Kamis Malam, Penumpang Lion Air Kembali Ngamuk

0
1152
Lion Air mendarat di laut Bali

TANGERANG, BISNISWISATA.CO.ID: Sejumlah penumpang Lion Air kembali mengamuk di depan Loket Tiket Lion Air di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (19/2) malam.

Penumpang tujuan keberangkatan Yogyakarta dan Denpasar Bali itu, kesal lantaran pihak maskapai Lion Air tidak memberikan keterangan terkait penundaan keberangkatan yang seharusnya take off pukul 18:00 WIB.

“Gimana ga kesel, semuanya jadi ga jelas kapan kami berangkat, untuk minta refund (pengembalian uang tiket) malah dipersulit,” tutur Savira Anwar, salah satu penumpang Lion Air.

Savira menjelaskan bagi penumpang yang meminta pengembalian uang tiketnya, petugas Lion Air yang berada diloket menyarankan untuk mengurusnya di kantor Pusat Lion Air di Jakarta. “Ini kan lucu, aneh, tidak masuk akal manajemen Lion Air ga tanggung jawab, uang penumpang ditarik dulu, namun saat kita minta disuruh ke kantor pusat,” paparnya.

Dari pantauan langsung, ratusan penumpang tujuan Jogjakarta dan Denpasar dengan nomor penerbangan JT 0018 dan JT 0564 masih mengantri di Loket tiket Lion Air. Bahkan, beberapa penumpang yang merasa tidak terima menumpahkan kekesalannya dengan memukul-mukul kaca loket.

Data Informasi Bandara Soetta hingga pukul 19:00 WIB masih terjadi Delay di Terminal I dan III. diantaranya untuk terminal I terjadi penundaan keberangkatan untuk tujuan Kualanamu dan Kedatangan dari Lombok. Sedang Terminal III penundaan penerbangan untuk tujuan Jogjakarta dan Denpasar Bali.

Saat penumpang ngamuk, tak ada regulator dari Kementrian Perhubungan di tempat kejadian, padahal kejadian yang meresahkan penumpang terjadi sejak Rabu. Hanya petugas keamanan Bandara berjaga-jaga tanpa berbuat apa-apa, hanya mengamankan jangan sampai penumpang merusak fasilitas bandara.

Aksi kekesalan penumpang Lion Air ini bukan pertama kali terjadi, sejak Rabu (18/2) hingga Kamis (19/2) siang sudah terjadi keributan, gara-gara kasus yang sama.

Ratusan penumpang Lion Air yang terkatung-katung, terlantar tanpa ada kepastian terbang, terjadi sejak jadwal penerbangan pukul 13.00 Rabu 18 Februari 2015. Akibat delay berkepanjangan, sempat terjadi keributan penumpang yang terlantar karena sudah terlalu lama menunggu kejelasan dari pihak Lion Air.

“Tadi pagi sempat ribut karena dari kemarin terlantar. Tapi sekarang sudah relatif terkendali. Karena kebanyakan yang ribut itu penumpang yang sudah delay dari kemarin,” ujar Asiwardi.

Menurut dia, sebagian penumpang Lion Air yang sudah delay sejak pukul 13.00 kemarin ada yang sudah mendapatkan penerbangan pengganti. Namun ada juga yang masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta dan belum mendapatkan kejelasan. “Sebagian sudah ada (yang dapat penerbangan pengganti). Tetapi mungkin juga ada yang belum bisa terbang sampai sekarang,” kata dia.

Asiwardi menyatakan, sejak kemarin para penumpang telah berusaha meminta penerbangan pengganti atau refund tiket, namun baru sebagian kecil penumpang yang mendapatkan penerbangan pengganti. “Yang refund minta dibayar dan yang tidak mau minta dicarikan pesawat lain. Tetapi ada 600 orang yang delay, kata duty managernya tadi kalau semua refund terlalu banyak,” ujar Asiwardi.

Berdasarkan informasi, terdapat gangguan terhadap 20 penerbangan maskapai Lion Air. Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi menegaskan di Bandara Soekarno-Hatta, hanya ada 2-3 penerbangan yang terganggu. “20 penerbangan itu di seluruh Indonesia, kalau di Jakarta sekitar 2-3 penerbangan,” kata Budi

Budi mendengar ada masalah teknis yang membuat terjadinya gangguan tersebut. Namun dia belum bisa memastikan secara persis gangguan tersebut karena masih melakukan koordinasi dengan pihak Lion Air. (endy)

LEAVE A REPLY