Jabar Bangun Pusat Seni dan Budaya Rp 600 M

0
163
Kesenian khas Bandung butuh sarana untuk berekspresi (Foto: iwan kristiana)

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi Jabar akan membangun pusat seni dan budaya Jabar atau West Java Art and Cultural Center, dengan total anggaran mencapai Rp 600 miliar. Dengan rincian Rp 450 miliar untuk kontruksi dan sebesar Rp 150 miliar untuk akustik.

“Tahun ini detail engineering design (DED) akan dimulai. Targetnya pembangunan bisa mulai dilakukan 2018. Jadi, kontruksi bisa selesai 2019,” ujar Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar di Bandung seperto dirilis humas Jabar, Sabtu (13/05/2017).

Pembangunan gedung pusat seni dan budaya ini, Jabar bakal memiliki gedung hall yang representatif. Karena, selama ini kalau ada grup top dunia selalu menggelar konser di Singapura, dengan adanya gedung Hall di Bandung akan menjadi daya tarik musisi dunia untuk menggelar konser di Bandung, tepatnya di Jalan Cikutra, Kota Bandung yang dianggap strategis.

“Makanya saya ingin di Kota Bandung ada hall yang bisa menampung 1.500 orang. Jadi, ada tempat yang nyaman. Saya sudah menyiapkan lahan sekitar 4 hektar. Namun, lahan yang disayembarakan baru sekitar 1,5 ha ini kita manfaatkan dulu dan berikutnya untuk pengembangannya,” sambungnya.

Dengan luas lahan yang tersedia, tambah dia, kawasan ini pun bisa digunakan untuk aktivitas lain yang dapat menunjang operasional Gedung Pusat Kesenian dan Kebudayaan Jabar. Oleh karenanya, dalam tahap pengembangan nanti, akan dibangun pula fasilitas komersil, seperti hotel atau mall.

Dilanjutkan, Provinsi Jawa Barat memiliki potensi kekayaan seni budaya yang unik dan beragam sebagai hasil dari kreatifitas masyarakatnya baik yang bersifat tradisional maupun kontemporer. “Di Jabar ruang teater memang kurang dan sarana meeting juga exhibition di Bandung belum mendukung. Sehingga perlu dibangun, juga ‎di Jabar belum ada gedung kesenian yang refresentatif, untuk itu kita akan bangun pusat kesenian,” ungkap.

Dengan adanya tempat yang representatif, masyarakat khususnya seniman dan budayawan lokal bisa menggunakannya untuk mempertontonkan hasil karya mereka. “Ini bisa mengangkat nilai seni dan budaya di tempat yang terhormat. Juga agar bisa mengundang wisatawan,” katanya.

Deddy menambahkan, pihaknya menetapkan kriteria pembangunan gedung tersebut di antaranya harus merepresentasikan kekhasan Jawa Barat. Bangunan ini pun harus ramah lingkungan sesuai dengan peraturan di Kota Bandung. (*/hms)

LEAVE A REPLY