Jabar Tuan Rumah Asia Tourism Forum 2016

0
657
SP/Adi Marsiela Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Noviendi Makalam memberikan sambutan saat pembukaan Asia Tourism Forum 2012 "The 10th Biennal Conference on Hospitality and Tourism Industry in Asia" di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/5). Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti memandang kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (10/5) mendatang ini sebagai ajang evaluasi kebijakan serta strategi pariwisata Indonesia.

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Jawa Barat akan menjadi tuan rumah Asia Tourism Forum (ATF), yang rencananya diselenggarakan pada 7 – 9 Mei 2016. ATF merupakan forum internasional yang akan dihadiri oleh sekitar 30 negara di kawasan Asia.

Sejumlah Negara ‘barat’ seperti Amerika, Kanada, Inggris, Australia, juga direncanakan hadir. Forum Internasional Kepariwisataan ini, merupakan wadah berkumpulnya para stakeholder pariwisata. Seperti para peneliti pariwisata, para praktisi industri pariwisata, akademisi, pejabat pemerintah dan para pemangku kebijakan pariwisata.

“Lewat forum ini, para stakeholders di bidang pariwisata tersebut dapat berkoordinasi dan bertukar fikiran juga informasi penting,” ujar Kepala Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Anang Sutono, usai menemui Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy MIzwar, di Ruang Kerja Wagub, kemarin.

Anang mengatakan, pertemuan tersebut pun digelar sebagai pengembangan industri pariwisata yang berkelanjutan, baik pada skala Lokal, Nasional, Tingkat Asia, maupun Dunia. Karena, dunia pariwisata harus maju, dan terus berkembang sebagai alat yang paling ampuh untuk memakmurkan masyarakat.

“Saya sebagai ketua sudah memohon waktu kepada Pak Wagub untuk berkonsultasi kaitannya dengan Jawa Barat akan menjadi ‘host’ atau tuan rumah dalam penyelenggaraan Asia Tourism Forum (ATF),” kata Anang.

Hasil research yang ditampilkan bisa diterapkan di Jawa Barat. Karena, research yang baik, bisa diterapkan, atau ‘down to earth’. Apalagi, saat ini banyak permasalahan pariwisata yang harus diselesaikan dengan research. “Kami yakin, pariwisata adalah salah satu alat yang paling ampuh untuk memakmurkan masyarakat,” kata Anang.

Kegiatan ATF tersebut, kata dia, akan mengambil tema “A New Approach of Wonderful Tourism.” Nantinya, akan menggali berbagai pendekatan baru pada industri pariwisata.

Tujuannya, memberikan manfaat strategis bagi masyarakat melalui pariwisata. Sebagai contohnya, pariwisata akan menjadi penting bagi masyarakat apabila dapat menggerakan perekonomian rakyat, mengeksplorasi lingkungan, dan menaikan popularitas daerah tertentu. Artinya pariwisata dapat meningkatkan kualitas hidup orang banyak.

Terkait hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, bahwa untuk memakmurkan masyarakat melalui pariwisata, juga perlu pemberdayaan.

Masyarakat harus dibekali pengetahuan tentang kepariwisataan, agar peluang dengan segala potensi yang dimiliki, tak justru dimanfaatkan ‘orang lain.’

Tenaga manusianya, kata dia, sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Terutama, yang ada di daerah harus dikembangkan menjadi daerah pariwisata yang bisa memberikan pemberdayaan.

“Misalkan pengetahuan tentang kepariwisataan, jangan sampai pelakunya justru dari luar. Karna mestinya pelaku utama pariwisata adalah masyarakat setempat,” kata Deddy.

Selain itu, kata Deddy, tentunya promosi yang baik adalah hal yang juga penting. Mempromosikan obyek Pariwisata perlu sentuhan kreatif. Dengan pengelolaan destinasinya yang juga dikemas dengan cara yang kreatif pula. Hal ini akan menarik para pengunjung untuk berkunjung ke Objek Wisata.

Hal lainnya yang tak kalah penting, kata dia, infrastruktur penunjang aksesbilitas suatu daerah Pariwisata perlu perhatian secara khusus. Agar, para penikmat wisata, tak segan, dan tak ragu untuk mengunjungi objek wisata yang ada. “Makanya pelatihan-pelatihan, Bimbingan Teknis (Bimtek) segala macam kita lakukan,” katanya.

Deddy mencontohkan, saat ini Ia sudah banyak membuat pelatihan dan pertemuan di Ciletuh untuk pemberdayaan masyarakatnya. “Itu harus dilakukan,” katanya.

Tahun 2012, Bandung juga pernah menjadi Asia Toursm Forum yang saat itu digelar di Gedung Asia Afrika Bandung (*/R)

LEAVE A REPLY