Kapal Pesiar Belanda Bersandar di Batavia

0
909

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Sejarah baru dalam kedatangan kapal pesiar atau cruiseship di Batavia. Sejarah itu, baru pertama kali kapal pesiar mewah asal Belanda,

merapat di terminal penumpang nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Bahkan awal tahun 2016, Jakarta mendapat kesempatan pertama disinggahi cruise dengan mengangkut sekitar 1.400 wisatawan asing dari Amerika Serikat, Jepang, Belanda, India, Canada, dan beberapa turis dari Eropa.

“Kedatangan kapal pesiar ini, sebagai implementasi saran Presiden Joko Widodo juga terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan (permenhub) Nomor: PM 121 Tahun 2015 Tentang Pemberian Kemudahan bagi wisatawan gunakan kapal pesiar berbendera asing. Kini turis dengan mudah berkunjung ke daerah tujuan wisata di Indonesia,” papar Dewan Kehormatan Kementerian Pariwisata Indroyono Soesilo, saat menyambut kedatangan kapal pesiar MS Volendam di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (7/1/2016).

Dijelaskan, kapal pesiar berkapasitas 1700 penumpang berangkat dari Singapura, dan menjelajah selama 10 hari di sebagian wilayah Indonesia. Dari Jakarta yang merapat selama 10 jam. MS Volendam akan Semarang, dilanjutkan pelayaran ke Benoa Bali, kembali ke Probolinggo dan terakhir Surabaya lantas kembali lagi ke Singapura.

“Jadi Jakarta hanya transit. Nah, selama 10 jam merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, sekitar 1000 wisatawan diberi pilihan mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Kota Tua, Museum Nasional dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ya, kita bawa para wisaman itu ke daerah yang tidak terjebak macet, karena selama ini Jakarta indentik dengan kemacetan,” jelasnya.

Selain kapal pesiar MS Volendam yang datang ke Indonesia, lanjut dia, ada tiga kapal pesiar lainnya yang sudah singgahi Indonesia. Tiga kapal pesiar itu bersandar di Pelabuhan Sabang pada 2 Januari 2016, mereka membawa 500 wisatawan asing. “Kedatangan wisatawan akan menambah jumlah kunjungan turis asing ke Indonesia pada awal tahun 2016, sehingga target 20 juta wisatawan asing di tahun 2019 dapat tercapai.

Apalagi, dengan dimudahkannya aturan dari Kementerian Perhubungan, mengenai pemberian kemudahan bagi wisatawan yang menggunakan kapal pesiar berbendera asing untuk naik dan turun di pelabuhan tujuan atau pelabuhan asal keberangkatan. Jadi mereka bisa turun di kota tujuan untuk lebih dalam mengeksplore objek wisata di kota tersebut, tambahnya.

Managing Director Cruise Asia Indonesia, I Ketut Yasa Sediya menambahkan Jakarta mendapat kesempatan bagi wisatawan kapal pesiar MS Volendam karena menunjukkan bahwa Ibukota negara ini punya destinasi menarik untuk dikunjungi. Seperti Taman Mini Indonesia Indah, Kota Tua dengan museum Fatahillah dan Museum Nasional.

Di Semarang, rencananya mereka akan dibawa mengunjungi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, Candi Borobudur. Sementara di Probolinggo, wisman akan

diajak menikmati suasana dan keindahan Gunung Bromo. “Tapi karena gunung meletus, kita tidak melakukan perjalanan ke kawah. Hanya melihat dari atas,” ujar Yasa.

Di Surabaya, rencananya akan mendatangi Tugu Pahlawan, Kota Tua Jembatan Merah dan beberapa museum. Sedangkan di Bali, para pelancong akan dibawa ke beberapa destinasi ternama di Bali. “Mereka tidak menginap di hotel tapi di dalam kapal. Meski demikian, mereka akan mengeluarkan uangnya untuk membeli souvenir, dan kebutuhan pribadi mereka,” jelasnya.

Kapal pesiar asal negeri Kincir Angin ini memiliki dua warna yang mendominasi yakni putih dan hitam. Kemudian di bagian depan terdapat tulisan Volendam

yang menandakan ciri khas negeri Oranye tersebut, sebagai pelengkap di bagian belakang dituliskan Holland American Line. Kapal pesiar berbentuk mewah ini pun juga dilengkapi sejumlah sekoci atau sejenis kapal yang digunakan ketika keadaan darurat. Kedatangannya disambut tarian tradisional Betawi dan kesenian khas Betawi, Ondel-ondel. (endy)

LEAVE A REPLY