Kampung Warna Warni, Destinasi Wisata Baru Kota Malang

0
1873
Kampung warna warni di kota Malang (Foto: http://tamasya.id)

MALANG, test.test.bisniswisata.co.id: Kota Malang Jawa Timur punya destinasi wisata baru. Kampung warna-warni namanya. Kampung ini terletak di jantung Kota Malang. Kampung ini berada di tepian sungai Berantas, dan sebenarnya tak ada yang menarik di kampung ini namun semua rumah di kampung ini dicat warna-warni sehingga menjadi daya tarik wisata. Bahkan sangat cocok untuk selfie.

Nah, mulai kini warga kampung menerapkan tiket masuk dalam kampung. Setiap pengunjung yang masuk wajib membayar tiket seharga Rp 2.000. Tiket ini memang tidak mahal dan punya tujuan yang mulia dengan pemberlakuan tiket masuk.

Kampung Warna-Warni ini, digagas delapan mahasiswa Jurusan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diketuai Nabila Firdausiyah. Lantarn unik dan menarik, ternyata ratusan orang datang setiap harinya untuk berfoto di kampung yang berada di Kelurahan Jodipan Malang.

Ketua RW 02 Kelurahan Jodipan Kecamatan Blimbing, Parin, mengatakan ide pemberlakuan tiket diusulkan oleh seorang dosen pembimbing UMM. “Uang tiket yang masuk digunakan untuk biaya perawatan kampung,” katanya di Malang seperti dilansir laman Republika.co.id, Selasa (23/08/2016).

Agar tidak memberatkan pengunjung, tiket masuk dibuat serendah mungkin. Menurutnya sejak menjadi destinasi wisata, perekonomian warga setempat lebih bergairah. Para pemuda diberikan kesempatan mengelola parkir. Sedangkan kaum ibu banyak yang membuka warung yang menjual makanan ringan dan minuman. “Ada sekitar empat sampai lima warga yang buka usaha,” jelasnya.

Murahnya harga tiket masuk juga didasarkan atas keadaan kampung yang bisa dibilang masih sederhana. Parin mengatakan para pengunjung tidak akan menemui souvenir atau produk karya warga karena keterbatasan sumber daya manusia. “Di sini baru bisa foto-foto saja tapi peminatnya sangat banyak,” tambahnya.

Petugas yang berjaga di pintu masuk kampung, Yuli Wulandari, mengungkapkan meski sekarang diterapkan tiket namun animo masyarakat berkunjung masih tinggi. “Sejak pagi sampai pukul setengah dua siang sudah 280 lembar tiket terjual,” jelasnya.

Di akhir pekan, pengunjung yang datang bisa membeludak. Hal itu tercermin dari pemasukan parkir yang mencapai lebih dari Rp 1,2 juta dalam sehari. (*/REO)

LEAVE A REPLY