Jakarta Tuan Rumah PATA Travel Mart 2016

0
584
Arief Yahya saat memberikan penjelasan pada jumpa pers ‘Jakarta Tuan Rumah PATA Travel Mart 2016’ di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Selasa (1/9/15). Foto. Bams

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Indonesia kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan PATA Travel Mart (PTM) 2016. Bursa pariwisata internasional bergengsi ini akan berlangsung di Jakarta pada September 2016. Kegiatan ini akan dihadiri sekitar 600 sellers dari 31 negara.

“Penyelenggaraan PATA Travel Mart telah berlangsung lama dan banyak diminati negara anggota untuk menjadi tuan rumah (host),” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam jumpa pers ‘Jakarta Tuan Rumah PATA Travel Mart 2016’ di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (1/9/15).

Arief mengatakan, “Sebagai tuan rumah PTM, kita akan memperoleh dampak langsung ekonomi (direct economic and tourism) dari pengeluaran para peserta selama mengikuti bursa (trading) serta media exposure”.

Dampak langsung menurut Menpar, hotel-hotel di Jakarta akan penuh karena PTM yang berlasung selama tiga hari itu akan dihadiri lebih dari 1.000 delegasi dari 60 negara, maupun media exposure karena event ini diliput sekitar 100 media internasional di bidang pariwisata.

Selain itu penyelenggaraan PTM 2016 juga menjadi momentum untuk mempromosikan branding Wonderful Indonesia dalam strategi BAS (branding, advertising, dan selling). Event PTM 2016 merupakan bagian dari branding untuk mempromosikan Wonderful Indonesia ke mancanegara khususnya negara-negara yang menjadi fokus pasar di kawasan Asia Pasifik.

“Kita akan mempromosikan potensi pariwisata Indonesia yang memiliki keunggulan dalam hal keindahan alam (nature), budaya (culture) dan manmade,” kata Arief Yahya didampingi Chairman PATA Indonesia Chapter SD Darmono dan President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo.

Potensi pariwisata tersebut dikembangkan dalam produk wisata yang memiliki daya saing global antara lain; untuk nature dikembangkan dengan produk wisata bahari, wisata ekologi, dan wisata petualangan, sedangkan culture dikembangkan dalam wisata heritage dan religi; wisata kuliner dan belanja; dan wisata kota dan desa.

Sedangkan manmade dikembangkan untuk wisata MICE dan event, wisata olahraga, dan wisata kawasan terpadu (integreted resort).

Daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global tahun 2013 berada di ranking 70, kemudian tahun 2015 meningkat berada di ranking 50. Target dalam lima tahun ke depan daya saing pariwisata Indonesia akan berada di ranking 30 dunia.

Target pariwisata tahun 2019 harus memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan dari pariwisata Rp 240 triliun, serta membuka lapangan kerja sebanyak 13 juta orang.

Penyelenggaraan PTM ke-38 tahun ini akan berlangsung di Bangalore, India pada 6-8 Sepetember 2015 mendatang. Indonesia akan berpartisipasi di PTM Bangalore dengan membawa 10 pelaku bisnis pariwisata dengan menempati paviliun Indonesia di D.23.

Indonesia merupakan negara anggota PATA yang aktif. Indonesia pernah menjadi tuan rumah PTM di Bali tahun 1985 dan 1989 serta sebagai tuan rumah Konferensi Tahunan PATA tahun 1963 dan 1974 di Jakarta dan tahun 2003 di Bali. (*/evi)

LEAVE A REPLY