Kapal Pesiar Boracio Terbalik di Pulau Seribu

0
2841
Kapal pesiar terbalik (ilustrasi)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: SEBUAH kapal pesiar dengan nama kapal Boracio terbalik saat hendak berpindah dari Pulau Laki menuju Pulau Tunda dengan melewati jalur Pulau Tengah pada Jumat (17/7) malam, akibat cuaca buruk dan ombak tinggi.

Beruntung kecelakaan tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena tim penyelamat dari Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Seribu dan ‎Ditpolair Baharkam Polri dengan menggunakan Kapal Kolibri 4015 dan Kapal Raber Boutnya langsung mengevakuasi dua penumpang yang menaiki kapal itu.

Dua korban yang berhasil diselamatkan dalam kecelakaan kapal pesiar tersebut yakni, Lago Richard Lois dan Aning Wulandari, keduanya langsung dievakuasi menuju fasilitas kesehatan di Kepulauan Seribu untuk mendapatkan perawatan.

Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Andi Herindra, mengatakan kejadian bermula saat kapal pesiar yang‎ ditumpangi pasangan tersebut hendak melanjutkan perjalanan wisata dari Pulau Laki menuju Pulau Tunda pada Kamis (16/7) sekitar Pukul 12.40 WIB.

‎”Pada hari Jumat (17/7) Pukul 06.00 WIB mesin kapal tersebut mengalami gangguan dan akhirnya mesin kapal mati total karena kondisi cuaca hujan deras dan ombak di perairan yang mereka lintasi tingginya mencapai 4 meter,” ujar Andi, seperti diunduh laman Beritasatu.com, Sabtu (18/7)

‎Kapal pesiar tersebut akhirnya terbalik dan terdampar pada sebuah karang besar yang berada di antara Pulau Tengah dengan Pulau Panjang, atau tepatnya berada di bagian selatan dari Pulau Lancang Kecil.

“Saat itu ‎anggota kami yang berada di Polsubsektor Pulau Lancang langsung melakukan penyelamatan bersama Ditpolair dan setelah mendapatkan pertolongan pertama malamnya langsung kami bawa ke Pantai Mutiara untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tambah Andi.

Kedua korban diketahui tiba di Pantai Mutiara pada Sabtu (18/7) dinihari setelah diberangkatkan dari Pulau Lancang pada Jumat (17/7) Pukul 23.15 WIB Kapal Ferry Rajawali.

Sedangkan kapal yang ditumpangi korban saat ini masih terdampar di karang Pulau Lancang Kecil dan baru akan dievakuasi pada Sabtu (18/7) ini apabila kondisi cuaca dan ombak memungkinkan.

Atas kejadian tersebut, Andi meminta seluruh wisatawan Pulau Seribu untuk lebih waspada ‎terhadap cuaca dan ombak di perairan Kepualauan Seribu yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi ekstrem karena pengaruh dari Badai Siklon Tropis dari Filipina.

“Apabila cuaca tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, sebaiknya langsung kembali ke pulau terdekat dan hubungi anggota kami yang ada di pos terdekat sembari menunggu hingga cuaca berangsur pulih,” tutup Andi. (*)

LEAVE A REPLY