Jerok Wacik Korupsi, Tiga PNS Kemenpar Diperiksa KPK

0
423
?????????????????????????????????????????????????????????

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kasus dugaan korupsi yang merugikan negara oleh tersangka Jero Wacik saat menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (kini Kementerian Pariwisata).

Pendalaman itu ditandai dengan dipanggilnya beberapa saksi yakni Siti Alfiah dan Tri Haryono selaku Staf TU Menteri pada Biro Umum Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Samsa selaku Staf Kepala Biro Keuangan pada Setjen Kemenpar, serta Kabag Akutansi pada Kemenpar.

“Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka JW (Jero Wacik),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Bersama mereka, penyidik juga memanggil Farid selaku Kabag Akuntansi Kementrian Pariwisata, Maesaroh selaku pensiunan PNS Kemenbudpar dan Supriyanti yang juga pensuan PNS. Satu saksi lagi adalah Joko Mulyono, mantan Pemilik Toko Bunga Vidya Kirana. “Mereka juga saksi dalam kasus yang sama,” ujar Priharsa.

Jero ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam sejumlah kegiatan di Kementerian ESDM saat menjabat sebagai menteri periode 2011-2013, pada 3 September 2014. Dia diduga memeras untuk memperbesar dana operasional menteri.

KPK sebelumnya menetapkan Jero Wacik sebagai tersangka di Kementerian ESDM pada 3 September 2014 lalu. Dalam pengembangannya, lembaga antirasuah ini pun kembali menetapkan Jero menjadi tersangka dugaan korupsi saat menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Kini Jero telah mendekam di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu sendiri dijerat dengan pasal 12 huruf e atau Pasal 23 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 421 KUHPidana.

Sedangkan dalam kasus dugaan korupsi di Kemenbudpar merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya. Jero Wacik dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (end)

LEAVE A REPLY