Kampung Religi Palembang Paling Banyak Diserbu Turis Malaysia

0
274
Wisatawan asing telusuri kampung wisata religi Palembang (Foto: http://lostpacker.com)

PALEMBANG, Bisniswisata.co.id: Wisatawan dari Malaysia hingga sekarang ini paling banyak berkunjung ke Kampung Wisata Religi Al Munawwar Palembang, Sumatera Selatan. Kampung Al-Munawar di wilayah 13 Ulu, terdapat deretan rumah-rumah tua berusia lebih dari 300 tahun dengan kayu-kayu ulin masih kokoh menyangga. Juga masyarakatnya ramah, tersenyum, terbuka menyambut wisatawan yang datang.

“Yang paling banyak berkunjung itu wisatawan dari Malaysia. Juga ada turis dari Belanda, Amerika Serikat, Rusia, Korea dan yang paling banyak dari Malaysia,” ujar pemandu wisata Kampung Wisata Religi Al Munawwar, Ale Shahab di Palembang, Rabu (19/7/2017).

Sementara lanjutnya, kalau dari Indonesia sendiri datang ke Kampung Wisata Religi Al Munawwar mulai dari Aceh sampai ke Papua sudah ada yang berkunjung ke sini. Di kampung wisata religi itu ada delapan rumah yang menjadi dinasti menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan.

Delapan rumah itu antara lain rumah batu, rumah indis yang berarsitektur bergaya Eropa, kemudian ada rumah kembar laut, rumah darat, rumah limas kijing dan rumah tinggi. Juga ada Madrasah Al Kautsar dimana satu-satunya sekolah yang libur pada hari Jumat, sedangkan pada hari Minggu masuk sekolah, katanya.

Diakuinya, wisatawan berkunjung ke Kampung Wisata Religi itu selalu mencari titik-titik lokasi yang menarik untuk difoto. Kalau mereka yang berkunjung secara rombongan 15-20 orang maka akan didampingi guide untuk memandunya.

Biasanya, kalau hari libur mereka yang berkunjung ke kampung wisata itu cukup banyak. Untuk meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke sana maka terus dilakukan pembenahi untuk fasilitasnya.

“Untuk fasilitasnya terus dilakukan perbaikan dan juga akan dibangun ruang informasi, kemudian kamar mandi yang layak,” ujar pengawas kampung wisata religi, Mohammad AK Almunawar menambahkan.

Asal usul Kampung Arab Al-Munawar tak terlepas dari peran Pemerintah Belanda yang pada ratusan tahun silam, sekitar 1825, melakukan pendekatan terhadap etnis Arab, dengan menunjuk seorang pemimpin yang diberi pangkat Kapten. Kapten Arab terakhir di sini bernama Ahmad Al-Munawar yang wafat pada tahun 1970.

Kampung Arab Al-Munawar hingga kini tetap terjaga kelestariannya meskipun sudah berusia ratusan tahun. Kampung ini pertama kali dibangun oleh Syekh Abdurrahman bin Muhammad Al Munawar. Syekh Abdurrahman merupakan pria keturunan Yaman yang menikah dengan putri Sultan, yakni Masayu Bariyah.

Kampung Al Munawar merupakan kampung pemukiman Arab pertama di Palembang. Letaknya di tepian Sungai Musi. Nama Al-Munawar diambil dari seorang tokoh yang dihormati warga setempat yakni Habib Abdurrahman Al Munawar. Ia adalah salah satu tokoh yang menyebarkan agama Islam di masa awal masuknya Islam ke Palembang. (*/BBS)

LEAVE A REPLY