Kapal Pesiar Halal Turki Ramaikan Industri Pariwisata 2017

0
309
Kapal pesiar Turki

ANKARA, bisniswisata.co.id: Kapal pesiar halal Turki akan meramaikan industri pariwisata 2017. Kapal tersebut akan berlayar di sepanjang Sungai Danube, Sungai Nil dan Sungai Rhine. Keistimewaan kapal tersebut yakni akan melayani umat Islam secara eksklusif sesuai kaidah-kaidah agama.

Diantaranya yakni soal produk makanan halal, fasilitas spa, kolam renang, dan pusat olahraga yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, hingga tempat ibadah yang luas. Kapal yang baru akan mulai berlayar pada Juli 2017 dan berkapasitas lebh dari 150 penumpang ini dijalankan oleh sebuah perusahaan swasta Turki, Helal Cruise.

Kapal tersebut diyakini akan mengisi kekosongan penting dalam industri pariwisata halal yang telah menarik permintaan lebih besar dalam beberapa tahun terakhir dari negara-negara Muslim.

Penumpang akan menikmati wisata pelayaran antara dua sampai enam hari. Debut Kapal Layar Helal Cruise akan dimulai pada 6 Juli dengan rute sepanjang Sungai Danube. Penumpang akan mengunjungi empat negara, termasuk Austria dan Serbia. Selama kunjungan ke masing-masing kota, penumpang akan didampingi oleh pemandu wisata senior yang ahli dalam sejarah.

Kapal pesiar ini akan menjadi kesempatan bagi penumpang untuk mempelajari budaya dan kuliner Turki. “Setiap aspek dari persiapan makanan akan dilakukan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” kata General Manager Helal Cruise, Unal Uluçay, seperti dikutip dari Daily Sabah, Senin (30/1).

Pihaknya melihat ada permintaan lebih besar teradap pariwisata halal dibanding sebelumnya. Selain penumpang lokal (30 persen dari pangsa pasar), target wisata halal terbesar adalah Muslim dari negara-negara Asia, Afrika, Australia, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Menurut Ulucay, keluarga Muslim tidak perlu membatasi diri terhadap resor pantai dan kapal pesiar halal. Pasalnya keduanya merupakan pilihan yanh baik.

Untuk menghibur penumpang, Helal Cruise menawarkan program liburan yang sesuai dengan gaya hidup penumpang. Beberapa seniman akan bergabung dalam tur pelayaran dan menawarkan kursus seni tradisional Turki gratis seperti ebru atau marmer. Di kapal tersebut, penumpang akan mendapat makan tiga kali sehari. Biaya yang dikenakan yakni 2.000 euro.

Berdasarkan laporan kemitraan antara Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai dan Thomson Reuters menunjukkan bahwa pasar Muslim global menghabiskan 142 miliar dolar AS untuk wisata pada 2014. Diperkirakan angka tersebut naik menjadi 233 miliar dolar AS pada 2020. Menurut laporan, negara tujuan paling populer bagi wisatawan Muslim adalah Malaysia, Turki dan Uni Emirat Arab. (*/END)

LEAVE A REPLY