Jumlah Hotel Plat Merah Dipangkas

0
451

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Proses integrasi BUMN perhotelan yang tidak mudah membuat pemerintah harus memangkas target jumlah hotel milik perusahaan pelat merah yang akan melebur dalam holding perhotelan pada tahun ini. Semula, Kementerian BUMN menargetkan 94-95 hotel BUMN terintegrasi pada tahun ini. Namun, jumlah itu dipangkas menjadi hanya 45-50 hotel.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengatakan saat ini sudah ada 26 hotel yang bergabung dan dalam waktu dekat akan ada tambahan sembilan hotel lainnya. “Targetnya dulu memang agresif, tetapi sekarang kami perkirakan hanya 45-50 hotel. Proses integrasinya tidak semudah yang kami harapkan,” ungkapnya seperti dilansir laman Bisnis.com, Selasa (16/8/2016).

Menurut rencana, hotel-hotel itu akan berada di bawah tiga perusahaan BUMN, yaitu PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Patra Jasa yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero), dan PT Aero Wisata yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Edwin menegaskan holding tersebut tidak akan mencampur aset setiap perusahaan, tetapi hanya dalam hal pemasaran, resource sharing, dan standardisasi pelayanan di semua lini.

Holding tersebut rencananya dinamakan Hotel Indonesia Group dan situs resminya diharapkan dapat diluncurkan bulan depan setelah mendapat persetujuan Menteri BUMN. Melalui situs tersebut, hotel-hotel yang berada di bawah Hotel Indonesia Group akan terkoneksi dengan destinasi wisata dan transportasi seperti penyewaan kendaraan.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan konsumen dalam melakukan perjalanan. Holding BUMN perhotelan didirikan demi meningkatkan sinergi, efisiensi, dan efektivitas pemasaran serta penyamaan standar layanan.

Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki tingkat okupansi hotel-hotel tersebut dan memangkas ong kos operasional yang dipandang tidak efektif. Tarif hotel pun diharapkan tidak lagi terpotong oleh besarnya biaya operasional yang tidak perlu.

Dengan demikian, tarif hotel tetap stabil, tetapi pendapatan bisa tumbuh. Tingkat okupansi hotel-hotel milik perusahaan BUMN saat ini berada di level 60%. Angka tersebut diharapkan naik ke level 70% dalam tahap awal berjalannya holding. (*/BIO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.