Jumlah Wisatawan Uni Emirat Arab Terbesar Kunjungi Indonesia

0
1142

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di atas 9.5 juta dan tetap diharapkan mendekati 10 juta tahun ini dinilai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu sebagai dasar dalam menentukan pertumbuhan pada lima tahun ke depan pada era pemerintahan baru 2015-2019.

Wisatawan Arab dari negara-negara kawasan Timur Tengah masih menjadi penyumbang turis asing terbanyak ke Indonesia selama periode Januari-Juli 2014.  Wisatawan asal Uni Emirat Arab jumlahnya paling banyak sebesar 480,12%; diikuti Arab Saudi 421,06%, Bahrain 156,76%, dan Mesir 70,23%.

“Peningkatan kunjungan wisman ke Indonesia kali ini kembali didominasi kunjungan wisatawan Arab dari Timur Tengah, hal ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain pengembangan wisata syariah di Indonesia yang mungkin juga mendorong minat wisman asal Timur Tengah ke Indonesia,” ujar Mari Elka Pangestu  dalam jumpa pers bulanan tentang statistik kunjungan wisman serta kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta, Senin (1/9/14).

Sebagai salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi wisata syariah yang tinggi.

Lalu ujarnya lebih lanjut konektivitas airlines semakin banyak pilihan, ada Etihad Airways yang merupakan maskapai penerbangan nasional Uni Emirat Arab di Bandar Internasional Abu Dhabi, Qatar Airways yang berbasis utama di Bandara Internasional Doha, dan juga Garuda Indonesia yang memiliki direct flight ke sejumlah negara di Timur Tengah.

Mari mengatakan, “Kehadiran direct flight tersebut sangat membantu mendorong wisman asal Timur Tengah ke Indonesia. Apalagi ditambah dengan karakter wisatawan Timur Tengah yang kerap berwisata cukup. Biasannya mereka juga sekalian untuk menghindari musim panas di negaranya. Waktu berwisata mereka sekitar tiga minggu sampai satu bulan.

Tujuan perjalanan wisata wisman asal Timur Tengah ke Asia Tenggara belakangan ini mulai dengan mengombinasikan antara Malaysia dan Indonesia. “Kita sudah semakian menarik sebagai tujuan mereka berwisata, karena memiliki lebih banyak pilihan buat mereka,” ungkapnya.

Sementara pada kesempatan yang sama Wamenparekraf Sapta Nirwandar menambahkan, “Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Timur Tengah juga punya andil dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Minimal menyampaikannya ke keluarga majikanya. Juga oleh para TKI yang sukses di sana”.

“Namun masa tinggal wisman asal Timur Tengah masih lebih lama di Malaysia dibanding di Indonesia,” terang Sapta.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI), Yanti Sukamdani memprediksi peningkatan kunjungan wisatawan Arab kemungkinan juga akibat promosi yang dilakukan BPPI di Turki tahun lalu dan juga adanya rute penerbangan Turkish Airlines ke Jakarta.

“Jadi tadinya mereka banyak yang mau ke Suria, Mesir, Iran, dan lainnya akhirnya beralih ke Indonesia,” tuturnya.

Di luar dominasi wisman Timur Tengah, diurutan berikutnya adalah wisatawan dari Tiongkok sebesar 35,25%. Menurut Mari pertumbuhan wisatawan Tiongkok cukup tinggi, diatas 26 persen. “Kami menargetkan satu juta wisatawan untuk Tiongkok sendiri,” ungkapnya.

“Untuk merealisasikannya, kami dan beberapa pelaku industri pariwisata sedang gencar melakukan promosi ke negara tersebut,” ungkap Mari.

Ia mengatakan, “Kita memang ada strategi khusus untuk Tiongkok dengan melakukan promosi pariwisata yang intensif. Kemarin saya dari Tiongkok dan BPPI tahun lalu juga sudah ke Tiongkok, nanti BPPI juga akan ke Tiongkok lagi untuk melakukan promosi pariwisata”.

Sedangkan wisatawan nusantara (wisnus) menurut Mari pada Semester I 2014, angka perjalanan sudah mencapai 107 juta dengan total pengeluaran mencapai Rp76,16 triliun.

“Dengan capaian tersebut, target sebesar 255 juta pada akhir 2014 optimis tercapai alapagi dengan adanya dorongan lebih kuat untuk menyelenggarakan event daerah baik yang berskala nasional, maupun internasional yang dikemas dalam paket wisata dan di promosikan berbagai media,” jelasnya.

Mari menambahkan, “Untuk meningkatkan wisnus, upaya promosi langsung di pasar-pasar utama juga perlu dilakukan termasuk kerjasaa dengan maskapai penerbangan”. (evi)

LEAVE A REPLY