Jip Wisata Merapi Belum Jaga Keselamatan Wisatawan

0
115
Sejumlah wisatawan menikmati perjalanan dengan menggunakan mobil jip pada reli wisata di kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta, Kamis (12/11). Wisata mengelilingi sejumlah tempat terdampak letusan Gunung Merapi itu selain sangat diminati wisatawan lokal maupun manca negara, juga berdampak menghidupkan perekonomian masyarakat setempat. ANTARA FOTO/Saptono/Spt/15

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Sebanyak 29 komunitas jip wisata dengan total armada sekitar 900 unit jip yang beroperasi di kawasan wisata Kaliurang, Museum Gunungapi Merapi di Kecamatan Pakem dan di Kinahrejo, Umbulharjo dan Kaliadem di Kecamatan Cangkringan, ternyata belum mengutamakan masalah keamanan, keselamatan bahkan kenyamanan wisatawan.

“Tanpa jaminan tiga K yakni kenyamanan, keselamatan dan keamanan wisatawan dikhawatirkan berkurang. Dampaknya juga ke komunitas jip wisata yang pendapatannya akan menurun drastis,” papar Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Industri Kreatif, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Shavitri di Sleman, Ahad (22/4/2018).

Dilanjutkan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan pengguna jip Lava Tour wajib diperolehnya. Mengingat, yang diinginkan wisatawan selain menikmati indahnya Merapi dan bekas lahar erupsi, juga selama dalam perjalanan yang menggunakan jip wisata juga ingin jaminan 3 K. Dan ini sangat wajar bagi wisatawan.

Karena itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Yogyakarta melakukan pembinaan kepada paguyuban komunitas jip wisata Lava Tour Merapi. Pembinaan itu diantaranya mewajibkan komunitas Jip wisata menyediakan helm pengaman bagi pengguna jasa. “Kami terus melakukan pembinaan kepada komunitas-komunitas jip wisata Merapi, kami juga mewajibkan mereka untuk menyediakan helm pengaman,” jelasnya serius.

Bahkan, Dinas Pariwisata bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman dan instansi terkait lainnya juga memberikan bantuan untuk pengadaan helm bagi masing-masing komunitas jip wisata. “Helm pengamanan ini warnanya disesuaikan dengan keinginan dari masing-masing komunitas agar seragam. Ada komunitas yang menggunakan warna kuning, ada yang oranye untuk ciri khas mereka,” katanya.

Diakui sampai saat ini belum semua komunitas jip wisata Merapi menerima bantuan helm pengaman ini karena pengadaannya juga secara bertahap. “Selain itu karena pengadaan helm pengaman ini disesusaikan dengan warna keinginan dari komunitas, jadi yang sudah ada dulu dibagikan,” katanya seperti dilansir laman Republika.co.id

Shavitri berharap juga wisatawan pengguna jasa jip wisata juga memiliki kesadaran untuk menggunakan helm pengaman yang sudah disediakan selama menjelajah wisata Lava Tour Merapi. “Kalau sudah ada helm wisatawan pengguna jasa juga wajib untuk memakaianya demi keselamatan selama naik jip wisata Lava Tour,” katanya.

Dilanjutkan, upaya pembinaan lain selain pengadaan helm, komunitas jip wisata wajib melengkapi kelengkapan kendaraan, seperti P3K, sabuk pengamanan, termasuk kelengkapan operator misalnya kepemilikan SIM bagi penggemudi Jip wisata. (END)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.