Jemaah Indonesia Magnet Terbesar Industri Hospitality Arab Saudi

0
30

Abdul Aziz ( kiri ), tawarkan jasa bus-bus lux dan sibuk melayani pengunjung.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Islamic Tourism Expo menjadi magnet bagi kalangan industri pariwisata Saudi Arabia untuk menjaring wisatawan Indonesia beribadah umroh dan haji. Itulah sebabnya 66 peserta internasional dan 39 peserta nasional mengikuti pameran ini.

“Indonesia negara muslim terbesar di dunia sehingga setiap tahun kami mengikuti kegiatan pameran ini yang biasanya di selenggarakan di Jakarta Convention Center ( JCC ) dan baru pertama kali ini di mal Kota Kasablanka,” kata Elias Pasha, Business Development Manager Hotel The Trident, Jeddah, Saudi Arabia, hari ini.

Lokasi hotelnya yang hanya lima menit berjalan kaki dari Corniche (Balad) Shopping Center Jeddah digemari jemaah umroh dan haji dari Indonesia sehingga membuatnya aktif melakukan promosi.

“Partisipasi di ajang pameran Islamic Tourism Expo ini yang kelima kalinya. Indonesia pasar yang besar dan gemuk jadi kita harus pro aktif,” ujarnya didampingi Bamzee Abdullah, Sales Manager The Trident.

Saat ini mitra bisnisnya di Indonesia sudah lebih dari 100 dan tersebar di berbagai kota-kota di Indonesia. “Jadi keikutsertaan kali ini kami berupaya menambah mitra kerja di Indonesia dalam tiga hari pameran dari 10-12 Oktober 2017. Kalau bisa mendapatkan mitra baru dua kali lipat bagus untuk bisnis hotel kami,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Sami Kamal Abdul Azis, Sales & Marketing Manager Nebras Tourism Development. Partisipasinya dipameran ini selain bertemu dengan kalangan bisnis juga konsumen langsung.

“Di sini kami bisa melakukan pertemuan bisnis antara industri hospitality dari Indonesia juga dari mancanegara, di samping juga mendapatkan konsumen langsung,” ungkapnya.

Sami menambahkan di Indonesia mitra kerja utamanya ada tiga diantaranya adakah ESQ Tour & Travel pimpinan Ary Ginanjar Agustian yang banyak membawa tamu-tamu Allah ke tanah suci.

“ Dari 3 mitra utama, musim umroh dan haji lalu kami menangani 40 ribu jemaah dari Indonesia dan untuk 7 bulan ke depan kami harapkan bisa menangani 45 ribu dari Indonesia,” kata Sami Kamal Abdul Aziz.

Dia masih optimistis dengan proyeksi peningkatan jumlah jemaah hingga 20% mengingat 5 tahun lalu saat baru pertama ikut pameran dia belum memiliki mitra sama sekali di Indonesia.

David dari Royal Brunei menjaring jemaah Indonesia lewat pameran

Dia menilai harus pro-aktif untuk mengikuti pameran tersebut karena para pelaku dan pengunjung dapat memperoleh sejumlah manfaat diantaranya berkonsultasi secara langsung dengan para tour & travel penyelenggara umroh & haji, Bank, Asosiasi Penyelenggara Umroh & Haji, Asosiasi Perjalanan Wisata, Maskapai Penerbangan, Hoteliers.

Di pameran ini juga hadir perusahaan – perusahaan terkait lainnya seperti perusahaan transportasi, catering dan industri penunjang lainnya bahkan organisasi sosial Adahi dari Saudi Arabia yang menangani hewan kurban serta pembayaran Dam jemaah haji.

Organisasi yang menjual kupon Dam dan kurban khusus di musim haji ini juga mengeluarkan kupon fidyah, sedekah dan aqiqah yang dijual sepanjang tahun. Daging kurban dan Dam selain dibagikan pada fakir miskin di Tanah Haram juga dikirim ke 23 negara.

Hadir pula perusahaan Malaysia Elhajj yang khusus memproduksi kosmetik halal terutama krim kulit untuk pria dan wanita dalam berwudhu, berihram dan beribadah.

Tak kurang juga perusahaan transportasi Durrat Almunawwara yang menawarkan bus-bus keluaran terbaru 2017 dengan 49 kursi yang nyaman lengkap dengan toilet, kulkas, layar LCD , Wi-Fi dan ruang bagasi yang luas.

Abdul Aziz, CEO perusahaan transportasi itu turun langsung di pameran ini. Dia mengaku sudah tiga kali ikut serta Islamic Tourism Expo dan berharap bisa menambah mitra bisnisnya. Di booth nya Abdul Aziz menjamu pengunjung dengan kurma dan air zam-zam.

Dari kalangan penerbangan, Royal Brunei Airlines juga berpartisipasi untuk pertama kalinya dab menawarkan tiga terminal keberangkatan dari Jakarta, Surabaya dan Denpasar menuju Brunei lalu ke Jeddah.

“ Untuk jemaah umroh dari Indonesia kami mengangkut seminggu dua kali dengan pesawat Airbus 320 ke Brunei dan sekanjutnya menggunakab Boing787 Dreamliner kapasitas 300 kursi menuju Jeddah,” kata David.

Pihaknya aktif menjaring mitra dari kalangan tour & travel penyelenggara umroh dan haji sehingga bisa meningkatkan jumlah jemaah yang memanfaatkan jasa penerbangan Royal Brunei. Tahun lalu jemaah umroh dari Indonesia yang memanfaatkan maskapai penerbangannya dari 3 kota mencapai sekitar 9000 orang

Pameran ini diikuti 105 peserta yang terdiri dari 66 peserta internasional dan 39 peserta nasional. Selain jasa transportasi juga nampak perwakilan kedutaan dari Timur Tengah, penyedia layanan visa, hingga bank syariah nasional.

 

LEAVE A REPLY