Jelang Lebaran, Harga Tiket Pesawat Gawat Kayak Lompat Galah

0
77
Penumpang di bandara Soetta

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Memasuki H-7 lebaran, harga tiket pesawat merangkak naik, malah kian gawat. Kondisi ini pun menuai keluhan dari masyarakat. Dilansir dari situs pemesanan pesawat Traveloka, sejumlah tiket penerbangan mengalami kenaikan cukup tinggi. Seperti, tiket Jakarta Padang via maskapai Lion Air pada hari biasa hanya Rp 600-700, namun Kamis (7/6/2018) sekitar pukul 14.00 WIB mencapai Rp 2,7 juta.

Bahkan, harga tiket pesawat untuk semua rute dari Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, melonjak hingga dua kali lipat. Kenaikan harga berlaku untuk pemesanan tiket secara manual maupun aplikasi daring. Seperti dilansir laman Kompas lonjakan harga tiket merata untuk semua maskapai penerbangan, baik maskapai swasta maupun maskapai pemerintah.

Tiket pesawat rute Pangkal Pinang – Jakarta dari biasanya Rp 356.000, naik menjadi Rp 756.000 per seat. Baca juga: Harga Tiket Pesawat Poso-Makassar Melambung, Penumpang Mengeluh Rute Pangkal Pinang – Palembang dari harga sebelumnya Rp 350.000 naik menjadi Rp 700.000 sampai Rp 800.000 per seat.

Kenaikan harga tiket juga berlaku untuk penerbangan transit dengan rute Pangkal Pinang – Semarang atau Pangkal Pinang – Padang, yang rata-rata harganya mencapai Rp 1.500.000 per seat. Kenaikan harga tiket pesawat tersebut dikeluhkan oleh para calon penumpang.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo mengakui harga tiket pesawat jelang lebaran seperti lompat galah. “Para maskapai jangan lah memainkan harga mendekati lebaran ini. Kalau seperti itu kalian ini lompat galah, karena naiknya harga tiket yang sangatlah mahal seperti dengan rute Jakarta-Surabaya dikenakan Rp 2 juta. Bagaimana saat H-2 nanti, bisa mahal sekali,” ujar Sigit saat dijumpai di Posko Terpadu Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (7/6/2018).

Sigit mempertanyakan pada pihak maskapai terkait batas atas harga tiket pesawat sebagai acuan masyarakat dalam memperkirakan harga yang akan dibelinya untuk mudik.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Bandara Soekarno-Hatta, Bagus Sunjoyo menanggapi terkait mahalnya tiket pesawat. Kemungkinan masyarakat melakukan penerbangan dengan jalur transit lantaran, kehabisan tiket pesawat dengan lokasi tujuan langsung.

“Pengawasan kami khusus di Bandara Soekarno-Hatta sejauh ini tidak ada yang memainkan harga tiket dan masih dalam batas wajar. Dalam artianya, tidak lebih dari batas atas. Terkait mahalnya tiket dimungkinkan penumpang melakukan jalur transit seperti akan ke Surabaya yang seharusnya rute Jakarta-Surabaya, tapi mereka harus membeli tiket Jakarta-Makasar-Surabaya dengan metode transit,” jelas Bagus.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan kenaikan harga tiket pesawat saat ini masih dalam batas wajar. Meski demikian, Kementerian Perhubungan tetap mengawasi pergerakan harga tiket yang dijual masing-masing maskapai penerbangan.

“Apabila tidak dalam batas wajar, kami akan melakukan penindakan kepada perusahaan yang bersangkutan,” kata Budi selepas apel siaga dan pelepasan tim relawan PMI pada Siaga Lebaran Tahun 2018 di Lapangan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Juni 2018.

Menhub mengakui ada permintaan dari maskapai soal usulan kenaikan harga tiket ini. Ia mafhum bila maskapai kelimpungan menyiasati beban operasional di tengah naiknya harga minyak dunia dan depresiasi rupiah. “Sedang saya pelajari dalam waktu satu-dua minggu akan kami umumkan,” ujarnya. (BBS)

LEAVE A REPLY