Kalangan Swasta Sambut Baik Penyelenggaraan Solo Great Sale 2016

0
583

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kalangan swasta di Solo menyambut baik penyelenggaraan Solo Great Sale ( SGS) 2016 dimana penyelenggaraannya selain diharapkan mampu mengatasi menurunnya tingkat hunian hotel juga dapat menggerakkan langsung perekonomian masyarakat.

“Saya senang sekali ada event tahunan yang kedua kalinya ini karena kunjungan wisatawan terutama dari mancanegara akan meningkat. Hotel-hotel di Solo sudah mengalami low season bahkan tingkat hunian tidak sampai 50% karena over supply kamar dan perekonomian global juga belum pulih,” kata Imelda Sundoro, Presdir Sun Motor Group yang memiliki sedikitnya 10 jaringan hotel di Solo, Yogyakarta dan Bali.

Imelda yang hadir di acara peluncuran SGS 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, kemarin, mengatakan penyelenggaraan yang  berlangsung sebulan pada 1-29 Febuari mendatang tentunya akan memberikan gairah ekonomi bukan hanya untuk hotel tapi juga untuk bisnis lainnya karena kunjungan wisman banyak membutuhkan jenis jasa lainnya sehingga memberikan dampak berganda yang luas.

“Saya senang pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga para pengusaha terutama dari Solo juga mendukung kegiatan ini sehingga optimistis akan banyak wisatawan nusantara maunpun wisatawan mancanegara yang datang apalagi acaranya juga sekaligus menyambut Hari Raya Imlek,” kata Imelda yang memiliki sedikitnya 22 showroom mobil dan bisnis lainnya.

Acara peluncuran SGS dihadiri Gubernur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo yang bersikap santai dan guyub bersama kalangan pejabat, pengusaha dan tokoh masyarakat dari Solo seperti BRay Mooryati Soedibyo, Nina Akbar Tanjung, Haryadi Sukamdani hingga pengusaha Sandi Uno.

Nina Akbar Tanjung, pemilik Roemahkoe, Heritage Hotel dan Restaurant mengatakan kegiatan Solo Great Sale tahun lalu sudah berjalan sukses begitu pula harapannya pada penyelenggaraan kedua ini yang akan berlangsung sebulan penuh harus dipersiapkan dengan berbagai jasa lainnya.

“Sebagai tuan rumah, pengusaha dan masyarakat Solo Raya harus bisa menjadi tuan rumah yang baik artinya bukan hanya untuk mengambil kesempatan dari datangnya ratusan ribu orang tapi bagaimana semua unsur harus bisa melayani. Saya tetap concern dengan masalah kebutuhan toilet bersih, masalah kebersihan dan sampah terutama di pusat-pusat acara karena ada sedikitnya 15 agenda yang melibatkan ribuan orang,” kata Nina Akbar Tanjung.

Dia juga berharap meski penyelenggaranya pemkot dan Kadin Solo Raya namun kesempatan emas setiap tahun ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan daerah lainnya di Surakarta seperti Karanganyar, Sukowati, Wonogiri, Klaten, Sujoharjo, Klaten dan Boyolali.

“Wonogiri kan alamnya indah, kami juga punya situs Sangiran yang harus terus dipromosikan jadi jangan dilupakan daerah-daerah pinggiran bukan hanya Solo Raya,” kata Nina kritis.

Menurut dia, ada SGS ataupun tidak, kemampuan melayani wisatawan harus bisa menjaga Sapta Pesona terutama kebersihan sehingga untuk Solo Raya ada kegiatan SGS ataupun tidak tetap harus jadi magnit kunjungan wisman dan memperhatikan pasar-pasar tradisional yang banyak dikunjungi wisman.

“Pasar Besar Solo misalnya harus ditata agar pengunjung merasa nyaman dan masyarakat harus dibina dan disadarkan bahwa pasar itu saya tarik wisata yang menarik. Kalau orang mau belanja ya harus dijaga kerapihan dan kebersihannya,” tambah Nina.

Pihak panitia penyelenggara selama SGS berlangsung untuk memanjakan para shopholic dengan diskon besar dan hadiah mulai dari rumah, motor hingga beragam barang elektronik. Pengunjung dari berbagai daerah dapat menyesuaikan waktu dan acara yang tepat.

RAy. Febri Hapsari Dipokusumo sebagai kordinator acara menyiapkan 15 kegiatan antara lain; Grebeg Sudiro pada 31 Januari,  Solo Imlek festival,  Pemecahan Rekor Muri Menulis Kaligrafi China 500 M, Pesta Kembang Api, Lampion Terbang, Festival Kampung Tiongkok dari 1-7 Febuari, Festival Jenang Solo 14-17 Febuari, Kirab Barongsai Cap Go Meh 21-22 Febuari, Sendratari Ramayana, 26 Febuari, Wayang orang Sriwedari sebulan penuh kecuali Hari Minggu serta pertunjukan Ketoprak Balekambang pada 6, 13, 20,27 Febuari 2016.

DR N Rusmiati MSi, CEO PT Patihindo Permai, biro perjalanan wisata, Umroh dan Haji yang juga penyelenggara kegiatan konvensi mengatakan Solo Great Sale 2016 layak dipromosikan baik di dalam maupun luar negri karena kalangan pemenerintah, pengusaha dan masyarakatnya terlihat kompak dan memahami pentingnya sebuah event untuk memberikan dampak ekonomi yang merata.

“Panitia juga sudah mengumumkan adanya kerjasama dengan PT KAI hingga ada diskon 10% untuk semua rute kereta api ke Solo dan disusul juga oleh penerbangan. Sebagai pengusaha biro perjalanan kita bisa mengemas paket wisata untuk bisa menjangkau obyek wisata lainnya di Surakarta ( Solo),” kata Rusmiati.

Dia menyambut baik kegiatan ini dan berharap komunitas masyarakat Solo yang ada di berbagai kota bahkan di luar negri dapat membuat perencanaan untuk pulang kampung bersama-sama menyemarakkan jadwal acara yang ada sehingga kegiatan ini benar-benar berdampak pada pergerakan wisatawan, perekonomian daerah maupun langsung pada masyarakat.

“Hal yang pasti setiap kali wisatawan datang cari kuliner dan pulang bawa oleh-oleh, sudah siapkah warga Solo menjaga ketertiban, kenyamanan dan kebersihan dengan kehadiran wisatawan. Tahun lalu SGS sudah dimulai dan tahun ini konsisten diselenggarakan ,” tambahnya. ( hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY