, datang berkunjung ke Sabang. Mereka menyebut Sabang merupakan pulau indah yang pantas dikunjungi sebagai tempat berlibur.

“Sabang adalah tempat yang indah,” kata Dwayne Turpin, nahkoda Thorfinn, yacht asal Australia.

“Sabang merupakan alam yang alami, tanpa ada pencemaran, airnya bersih dan ikan-ikannya juga bervariasi,” ungkap Nahkoda Swift, Colin Michael Wright, dari Inggris.

Ketiganya bahkan berjanji mempromosikan Sabang ke komunitas yacht dunia, setelah mereka kembali ke negara masing-masing.

Marine Festival digelar Badan Pengelolaan Kawasan Sabang (BPKS), salah satu bentuk promosi pariwisata Indonesia. Pasalnya, tidak hanya fokus pada festival kelautan, Sabang Marine Festival juga memberikan kesempatan untuk saling berbaur dengan masyarakat lokal.

“Selain Sabang Marine Festival, ke depan kita membuat kegiatan lainya seperti rally dan racing yacht, sehingga Sabang ini akan selalu diminati komunitas Yacht dunia,” ujar Syafruddin Chan, Deputi Komersial dan Investasi BPKS.

Sekarang ini, yachters umumnya datang secara individual ke Sabang. Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti yacht rally dan racing, mereka bisa datang dalam kelompok besar.

Tahun ini, Sabang Marine Festival II 2016 dikunjungi sekitar 19 yacht dari seluruh dunia atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu, yang hanya dikunjungi 8 yacht saja.

Sementara kapal pesiar yang berkunjung ke Sabang datang dari Morning Star (AS), Mariposa (Jerman), Bernacle C (Inggris), Thorfinn (Australia), Swift (Inggris), Jenain (Afrika Selatan), Aku Ankka (AS), SY. Spailpin (Malaysia), ZOA (Australia),

Juga Calypso (Afrika Selatan), Dream Dancer (Australia), EN Pointe (AS), Cest Le Vent (Malaysia), Storm (Inggris), Sy Manta (Inggris), Sy Shadowfax (AS), Kattum (Prancis), La Louipiote (Prancis) dan Ravenson. (*/AN)

LEAVE A REPLY