Kalsel Tertarik Bangun Desa Wisata

0
1354
Desa wisata Okura di Pekanbaru Riau

BANJARMASIN, bisniswisata.co: Komisi II DPRD Kalimantan Selatan berpendapat perlunya pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten serta kota di daerah itu membina desa potensial pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Belajar dari DIY, mungkin ada baiknya pula kalau Kalsel membentuk desa wisata, terutama pada kabupaten atau kota yang memang memiliki potensi parekraf,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel yang membidangi masalah ekonomi dan keuangan, Muhammad Ihsanudin, di Banjarmasin, Senin (8/9/2014).

Pendapat politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, terkait dengan studi banding Komisi II DPRD Kalsel yang juga membidangi kepariwisataan daerah itu, ke Daerah Istimewa Yogyakarta pada 1-3 September 2014, khusus untuk belajar tentang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Mantan pegawai Departemen Keuangan Republik Indonesia itu, mengatakan geliat pariwisata dan ekonomi kreatif DIY atau Kesultanan Yogyakarta tersebut semakin tampak lagi seiring dengan pembentukan 100 desa wisata.

“Walau DIY masuk daerah tujuan wisata (DTW) di Indonesia, tapi belakangan ini mereka membentuk 100 desa wisata, yang bertujuan untuk lebih memudahkan pembinaan ekonomi kreatif yang cukup potensial di daerah tersebut,” kata wakil rakyat yang berpendidikan akuntan itu.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel Burhanuddin mengatakan provinsi setempat dengan luas wilayah sekitar 37.000 kilometer persegi yang terdiri atas 13 kabupaten dan kota, juga memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita juga memiliki sumber daya parekrat yang cukup potensial untuk menunjang kepariwisataan serta ekonomi daerah dan masyarakat setempat,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Bintang Reformasi (PBR) DPRD Kalsel itu.

Akan tetapi, katanya, potensi itu belum tergali secara optimal. “Hanya saja potensi parekraf kita belum banyak tergali dan termanfaatkan secara maksimal. Hal itu dikarenakan antara lain infrastrukur yang belum memadai, hingga kurang menunjang untuk pengembangan potensi tersebut,” lontarnya seperti diunduh laman Antara.

Wakil rakyat yang menyandang gelar insinyur itu, mencontohkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Kalsel yang belum tergali atau termanfaatkan secara maksimal, antara lain kegiatan adat masyarakat Banjar dan masyarakat adat, seperti dari komunitas Dayak.

Selain itu, atraksi kebau rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara beberapa tahun lalu dan kini mulai memudar atau nyaris tak ada gaungnya lagi.

“Potensi-potensi parekraf tersebut harus kita tumbuh kembangkan kembali, di samping mengangkat yang belum tergali atau termanfaatkan secara maksimal,” kata anggota DPRD Kalsel yang mengakhiri masa jabatan pada 9 September 2014 itu.

Ia mengemukakan perlunya pemerintah daerah setempat mengembangkan potensi ekonomi kreatif tersebut. “Untuk itu pula pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota agar lebih serius lagi dalam upaya menumbuhkembangkan ekonomi kreatif atau parekraf,” demikian Burhanuddin. ****

LEAVE A REPLY